KANDISRIAUSIAK

Keluarga Besar SMP Negeri 1 Kandis Daur Ulang Sampah Peringati HPSN

KARIMUNTODAY.COM. KANDIS, SIAK – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Keluarga besar SMP Negeri 1 Kecamatan Kandis pada Kamis, (28/02/2019), mendaur ulang sampah menjadi barang bermanfaat dengan cara antaranya membuat tong sampah menggunakan galon bekas. HPSN sendiri merupakan Hari Peduli Sampah Nasional, yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI sebagai pengingat akan bencana lingkungan akibat longsornya TPA Leuwi Gajah, Bandung, pada 21 Februari 2005.

Dra. Jufriyanti selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kandis menuturkan, “Langkah ini kami ambil sebagai upaya agar para siswa-siswi SMP Negeri 1 dapat mengurangi menghasilkan sampah dengan salah satu cara memanfaatkan barang bekas atau sampah itu sendiri. Hal ini juga dapat memancing kemampuan ketrampilan dan kerajinan mereka juga menambahkan pengetahuan mereka kelak dewasa nanti,” ungkapnya.

Menurut Dra Jufriyanti, untuk mewujudkan kepedulian akan sampah dapat dimulai dari diri sendiri sebagai bentuk aksi kecil seperti mengurangi menghasilkan sampah dengan menggunakan tempat makan dari rumah, menggunakan totebag sebagai pengganti kantong kresek, mengambil makanan yang cukup dan dihabiskan untuk mengurangi sampah, mengurangi penggunaan tisu dan lain sebagainya,

“segala sesuatu harus kita mulai dari diri sendiri mulai saat ini untuk bumi yang bersih. Hal ini jualah yang ingin kami tanamkan dalam jiwa para siswa-siswi SMP Negeri 1. Para siswa-siswi SMP Negeri 1 Kecamatan Kandis sendiri terlihat bersemangat dalam mendaur ulang sampah menjadi barang yang bermanfaat.” Imbuhnya

Ririn Sujarwo sebagai salah satu siswi Kelas VIII A menyatakan bahwa giat tersebut menambah kemampuan ketrampilannya, ” sungguh senang Pak, karena ternyata barang yang sudah tidak terpakai lagi atau sampah dapat dimanfaatkan menjadi barang berguna. Hal ini tentunya menjadikan pengetahuan buat kami para murid, dan tentunya kelak dapat kami manfaatkan di luar sekolah terutama lingkungan sekitar rumah kami,” pungkas Ririn.

Di Indonesia sendiri tidak sedikit barang kerajinan tangan yang dihasilkan dari daur ulang sampah bahkan hingga ditetapkan dengan ganjaran harga nominal yang tidak terlampau murah. Tidak dapat dipungkiri bahwa pemanfaatan sampah dengan baik tentunya juga dapat menyelamatkan banyak jiwa.(*)

Laporan   : (Fuji Efendi)

Editor       : Indra H Piliang


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close