karimuntoday.com

karimuntoday.com


images/1448.jpg

Narasumber sedangkan menerangkan kepada peserta (Guru) dalam pelatihan pemantapan kemampuan mengajar guru bimbingan konseling (BK) SMA dan SMK se-Kabupaten Karimun di Wisma Karimun, Rabu (27/8/2014).

KARIMUN, (KT) - Masa remaja merupakan sebuah masa transisi dengan setiap masalah. Beberapa masalah dimaksud, diantaranya permasalahn dirumah, sekolah sampai disetiap lingkungan tempat remaja berinteraksi.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karimun, MS.Sudarmadi mengatakan, terkait berbagai permasalahan tersebut khususnya di sekolah, remaja (siswa) sangat memerlukan pendamping khusus. Sebab, di sekolah diperhadapkan pada beban studi serta guru-guru yang akan memungkinkan terjadinya masalah.

" Guru tidak hanya bertugas untuk menyampaikan ilmu kepada siswa, tetapi juga mempunyai peran lain, yaitu menjadi orang tua kedua bagi siswa dan berperan sebagai konselor," tegas Sudarmadi saat dikonfirmasi karimuntoday.com usai membuka pelatihan pemantapan kemampuan mengajar guru bimbingan konseling (BK) SMA dan SMK se-Kabupaten Karimun, Rabu (27/8/2014).

Disampaikan Sudarmadi, peran guru sebagai konselor sesungguhnya bukan hanya tuga guru bimbingan konseling (BK), tetapi juga tugas setiap guru wali kelas, termasuk guru Pendidikan Agama.

Walaupun demekian lanjutnya, guru BK tetap memiliki peranan yang sangat penting untuk mengarahkan, membimbing, dan mendapaingi siswa dalam menghadapi masalah-masalah di sekolah.

" Guru sebagai konselor akan membantu setiap siswa yang sedang bermasalah. Dan, jika memungkinkan dapat memberikan solusi dalam mencari jalan keluar yang sedang dihadapi siswa tersebut," ungkapnya.

Ditanya berapa jumlah guru yang mengikuti pelatihan pemantapan kemampuan mengajar guru bimbingan konseling (BK) SMA dan SMK se-Kabupaten Karimun tahun ini, Sudarmadi menyebutkan sebanyak 25 orang.

Lebih jauh dikatakannya, pelaksanaan pelatihan yang bertempat di Wisma Tanjung Balai Karimun sejak tanggal 26 sampai 28 Agustus 2014.

Sedangkan tujuan dilaksanakan pelatihan sambungnya, untuk menambah keterampilan guru BK dalam mengarakan, membimbing dan mendampingi siswa di sekolah. Kemudian, dalam pelatihan menghadirkan narasumber berasal dari P4TK Bahasa Jakarta, yaitu Drs. Taufik Nugroho, M. Hum," pungkas Sudarmadi.(nov.k)

images/1434.jpg
Tim Monitoring sedang Memberikan Pengarahan kepada Pemilik Kios BBM beberapa Waktu Lalu.

KARIMUN, (KT) - Penertiban terhadap penjual pengecer premium subsidi ilegal oleh tim monitoring dan evaluasi bahan bakar minyak (Monev BBM) bersubdidi Kabupaten Karimun, yang mengacu kepada "Surat Peringatan Terakhir" nomor 500/Eko/VIII/20 yang dikeluarkan Bupati Karimun, Nurdin Basirun dinilai tidak berhasil.

Pasalnya, setelah dilakukan pembongkaran sebanyak 339 tempat usaha pengecer premium ilegal se-Pulau Karimun beberapa waktu lalu, tentang pengawasan yang akan dilakukan secara rutin kelapangan ternyata tidak jelas.

Hasil pantauan karimuntoday.com dilapangan beberapa malam belakangan ini, masih ada sejumlah pengecer premium ilegal  menjalankan usahanya dengan harga Rp 20 ribu ukuran 1,5 liter. Hebatnya, terlihatnya pengecer ilegal tersebut sangat dekat jaraknya dengan Mapolres Karimun, kemudian juga ada di dekat RSUD Karimun.

Masih dalam pantauan, dalam menjual premium dengan mengunakan botol bekas (botol diduga kuat berasal dari SPBU semata wayang di Tanjung Balai Karimun ini, ketika malam hari dengan  mengunakan meja bukan tempat seperti biasanya. Dan, dalam menjual premium tidak memajang semua premium yang sudah dimasukan dalam botol bekas. Tetapi hanya  mengeluarkan 2 sampai 3 botol.

Menanggapi masih ada terlihat pengecer premium ilegal setelah ditertibkan, Kabid Ketahanan Ekonomi dan Masyarakat Bagian Perekonomian Pemkab Karimun, Tohap menyebutkan akan menyampaikan hal tersebut kepada ketua  tim monev BBM bersubsidi Kabupaten Karimun.

" Setelah ditertibkan kemarin, jika masih terlihat juga pengecer premium ilegal menjalankan usahanya, itu sudah melanggar hukum, dan dapat dikenakan pidana penjara 3 tahun dengan dendanya Rp 30 miliar sesuai UU No 22 tahun 2011 tentang Migas," kata  Tohap yang juga tergabung didalam tim monev BBM bersubsidi, Rabu (27/8/2014).

Dituding lemah bahkan tidak jelas pengawasan tim kelapangan, sebab tidak mengetahui masih adanya pengecer premium ilegal yang beroperasi ketika malam hari, Tohap mengatakan pengawasan dilakukan belum sampai kemalam hari.

" Tim sudah bekerja. Jika tetap masih ada pengecer premium yang bandel, itu urusan pihak kepolisian menanganinya," katanya lagi mengakhiri.(nov.k)


images/1447.jpg

Sekretaris DPRD Kabupaten Karimun, Usman Ahmad.

KARIMUN, (KT) - Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Balai Karimun, Rustiyono dijadwalkan akan melantik  anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Karimun masa bhakti 2014-2019, yang terpilih saat Pemilihan Legislatif (Pileg) pada April 2014 lalu.

Sekretaris DPRD Kabupaten Karimun, Usman Ahmad ketika ditemui mengatakan, pelaksanaan pelantikan untuk anggota perwakilan rakyat terpilih akan berlangsung, Jumat (29/8/2014) pukul 14.00 WIB bertempat di ruang rapat paripurna Balai Rong Sri DPRD Karimun.

" Sesuai jadwal, yang melantik anggota DPRD Karimun terpilih masa bhakti 2014-2019 nanti adalah Ketua Pengadilan Negeri (PN)  Tanjung Balai Karimun," ungkap Usman kepada karimuntoday.com, Rabu (27/8/2014) di Gedung DPRD Karimun.

Disampaikan Usman panggilan akrabnya, menjelang pelantikan yang tinggal beberapa hari lagi sudah dilakukan segala persiapannya. Seperti, melaksanakan gladi kotor, dan pemasangan tenda untuk tamu undangan sekitar 700 orang. Sedangkan untuk pengamanannya, sudah bekerjasama dengan Polres Karimun serta Satpol PP Karimun.

" Persiapan masih belum rampung. Dan, Kamis (28/8/2014) malam nanti, akan dilaksanakan gladi resik di ruang rapat paripurna Balai Rong Sri DPRD Karimun sebagai tanda persiapan akhir jelang pelantikan," ucapnya.

Lebih jauh disampaikannya, 700 orang tamu undangan hadir dalam pelantikan anggota DPRD Kabupaten Karimun terpilih nanti, diantaranya Bupati Karimun, Nurdin Basirun, Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq, unsur FKPD dan SKPD setempat. Selain itu, direncanakan Gubernur Provinsi Kepri, HM. Sani juga turut hadir.

"  Memang direncanakan Gubernur Kepri akan hadir dalam pelantikan tersebut. Namun, mengenai kepastiannya belum diketahui," kata Usman mengakhiri.(nov.k)

images/1446.jpg
Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq (dua dari kiri) sedang berbincang-bincang dengan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan (tiga dari kiri) saat menggelar halal bihalal dengan masyarakat Meranti yang berdomisili di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Selasa (26/8/2014) sekitar pukul 14.00 WIB.

KARIMUN, (KT) - Bertempat di Gedung Nasional Karimun, Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan menggelar halal bihalal dengan masyarakat Meranti yang berdomisili di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Selasa (26/8/2014) sekitar pukul 14.00 WIB.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Wakil Ketua (Waka) Polres Karimun, Kompol Indra Indra Pramana, dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Masrul Kasmy.

Jais Ahmad selaku ketua panitia pelaksana dalam laporannya menyampaikan, halal bihalal seperti ini sudah menjadi agenda tahunan atau rutin dilaksanakan. Yang mana, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut sumber dana sepenuhnya ditanggung oleh Pemkab Keupalauan Meranti.

Disampaikan Jais panggilan akrabnya, masyarakat Meranti yang berdomisili di Karimun hadir pada halal bihalal mencapai seribuan orang. Dan, dari jumlah kesleuruhan tersebut hanya terdiri dari empat kecamatan se-Pulau Karimun besar, yaitu Kecamatan Karimun, Meral, Meral Barat dan Tebing," terangnya.

Sementara itu Ketua Umum (Ketum) Ikatan Kelurga Besar Meranti (IKB-Meranti) Kabupaten Karimun, Bustomi Abdullah mengharapkan, pada anggaran 2014 pembangunan rumah singgah yang lokasinya tidak jauh dari SPBU Karimun dapat dilaksanakan.

" Lahan seluas 1436 meter untuk pembangunan rumah singgah tersebut sudah dimemiliki, yang mana pembeliannya mengunakan anggaran tahun 2013 Kabupaten Kepulauan Meranti. Maka dari itu, sangat diharapkan sekali pada anggaran tahun 2014 pelaksanaan pembangunannya dapat terlaksanakan," pinta Bustomi dengan sangat.

Sementara itu Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq pada arahannya menyebutkan, dari 280.000 penduduk, lebih dari 16.000 orang warga Meranti yang berdomisili di Kabupaten Karimun.

" Warga Meranti yang tinggal di Karimun sudah merupakan bagian dari aset pembangunan di daerah berlandaskan beberapa azam ini. Bahkan, warga Meranti tersebut juga banyak memiliki jabatan struktural, serta juga ada yang menjadi sebagai PNS Pemkab Karimun," ungkapnya.

Terkait harapan yang disampaikan Ketum IKB Meranti Kabupaten Karimun, Aunur Rafiq mengatakan dari Pemkab Karimun akan siap membantu dalam pelaksanaan pembangunan rumah singgah itu.

Pada kesempatan ini Bupati Kepulauan Meranti, Drs. Nasir ketika ditemui karimuntoday.com usai halal bihalal, mengimbau kepada masyarakat Meranti yang berdomisili di Kabupaten Karimun dapat menempatkan diri, dan bisa menjadi bagian dari masyarakat daerah tersebut.

" Dukung segala prorgram yang dilaksanakan Pemkab Karimun. Dan, berikan informasi apa saja perkembangan di Karimun kepada masyarakat yang berada di Kabupaten Kepualan Meranti. Dengan adanya komunikasi yang baik dan rutin, tali persaudaraan antara sesama tidak akan terputus atau hilang," pinta Nasir dengan sangat.

Dalam halal bihalal yang digelar, juga dilaksanakan penyerahan ketupat dari Bupati Kepulauan Meranti kepada Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau, Kabupaten Karimun, Ketua Rumpun Melayu Bersatu (RMB) Kabupaten Karimun, Tokoh Masyarakat, Ketum IKB Meranti Kabupaten Karimun didampinggi Wakil Bupati Karimun.(nov.k)

 images/1445.jpg
Salah satu kapal yang membawa ballpres dari empat kapal lainnya hasil tangkapan Kanwil DJBC Khusus Kepri dalam waktu empat hari (17 sampai 21) dipenghujung Agustus tahun 2014 ini.

KARIMUN, (KT) - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Khusus Kepulauan Riau (DJBC Khusus Kepri) dipenghujung Agustus tahun 2014 ini panen dengan hasil tangkapan barang-barang selundupan (ilegal).

Buktinya dalam jangka waktu selama empat hari, tim patroli laut yang dikerahkan melakukan operasi telah berhasil menangkap empat kapal yang membawa barang-barang untuk selundupan.

Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil DJBC Khusus Kepri, Raden Evy Suhartantio memberikan apresiasi kepada tim patroli laut yang dikerahkan sudah berhasil menangkap sebanyak empat kapal pengangkut barang selundupan, yakni KM. Rezeki Mulia, KM. Aisyah, KM. Anisa III, dan KM. Tambora dalam jangka waktu empat hari, dan 17 sampai 21 Agustus.

Dikatakan Evy, penangkapan pertama dilakukan terhadap KM. Rezeki Mulia dengan nahkoda berinisial AH yang membawa barang campuran berbagai jenis (sembako) asal Telaga Punggur, Batam, Kepri tujuan Tanjung Batu, Kabupaten Karimun. Kemudian penangkapan kedua juga  membawa barang campuran berbagai jenis (sembako), yang diangkut mengunakan KM. Asiyah dengan nahkoda berinisial Hz asal Sei Jodoh, Batam, Kepri tujuan Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun.

" Penangkapan kedua kapal itu pada hari yang sama. Hanya saja, jam dan perairannya saja berbeda. Untuk KM. Rezeki Mulia penangkapannya di perairan Jembatan I Batam, Minggu 17 Agustus 2014. Sedangkan KM. Aisyah di perairan Takong Hiu Tanjung Balai Karimun pukul 22.30 WIB," terangnya.

Mengenai alasan penindakan terhadap dua kapal penyelundup itu, dikarenakan telah melanggar UU Kepabeanan dan Peraturan Pemerintah No 10 tahun 2012, tentang perlakukan kepabeanan, perpajakan, cukai dan tatalaksana pemasukan serta pengeluaran barang," sambungnya.

Setelah berhasil menangkap dua kamar pembawa barang campuran berbagai jenis itu, tim partoli laut kembali menangkap KM. Anisa III yang mengangkut ballpress.

Disampaikan Evy, banyaknya ballpress yang dibawa KM. Anisa III dengan nahkoda berinisial Jm ditemani 7 orang ABK-nya berkisar 1000 ball. Adapun tujuan kapal penyelundup tersebut dari Port Klang, Malaysia tujuan ke Tanjung Balai Asahan, Medan.

" Ballpres yang dimanakan dari KM. Anisa III senilai Rp  3,5 miliar. Alasan penindakan, karena melanggar pasal 102 huruf (a) UU no 17 tahun 2006, tentang Kepabeanan. Untuk penyelidikan lebih lanjut, kasus tangkapan berkisar 1000 ball ballpress ditangani Bidang Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan, Kanwil DJBC Khusus Kepri," ungkap Evy.

Sementara terhadap kapal selundupan yang terakhir, yakni KM. Tambora, Evy menyebutkan jalan penangkapan sedikit berbeda dengan tiga kapal sebelumnya.

Diceritakan Evy, KM. Tambora yang mengangkut sekitar 20 ton bawang meral diperkirakan senilai Rp 400 juta dengan asumsi Rp 20 ribu perkilonya asal Sungai Linggi, Malaysia tujuan Bukit Batu, Bengkalis, Riau nahkoda bersera ABK berhasil kabur melarikan diri.

" Penegahan terhadap KM. Tambora di perairan Tanjung Bantan sekitar pukul 04.00 WIB, Kamis 21 Agustus. Saat penindakan, nahkoda kapal tersebut tidak mau berhenti (mencoba untuk kabur). Setelah diberikan aba-aba dan peringatan, KM. Tambora mengarahkan keperairan dangkal, dan akhirnya langsung kandas. Sementara, nahkida bersama ABK-nya berhasil melarikan diri menuju pantai sekitar lebih kurang 1/4 mil dari posisi kandasnya kapal," paparnya mengakhiri.(nov.k)

images/1444.jpg
Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil DJBC Khusus Kepri, Raden Evy Suhartantio menunjukkan salah satu merek rokok khusus kawasan bebas (ilegal) sekitar 228 karton yang ditangkap.

KARIMUN, (KT) -  Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Khusus Kepulauan Riau (DJBC Khusus Kepri) telah mengamankan ratusan karton rokok khusus kawsan bebas berbagai merek.

Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil DJBC Khusus Kepri, Raden Evy Suhartantio saat ditemui mengatakan, ratusan karton rokok berbagai merek, diantaranya Bell Mild, Scot, H-Mild dan Luffman diangkut mengunakan Sped Boat (SB) GM. Adi Syahputra asal Batam, Kepri dengan tujuan Tembilahan berbendera Indonesia.

Lanjutnya, penangkapan terhadap sped boat beserta muatan senilai Rp 450 juta yang di nahkodai berinisial Sm memliki empat orang ABK, di perairan Pulau Pemping Besar posisi 01-05'-02" U/103-48'-30" T pada, Kamis 21 Agustus 2014 pukul 07.00 WIB.

" SB GM Adi Syahputra ditangkap oleh tim partoli laut BC 15040. Penangkapan dilakukan, dikarenakan ratusan karton rokok khusus kawasan bebas yang dibawa telah melanggar Undang-Undang (UU) No 17 tahun 2006, tentang Kepabeanan, dengan ancaman pidana 1 sampai 10 tahun, kemudian denda dari Rp 50 juta hingga Rp 5 miliar," terang Evy kepada karimuntoday.com, Selasa (26/8/2014).

Evy menceritakan, pada saat penegahan terhadap SB GM Adi Syahputra mencoba untuk kabur (tidak mau berhenti) setelah diberikan isyarat oleh tim patroli laut BC 15040.

Melihat adanya tindakan seperti itu sambungnya menceritakan, tim partoli yang melakukan operasi tersebut melakukan tembakan peringatan sebanyak tiga kali ke udara. Tetapi, armada yang menjadi target itu tidak mau berhenti masih mencoba kabur.

" Sudah diberikan isyarat dan tembakan peringatan ke udara juga tetap tidak mau berhenti. Melihat hal demekian, tim partoli laut BC 15040 terpaksa mengambil tindakan dengan cara mesin mesih SB. GM Adi Syahputra sebelah kiri, barulah target berhasil dilumpuhkan," ungkapnya.

Begitu berhasil ditangkap tambahnya, SB. GM Adi Syahputra, muatan, nahkoda besertanya langsung digiring menuju Kanwil DJBC Khusus Kepri. Mengenai tindak lanjut kasus tersebut, saat ini ditangani oleh Bidang Penyidikan dan Barang hasil penindakan, Kanwil DJBC Khusus Kepri untuk penyidikan lebih lanjut," pungkas Evy.

Keberhasilan Patroli Kanwil DJBC Khusus Kepri mencegah maraknya peredaran rokok tampa pita cukai tentu sangat di apresiasi, dikarenakan tiga bulan terakhir media online ini sangat getol memberitakan tentang maraknya rokok tersebut beredar di kabupaten karimun, kepri bahkan diluar kepri terutama di kabupaten Inhil, Tembilahn,Riau, tentu kita berharap agar Jajaran Kanwil DJBC Khusus Kepri jangan hanya di laut untuk mencegah maraknya peredaran rokok tampa pita cukai tersebut, tetapi di darat juga diproritaskan, semoga. (nov.k)

 

 

images/1442.jpg

Ket Foto : Bupati Kuansing H Sukarmis saat menerima bantuan mobil dari Perwakilan Bank Riau -Kepri. ( ktc )

Kuansing(KT - Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Kuantan Singingi ( Kuansing ) menerima bantuan satu unit mobil ambulance jenis APV dari PT Bank Riau-Kepri. Mobil bantuan tersebut diserahkan secara simbolis pada saat pemberian hadiah pacu jalur tradisional di Taman Jalur Teluk Kuantan, Minggu (24/8/2014).

Bantuan tersebut disalurkan secara langsung oleh Direktur Bank RiauKepri Cabang Teluk Kuantan, Muhammad Affan kepada Bupati H Sukarmis yang diwakili Sekretaris Daerah Kuantan Singingi, Drs H Muharman MPd dan dilanjutkan dengan penyerahan secara resmi kepada Bupati H Sukarmis dihalaman Kantor Bupati Kuansing, Senin ( 25/8/2014 ) .

Satu unit mobil APV ini diberikan kepada Pemkab Kuasing agar pelayanan kesehatan di tengah masyarakat dapat ditingkatkan sebagai bentuk kepeduliaan Bank RiauKepri terhadap daerah dan masyarakat.

"Dengan bantuan satu unit mobil ambulance ini hendaknya dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan pelayanan kesehatan," kata Direktur Bank Riau -Kepri, Muhammad Affan kepada wartawan usai menyerahkan bantuan mobil tersebut, Senin kepada Bupati Sukarmis.

Muhammad Affan menegaskan kalau pihaknya sangat komit dalam mendukung pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Kuantan Singingi. Kedepan, kata Affan, bank yang menjadi kebanggaan masyarakat Riau Kepri ini akan terus bersama pemerintah membangun negeri.

"Kita akan terus mendukung pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Semoga bantuan mobil ambulance ini bermanfaat bagi semua pihak," ujar Muhammad Affan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kuantan Singingi, Drs H Muharman MPd mengucapkan terima kasih kepada Bank RiauKepri yang telah menyumbangkan bantuan berupa satu unit mobil ambulance kepada Pemkab Kuansing.

"Terima kasih kita ucapkan kepada Bank Riau Kepri yang telah memberi bantuan satu unit mobil ambulance APV kepada Pemkab Kuansing, karena memang sangat dibutuhkan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," ujar Muharman.

Menurut Muharman, bagi masyarakat Kuansing yang hendak menggunakan mobil ini untuk keperluan sosial kemasyarakatan dapat menghubungi Pemkab Kuansing. " Kita akan menggunakan mobil ini untuk kemaslahatan umat,'pungkasnya. (ktc/kt )

images/1441.jpg
Pedagang dadakan berjualan di pinggir pantai Puakang, Kelurahan Sei Lakam, Kecamatan Karimun yang semakin menjamur sejak lama.

 

KARIMUN, (KT) - Pedagang ikan dadakan berada di pinggir pantai Puakang Kelurahan Sei Lakam Timur, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun semakin tumbuh subur dan banyak (menjamur).

Adanya tempat jualan (meja) yang didirikan dari etnis Tionghoa tersebut membuat Bupati Karimun, Nurdin Basirun sangat marah atau gusar (berang).

Bupati Karimun ketika ditemui meminta kepada semua pedagang dadakan yang berjualan di pinggir pantai Puakang Kelurahan Sei Lakam Timur, Kecamatan Karimun untuk tidak meneruskan usahanya lagi.

Soalnya kata Nurdin, keberadaan tempat jualan dadakan tersebut sangat menganggu aktifitas jalan raya, dan besar kemungkinan terjadi kemacetan.

" Itu jalan raya umum banyak dilewati kendaraan. Dari aktifitas jualan tersebut, tentunya menimbulkan aroma tidak sedap (bau busuk). Maka dari itu, diminta kepada pedaganag dadakan ditempat itu untuk menghentikan usahanya," tegas Nurdin, Senin (25/8/2014).

Disampaikan orang nomor satu di Kabupaten Karimun tersebut, dirinya tidak pernah melarang masyarakat dalam berusaha untuk cari makan. Namun lanjutnya, dilihat-lihat sampai sejauh ini semakin betambah banyak saja jumlah pedagangnya dadakan di pinggir pantai itu.

" Saya mau memperindah daerah ini. Jika memang mereka mau sungguh-sungguh berjualan, akan disiapkan tempat jualannya, bisa saja penempatannya di Pasar Puan Maimun Blok B," kata Nurdin.

Menyikapi hal itu Ketua Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kabupaten Karimun menyebutkan, Pemkab Karimun jangan asal berbicara.

Dikatakan Azman, melihat kondisi Pasar Puan Maimun Blok B setelah diresmikan pemakaiannya masih dinilai amburadul. Bagaimana tidak sambungnya, dalam  penempatan tempat jualan pedagang di Puan Maimun Blok B masih bercampur aduk. Parahnya lagi, di pasar modren itu masih terlihat pedagang kaki lima.

" Pemkab Karimun belum becus dalam merelokasi pedagang. Sekarang pedagang ikan dadakan dipinggir pantai Puakang mau direlokasi, sedangkan tempat jualan di Puan Maimun Blok B masih kekurangan. Jadi, Bupati Karimun jangan suka asal bicara," kata Azman lantang.

Pantauan karimuntoday.com dilapangan di pinggir pantai Puakang  Kelurahan Sei Lakam Timur, Kecamatan Karimun tidak hanya berdirinya tempat jualan pedagang ikan, tetapi pedagang sayur juga ada. Dan, pedagang ikan dadakan mulai berjualan sekitar pukul 14.00 WIB hingga menjelang Sholat Magrib. Kemudian, keberadaan pedagang ikan dadakan ditempat tersebut sudah sejak lama.(nov.k)

images/1440.jpg

Kondisi Jalan belum sampai satu tahun sudah terkelupas dan terindikasi tidak sesuai bistek(aspal tipis)

KARIMUN,(KT)  – Aspal di Jalan Bukit Gembira, Seiraya, Meral, Karimun belum lagi genap berusia 1 tahun. Namun, aspalnya sudah rusak dan terkelupas di sejumlah titik. Akibatnya, pengguna jalan raya harus waspada saat melintasi jalan tersebut.

Pantauan Tanjungpinang Pos saat melintasi jalan itu, setiap pengendara yang melintasi jalan itu selalu melihat bagian jalan yang rusak. Tidak sedikit dari mereka yang menggelengkan kepala karena mengetahui jalan itu belum genap berusia 1 tahun

Sebelum jalan diaspal, kontraktor melakukan pengerasan jalan, selang beberapa waktu kemudian dilakukan pengaspalan jalan oleh kontraktor CV Cahaya Haviza dengan konsultan pengawas CV Rama Konsultan sesuai nomor kontrak 04/30-25/SP/FSK/PU/APBD/IX/2013 dengan nilai kontrak Rp 680.636.500

Pengerjaan jalan itu masuk dalam program pembangunan infrastruktur pedesaan dan kegiatan pembangunan infrasktruktur Kabupaten Karimun, pekerjaan peningkatan jalan Bukit Gembira, Sungai Raya, Meral. Dengan masa pelaksanaan kala itu 90 hari kalender.

“Beginilah kalau proyek pemerintah, belum genap 1 tahun jalan sudah rusak. Tidak tahu, apakah kultur tanah yang gembur atau aspal yang kurang bagus atau jalan ini dikerjakan tidak sesuai bestek,” ucap seorang warga yang melintasi jalan itu.

Ketua LSM Kiprah Karimun Jhon Syahputra meminta, kontraktor dan pemerintah untuk mengerjakan proyek pembangunan jalan dan fasilitas umum lainnya sesuai dengan harapan masyarakat. Jangan buat masyarakat kecewa dengan hasil pekerjaan yang asal-asalan.  Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat proyek hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Seperti, penawaran yang terlalu rendah, pengawasan dan konsultan pengawas yang kurang atau pekerjaan yang dikerjakan asal jadi.

“Untuk itu, besar harapan kita ke depan, konsultan pengawas benar-benar melaksanakan tugasnya dengan baik. Bila perlu kepala SKPD terkait turun langsung ke lokasi proyek sebelum dananya dicairkan 100 persen. Melihal kondisi jalan di menuju Bukit Gembira, jujur kita kecewa melihat hasil kerja itu,” ucap Jhon Syahpura mengakhiri.

Hal senada juga dikatakan, Rudy Erwandy salah seorang Pengurus LSM di Karimun kepada media ini senin,(25/8), Dia sangat menyayangkan anggaran sebegitu besar namun hasil serta mutunya sangat tidak sesuai dengan harapan, hal tersebut dia menilai kurangnya pengawasan dari pihak Dinas PU Provinsi sehingga, kondisi jalan tersebut belum satu tahun aspalnya sudah mengelupas, dan dia juga berharap agar aparat penegak hukum kejaksaan negeri karimun, untuk melakukan investigasi kelapangan untuk mengcros chek pembangunan jalan tersebut, sebab, dia menilai proyek pembangunan jalan tersebut tidak menutup kemungkinan menyimpang dari bestek, Imbuhnya (TP/KT)

 

images/1439.jpg

Salah seorang Wartawan Lingga sedang Menunjuk Lokasi Pembangunan Gedung Lembaga Adat Melayu.

LINGGA,(KT) - Pembagunan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga di danai dari APBD=P Kepri  mulai dikerjakan. Namun, gedung yang bernilai Rp2,3 miliar tersebut perlu pengawasan ketat, karena gedung LAM bakal simbol
kebudayaan Melayu di Lingga.

Pantauan Karimuntoday.com di lapangan, pengerjaan bangunan proyek Gedung LAM terlihat asal jadi,  karena proses pengecoran pondasi cerujuk dilakukan secara manual, bahkan pengadukan semen juga  masih dilakukan secara manual.

Kepala tukang pengerjaan Gedung LAM  Husen kepada media ini mengatakan, pengerja,an pembangunan  tersebut masih dalam tahap penanaman cakar ayam, dan pemasangan jerujuk kayu.

"Kita baru mulai bekerja, tapi kita memakai alat seadanya," ungkap Husein, Selasa (19/8). Tahap awal, kata Husen, pengerjaan dilakukan dengan pemasangan jerujuk kayu, yaitu 13 biji satu lubang.

Sesuai dengan perencanaan, harus tertancap sedalam 2 meter, tetapi pemasangan jerujuk tersebut hanya  tertancap 1 meter.

Karena menurut Husen, fasilitas yang ada hanya menggunakan palu beton untuk mengetok kayu tersebut.  Setelah tertancap 1 meter, kayunya sudah pecah dan tidak bisa lagi di ketok sehingga kita terpaksa  memotongnya.

"Pengecoran pemasangan jerujuk juga menggunakan manual. Ya terpaksa dipotong," ungkapnya. Pengerjaan yang harus terlaksana, lanjut Hesen, mereka menanam 112 cakar ayam. Saat ini baru sebanyak 40  cakar ayam sudah dilakukan pengecoran dengan cara manual.

" Pengadukan semen tanpa molen dikhawatirkan hasil adukan tidak rata. Saat ini kami tidak tidak punya molen,  sehingga mau tidak mau, pakai manual. Jumlah tenaga kerja yang ada sebanyak 12orang," ujarnya.

Pengerjaan proyek pembangunan Gedung LAM tersebut, pada Selasa (19/8) sempat terhenti karena beberapa  hari belakangan cuaca buruk. Tumpukan pasir dan kayu yang akan digunakan untuk pembangunan Gedung  LAM masih terlihat di lokasi. Hujan yang terus mengguyuri di Lingga, membuat para pekerja istirahat, tidak melanjutkan pengerjaan.

" Ini sesuai dengan instruksi dari konsultan, karena cuaca," imbuhnya. Diketahui pengerjaan proyek Gedung LAM dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri, dengan  nilai kontrak sebesar Rp2,3 miliar. Lama pengerjaan 150 hari kerja. Dikerjakaan oleh kontraktor PT Bintang  Utama Tehnik, dengan konsultan pengawas CV Tunjuk Satu Konsultan.

Di tempat berbeda, Rusli Ketua LSM GRIB Lingga, meminta pengerjaan Gedung LAM dilaksanakan dengan  benar-benar. Karena gedung tersebut merupakan Balai Adat di Lingga. "Apalagi pengawasannya. Jangan dianggap sepele kita harus kawal bersama-sama," pungkasnya.

Secara terpisah pihak Kontraktor sebagai pelaksana sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya.(RS)

Canggai Putri

:: KEPRI

KALENDER BERITA

« September 2014 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30          
DISPENDA KARIMUN