karimuntoday.com

karimuntoday.com

images/18001.jpg
Keterangan foto berita : Camat Karimun, Ramli. S.Sos. M.Si serta Daeng Lurah Lubuk Semut ikut menyapu lalang hijau yang sudah dipotong dalam gotong royong bersama (Program Jum'at Bersih) di Kelurahan Lubuk Semut, Minggu (23/11/2014).

KARIMUN (KT) - Kesadaran masyarakat se-Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun untuk melakukan hidup bersih dan sehat mulai tinggi. Hal ini dikarenakan pimpinan di kecamatan tersebut secara rutin melaksanakan kegiatan bersih-bersih kesetiap lingkungan diwilayahnya. 

"Alhamdulillah saat ini masyarakat sangat bersemangat sekali melakukan kegiatan bersih-bersih dimasing-masing lingkungannya," ujar Camat Karimun, Ramli. S.Sos. M.Si saat ditemui karimuntoday.com diselal-sela melaksanakan gotong di RT 3 RW 2 Kelurahan Lubuk Semut, Minggu (23/11/2014).

Ramli mengatakan, gotong royong bersama dilakukan itu merupakan kelanjutan dari program "Jum'at Bersih" yang telah dilaksanakan.

"Semestinya program tersebut dilakukan pada hari Jum'at. Namun, untuk dihari itu masyarakat belum bisa melaksanakan dikarenakan sibuk bekerja. Akhirnya dilakasanakan pada hari libur kerja seperti ini (Minggu)," ungkapnya.

Dikatakannya lagi, memilih pelaksanaan gotong royong bersama di Kelurahan Lubuk Semut, dikarenakan lalang hijua berada dipinggir sepanjang jalan raya di Kelurahan tersebut sudah tinggi.

"Jalan raya di Kelurahan Lubuk Semut merupakan jalan yang digunakan juga menuju Kantor Camat Karimun. Kemudian banyak juga dilalui kendaraan-kendaraan pejabat teras di Pemkab Karimun. Untuk memperindah pandangan seperti dulu kala, dilaksanakan gotong royong," ucap Ramli.

Ditanya kegiatan yang dilaksanakan "Jum'at Bersih" untuk mewujudkan meraih piala Adipura Kabupaten Karimun tahun 2014, Ramli tidak menepisnya.

"Program tersebut salah satu mewujudkan pencapaian meraih Adipura. Namun tujuan utamanya, gotong royong untuk menimbulkan rasa dan tanggungjawab masyarakat terhadap kepedulian kebersihan lingkungan," katanya mengakhiri.(nov.k)


images/17099.jpg

Bupati Karimun, Nurdin Basirun sangat menyesalkannya. Sebab menurutnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara hukum.

KARIMUN (KT) - 180 orang tak dikenal (OTK) yang diamankan di Mapolres Karimun setelah menyerang Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Khusus Kepri di Jl Jend A Yani Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Sabtu (22/11/2014) pukul 04.00 WIB pagi kemarin menjadi buah bibir dikalangan publik saat ini.

Soalnya dalam penyerangan dari OTK dengan membawa senjata tajam tersebut, sebagai pemimpinnya diduga H.Permata, yang merupakan salah seorang pengusaha ternama di Batam, Provinsi Kepri.

Terjadinya penyerangan ke Kanwil DJBC Khusus Kepri itu, Bupati Karimun, Nurdin Basirun sangat menyesalkannya. Sebab menurutnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara hukum.

"Meskipun dari aparat gabungan telah berhasil mengatasi kerjadian yang berlaku. Tindakan itu (penyerangan) sangat melanggar hukum. Tindakan seperti itu tidak sewajarnya dilakukan. Apapun masalahnya, harus diselesaikan dengan baik-baik (duduk bersama), serta sesuai ketentuan berlaku," ungkap Nurdin saat ditemui karimuntoday.com, Minggu (23/11/2014).

Seperti diberitakan, penyerangan ratusan OTK ke Kanwil DJBC Khusus Kepri diduga terkait penangkapan terhadap KM. Jember Hati GT 281 yang mengangkut rotan mentah berkisar 300 ton lebih asal Palembang tujuan Batam, di Tanjung Berakit Utara, Kabupaten Bintan, Kepri sekitar pukul 15.30 WIB,  Jum'at (21/11/2014).

"Alasan kuat menangkap KM. Jember Hati yang ber-ABK sebanyak 12 orang telah berhasil dimanakan, dikarenakan barang bawaannya tidak dilengkapi dokumen yang sah, seperti dokumen kehutanan. Selain itu saat penegahan, haluan kapal tersebut mengarah ke perairan Internasional (Selat Melaka),"
ungkap Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil DJBC Khusus Kepri, Raden Evy Suhartantio,  Sabtu (22/11/2014).

Masih seperti diberitakan, mengenai H.Permata sebagai pemimpin dalam penyerangan dan juga sebagai pemilik KM. Jember Hati, Kapolres Karimun, AKBP Suwondo Nainggolan belum bisa menjawabnya.

"Dalam ratusan massa itu memang kita temukan H. Pertama. Namun, disebut dia (H. Pertama) dalang dari semua ini belum bisa dipastikan. Dan saat ini H. Pertama bersama ratusan OTK itu masih dalam penyelidikan di Mapolres Karirmun," ucap Kapolres Karimun, Sabtu (22/11/2014).

Informasi yang berhasil dihimpun karimuntoday.com, Sabtu (22/11/2014) pukul 03.30 WIB sekitar 200 orang massa membawa kayu dan senjata tajam yang dibawa H. Permata dengan menggunakan 4 speed boat menyeberang dari Batam ke Karimun. Setibanya ditempat tujuan, berkumpul didepan Kanwil DJBC Khusus Kepri.

Pukul 04.00 WIB nya situasi mulai memanas. Sebab massa masuk kehalaman depan dan sebagiannya menuju dermaga belakang Kanwil DJBC Kepri dengan memaksa agar KM. Jember Hati segera dilepas. Adanya kedatangan massa tersebut, berhasil dikendalikan aparat gabungan. Kemudian pukul 05.25 WIB, ratusan massa langsung diamankan ke Mapolres Karimun.

Masih menurut informasi, dalam penangkapan KM Jember Hati terlihat adanya sekitar 10 orang menggunakan speed boat yang membawa senjata tajam (parang-red). Sementara itu dari 10 orang itu, 2 diantaranya diduga adanya mantan oknum TNI Angkatan Laut (AL).

Perkembangannya, pukul 20.00 WIB posisi KM. Jember Hati berada diperairan Karang Galang Batam dan sedang dalam perjalanan menuju Kanwil DJBC Kepri. Namun, untuk mengantisipasi hal yang tidak terduga, maka proses penarikan KM. Jember Hati dibantu dengan pangawalan dari KRI Todak Lantamal IV Tanjungpinang. Sementara 2 mantan oknum TNI AL tersebut dan Arjuna (sipil) diamankan didalam KRI Todak pada 22 November 2014 pukul 01.00 WIB (dini hari).(nov.k)


images/17097.jpg

Keterangan foto berita : Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga (Kakanpora) Kabupaten Karimun, Umar, S.Pd. MM. Pub menyerahkan piala kepada juara II balap sepeda tahun 2014, Dandi Zuriandi dari Kundur kategori usia 17-39 tahun.

KARIMUN (KT) - Bupati Karimun, Nurdin Basirun secara resmi melepas peserta balap sepeda bertempat didepan panggung rakyat Putri Kemuning, Coastal Arae Tanjung Balai Karimun yang dihadiri FKPD dan sejumlah SKPD Kabupaten Kaimun, Minggu (23/11/2014) pagi.

Hebatnya, kegiatan yang dilaksanakan dari Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri tahun ini tersebut pesertanya (pembalap sepeda) lebih meningkat dari sebelumnya.

images/18021.jpg

Kakanpora Kabupaten Karimun, Umar. S.Pd. MM. Pub mengalungkan medali kepada juara III balap sepeda, Ardian Firmansyah dari Karimun kategori usia 17-39 tahun.

Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga (Kakanpora) Kabupaten Karimun, Umar, S.Pd. MM. Pub kepada karimuntoday.com mengatakan, balap sepeda dalam rangka merayakan Hari Pahlawan tahun 2014 diikuti sebanyak 137 orang pembalap dengan tiga kategori usia.

"Kategori usia 17-39 diikuti sebanyak 69, usia 40-49 sebanyak 23 orang, sedangkan untuk usia 50 tahun keatas sebanyak 45. Jika dibandingan tahun sebelumnya dengan jumlah 132 pembalap sepeda, untuk ditahun ini mengalami peningakatan," terangnya.

images/18022.jpg

Kakanpora Kabupaten Karimun, Umar. S.Pd. MM. Pub (kanan) berfoto bersama dengan juara-juara balap sepeda kategori usia 17-39 tahun

Dikatakannya lagi, pembalap sepeda yang mengikuti lomba tidak hanya berasal dari Kabupaten Karimun saja. Tetapi dari beberapa daerah lainnya, seperti Batam, Kota Tanjungpinang serta Kabupaten Bintan juga turut hadir memeriahkan.

Umar menyebutkan rute yang dilalui dimulai star dari depan panggung rakyat Putri Kemuning lurus menuju KPPBC Tipe Madya Pabean B Karimun, lalu berbelok hingga keujung Coastal Area diteruskan ke PLTU Tanjung Sebatak, Sei Bati (PN), Stadion Badang Perkasa. Setelah memutar didepan Kantor Koramil 04 Desa Pongkar, pembalap melaju kembali lagi ke garis finish.

Lebih jauh disampaikannya, kepada pembalap sepeda berhasil menjuarai lomba kali ini telah disediakan hadiah berupa uang pembinaan. Yang mana juara menerima sebesar I Rp 3,5 juta, juara II Rp 2,5 juta, sedangkan juara III Rp 1,5 juta. Dan masing-masing juara tersebut juga mendapatkan piala serta medali.

"Kita juga memberikan uang pembinaan dan medali kepada juara-juara harapan. Untuk juara harapan 1 sebesar Rp 1 juta, sementara dari juara harapan 2 sampai 6 masing-masing mendapatkan Rp 750 ribu," papar Umar.

Sementara itu Bupati Karimun dalam sambutan singkatnya mengharapkan, melalui program pembinaan dan pemasyarakatan olahraga seperti ini, mari kita tingkatkan rekreasi dalam menghasilkan pembalap sepeda berpretasi.

"Kepada seluruh peserta lomba balap sepeda untuk berhati-hati serta selalu waspasa. Karena, dalam lomba ini mengunakan jalan raya yang banyak dilewati kendaraan," imbau Nurdin mengakhiri.

Setelah mengikuti pertandingan juara I kategori usai 17-39 dirah oleh Deni Karaben dari Kundur, juara II Dandi Zuriandi dari Kundur, dan juara III Ardian Firmansyah dari Karimun. Sedangkan usia 40-49 tahun juara I Heri dari Karimun, juara II Khairul dari Karimun, juara III Julkifli dari Kundur. Kemudian usia 50 tahun keatas juara I H. Eriadi dari Karimun, juara II Ruslan dari Karimun, juara III Suprianto dari Karimun.(nov.k)

images/17094.jpg

Ket Photo : Ruas Jalan di Costal Area yang di Lakukan Pengerasan oleh PT Karimun Agung Perkasa.(photo.Anies/karimuntoday.com).

Karimun,(KT) – Kabupaten Karimun,Kepri setiap tahun terus berupaya melakukan pembangunan infrastruktur seperti sarana jalan dan lainya, untuk tahun 2014 ini, Pemerintah Kabupaten Karimun, melalui Dinas Pekerjaan Umum, melakukan pengerasan terhadap ruas jalan di Costal Area yang tidak jauh dari Tugu Iman dan Taqwa.

Wawan  salah seorang warga karimun ketika dimintai tanggapnya oleh media ini sabtu(22/11),mengatakan, Pembangunan di Kabupaten Karimun, semakin tahun semakin menggeliat, baik dari segi infrastruktur maupun lainya, salh satu yang menjadi kebanggan masyarakat kabupaten karimun adalah, areal Costal Area, dan bisa kita liat tahun ini pemkab karimun, mulai melakukan pengerasan lagi ruas jalan di costal area, artinya, tidak lama lagi, ruas jalan akan semakin bagus.

 Pemkab Karimun, Melalui Dinas Pekerjaan Umum terus bersolek memperindah ruas jalan di Costal Area, dan tentunya, aktivitas masyarakat akan bertambah nyaman, apalagi areal costal area kalau tidak  salah satu objek wisata unggulan kabupaten karimun,” Ujarnya

Dari pantauan media ini dilapangan Proyek Pengerjaan pengerasan jalan di Costal Area di kerjakan oleh PT Karimun Agung Perkasa dengan Nilai Pekerjaan sebesar Rp. 5.491.42.600, sumber anggaran APBD Kabupaten Karimun, dengan jangka waktu  empat puluh lima hari,(kalender-red), sedangkan consultan pengawas CV.Tuah Tujuh Nusa.(Anies)


images/17093.jpg
Keterangan foto berita : Asisten II Bidang Administrasi Umum Pemkab Karimun, Syamsuardi saat membuka sosialisasi pajak daerah bagi wajib pajak yang dilaksanakan dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Karimun, di meeting room lantai 7 Hotel Aston Karimun, Sabtu (22/11/2014) siang.
 
KARIMUN (KT) - Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulaun Riau melaksanakan sosialisasi pajak daerah bagi wajib pajak, Sabtu (22/11/2014) siang.

Sosialisasi bertempat di meeting room lantai 7 Hotel Aston Karimun berlangsung sejak tanggal 22 sampai 23 November, dengan menghadirkan 2 orang pameteri, diantaranya berasal dari Kemendagri RI, secara resmi dibuka oleh Asisten II Bidang Administrasi Umum Pemkab Karimun, Syamsuardi.

Kadispenda Kabupaten Karimun, Muhd. Firmansyah yang diwakili Sekretarisnya, Ramli dalam laporannya menyampaikan, sosialisasi ini bertujuan tercapainya suatu pemahaman yang baik bagi wajib pajak daerah.  Sehingga menumbuhkan semangat sadar pajak dalam ikut berperan pembangunan daerah.

"Peserta mengikuti sosialisasi ini terdiri dari pengusaha hotel, restoran dan hiburan berjumlah 235 orang. Dengan rincian untuk wajib pajak hotel sebanyak 71 orang, restoran 119, kemudian hiburan 45 orang," terangnya.

Lebih jauh disampaikan Ramli lagi, dalam kegiatan yang dilaksanakan memiliki 6 target. Adapun target dimaksud (1) peserta memahami hak dan kewajiban sebagai wajib pajak, (2) meningkatkan motivasi untuk menyetor pajak daerah atas usahanya, (3) melaksanakan pemunggutan dan pelaporan secara tepat dan benar.

Target lainnya (4) memperoleh masukan dari peserta tentang upaya peningkatan pendapatan daerah Kabupaten Karimun, (5) menambah wawasan dan pengetahuan peserta tentang sumber pendapatan daerah, terakhir (6) meningkatkan pembayaran pajak daerah Kabupaten Karimun," paparnya.

Pada kesempatan ini disampaikannya kembali, Dispenda Kabupaten Karimun telah mengeluarkan himbauan mulai diberlakukan terhitung dari tanggal 1 Januari 2015. Yang mana poin-poin dari himbauan itu diwajibkan kepada seluruh pengusaha hotel, restoran dan hiburan yang belum memunggut pajak daerah untuk mencantunkam pajak daerah pada bill/nota penjualan masing-masing  sebesar 10 persen.

Poin lainnya, apabila pengusaha tersebut tidak melakukan pemungutan pajak, maka pajak dihitung dari omset/nilai penjualan dikali tarif pajak sesuai peraturan yang berlaku, serta melampirkan buku penerimaan harian. Dispenda Karimun akan melaksanakan pemeriksaan secara berkala terhadap hasil pendapatan dari usaha tersebut untuk menguji apakah pajak yang dibayarkan sesuai dengan omsetnya.

Selanutnyam, apabila laporan pajak yang disampaikan dari setiap pengusaha hotel, restoran dan hiburan disampaikan tidak benar, maka akan dikenakan kurang bayar ditambah denda administrasi," jelasnya.

Sementara itu Asisten II Bidang Administrasi Umum Pemkab Karimun, Syamsuardi dalam sambutannya mengatakan, selama ini dari pengusaha hotel, restoran dan hiburan yang telah memberikan kontribusi bagi daerah.

"Hasil dari pajak perhotelan, restoran serta hiburan perlu ditingkatkan lagi. Karena, hanya bru nol sekian persen saja. Meskipun demekian, dilihat dari empat tahun terakhir, pendapatan dari berbagai sektor memgalami peningkatan. Yang mana dalam setahun rata-rata sekitar Rp 240 miliar ke PAD Kabupaten Karimun," katanya.

Dikahir sambutannya, Syamsuardi  berharap melalui kegiatan ini mengajak semua pihak untuk sama-sama bergandeng tangan dalam meningkatkan PAD Kabupaten Karimun, yang manfaatnya untuk pembangunan daerah," pungkasnya.
 
Pantauan karimuntoday.com, dalam sosialisasi pajak daerah bagi wajib pajak ini turut hadiri sejumlah SKPD dan Camat se-Pulau Karimun besar.(nov.k)


images/17088.jpg

Keterangan foto berita : Ratusan OTK diamankan di Mapolres Karimun yang menyerang Kanwil DJBC Khusus Kepri, diduga terkait penangkapan terhadap KM. Jember Hati GT 281 yang mengangkut rotan berkisar 300 ton lebih asal Palembang tujuan Batam karena tidak dilengkapi dokumen yang sah, Sabtu (22/11/2014).(photo.Novel Kartino/karimuntoday.com).

KARIMUN (KT) - Diduga terkait penangkapan terhadap KM. Jember Hati GT 281 yang mengangkut rotan berkisar 300 ton lebih asal Palembang tujuan Batam karena tidak dilengkapi dokumen yang sah di perairan Tanjung Berakit, Batam, Jum'at (21/11/2014) sekitar pukul 15.30 WIB kemarin, ratusan orang tak dikenal (OTK) menyerang Kanwil DJBC Khusus Kepri, Sabtu (22/11/2014) pukul 04.00 WIB pagi.

Namun, adanya penyerangan dari OTK ke Kanwil DJBC Khusus Kepri dibantah oleh Kapolres Karimun, AKBP Suwondo Nainggolan.

"Itu bukan penyerangan. Kedatangan ratusan massa yang bergerak dari satu titik melalui Pelabuhan Sengkuang Tajung Uncang, Batam, Sabtu (22/11/2014) pukul 00.30 WIB pagi itu, bertujuan memprotes agar kapal yang ditangkap Kanwil DJBC Khusus Kepri tersebut dilepaskan," ujarnya saat ditemui di Mapolres Karimun, Sabtu (22/11/2014).

Kapolres Karimun mengatakan, pihaknya menerima informasi melalui telpon dari pihak Kanwil DJBC Khusus Kepri tentang adanya kedatangan massa pukul 04.00 WIB pagi tadi. Berdasarkan informasi yang diterima, massa yang datang untuk melakukan melakukan aksi protes itu, mengunakan spead boat sebanyak 6 unit mencapai 500 orang.

"Setelah informasi didapat, bersama aparat gabungan lainnya mendatang TKP dan melakukan pengejaran kelaut. Hasilnya, sebanyak 180 OTK diamankan langsung dibawa ke Mapolres Karimun. Dari kesmua yang diamankan, enam diantaranya ditemukan membawa senjata tajam. Sedangkan massa di 3 sped boat lainnya berhasil kabur," tuturnya.

Ditanya ratusan massa dipimimpin oleh salah seorang pengusaha ternama di Batam bernama H. Pertama, yang menurut informasi sebagai pemilik KM. Jember Hati, Kapolres Karimun belum bisa menjawabnya.

"Dalam ratusan massa itu memang kita temukan H. Pertama ikut bergabung. Namun, disebut H. Pertama dalang dari semua ini belum bisa dipastikan. Dan saat ini H. Pertama masih dalam penyelidikan di Mapolres Karirmun," tuturnya lagi.

Sementara itu, Vinsen (12 tahun) salah saeorang dari ratusan massa itu ketika ditemui menceritakan, saat sedang duduk sekitar pukul 21.00 WIB Jum'at malam kemarin, datang seseorang mengunakan mobil lory mengajak saya kerja "jaga kapal", dengan imbalan uang yang tidak diketahui berapa nominalnya (gaji). Tanpa pikir panjang bertepatan lagi membutuhkan uang, ajakan tersebut diterima.

Setelah ikut bersama seseorang terssbut lanjutnya bercerita, saya diminta masuk kedalam sped boat dan terlihatlah banyak orang-orang yang tidak dikenal lainnya.

"Semasa didalam sped boat saya tidak merasa curiga apapun. Akhirnya sped boat bersandar digudang ikan (pabrik es Pantai Pak Imam, Kecamatan Meral-red). Setelah sampai ditempat tersebut, kami semua disuruh jalan kaki menuju Kanwil DJBC Khusus Kepri, lalu disuruh lempar-lempar batu," kata salah seorang pelajar di SMP 10 Batam itu kepada karimuntoday.com.

Ditanya apakah mengenal H. Permata, pelajar tersebut menuturkan baru saja mengenalinya saat berada didalam sped boat

"Jujur saya tidak mengetahui jika tujuan utama dari ajakan itu adalah mendatangi Kanwil DJBC Khusus Kepri untuk melakukan penyerangan. Sebab awalnya, seseorang yang tidak dikenalnnya itu hanya mengajak saya kerja menjaga kapal. Dalam kejadian ini, saya merasa ditipu, dan hari ini saya tidak masuk kesekolah," keluhnya mengakhiri.(nov.k)


images/17089.jpg

Keterangan foto berita : Ratusan orang tidak dikenal (OTK) diamankan di Mapolres Karimun, ,yang menyerang Kanwil DJBC Khusus Kepri diduga terkait penangkapan terhadap KM. Jember Hati GT 281 yang mengangkut rotan berkisar 300 ton lebih asal Palembang tujuan Batam karena tidak dilengkapi dokumen yang sah, Sabtu (22/11/2014) pukul 04.00 WIB pagi.(photo.Novel Kartino/karimuntoday.com).

KARIMUN (KT) -  Sabtu (22/11/2014) pukul 04.00 WIB pagi Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Khusus Kepri di Jl Jend A Yani Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun diserang sekitar 200 orang tak dikenal (OTK).

Mengenai apa yang terjadi, Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil DJBC Khusus Kepri, Raden Evy Suhartantio saat ditemui membenarkannya.

"Mereka (OTK) belum sempat menyerang. Begitu masuk dari gerbang utama Kanwil DJBC Khusus Kepri, langsug diamankan oleh TNI/Polri yang sudah bersiaga sebelumnya. Setelah itu massa tersebut dibawa ke Mapolres Karimun," terang Evy panggilan akrabnya.

Evy mengatakan, penyerangan dari OTK diduga berasal dari Dapur 12 Batam yang berhasil digagalkan itu, bertujuan untuk mengambil kembali KM. Jember Hati  GT 281 yang ditangkap di perairan Tanjung Berakit, Batam, Jum'at (21/11/2014) sekitar pukul 15.30 WIB kemarin.

"Alasan kuat menangkap KM. Jember Hati yang saat 12 ABK-nya telah dimanakan, dikarenakan barang bawaannya berupa rotan berkisar 300 ton lebih asal Palembang tujuan Batam tidak dilengkapi dokumen yang sah, seperti dokumen kehutanan. Selain itu saat penegahan, haluan haluan kapal tersebut mengarah ke perairan Internasional (Selat Melaka)," ungkapnya.

Ditanya apakah ada pengrusakan yang dialami Kanwil DJBC Khusus Kepri akibat dari penyerangan, Evy menuturkan tidak ada.

"Tidak ada kerusakan yang terjadi meskipun ratusan OTK sudah masuk kedalam Kanwil DJBC Khusus Kepri. Begitu juga dengan anggota yang berjaga di pos gerbang utama, juga tidak mengalami apapun," pungkasnya.(nov.k)


images/17086.jpgKeterangan foto berita : Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil DJBC Khusus Kepri, Raden Evy Suhartantio,(photo.Novel Kartino/karimuntoday.com).

KARIMUN (KT) - Jum'at (21/11/2014) sekitar pukul 15.30 WIB kemarin Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Khusus Kepri di Jl Jend A Yani Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun,Kepri kembali berhasil menangkap barang selundupan.

Barang yang berhasil diamankan tersebut ialah rotan yang diduga milik H. Permata salah seorang pengusaha ternama di Batam, Provinsi Kepri.

Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil DJBC Khusus Kepri, Raden Evy Suhartantio saat ditemui mengatakan, rotan berhasil diamankan itu berkisar 300 ton lebih asal Palembang tujuan Batam, yang diangkut oleh KM. Jember Hati GT 281.

Saat penegahan, dikatakan Evy panggilan akrabnya, menurut pengakuan yang ada kapal rotan yang dibawa itu memiliki dokumen pengangkutnya (SIB) dengan tujuan Batam. Namun setelah diperiksa kelengkapannnya, ternyata barang bawaan tersebut  tidak dilindungi dokumen Kehutanan.

"KM. Jember Hati ber-ABK sebanyak 12 orang itu diamankan di perairan Tanjung Berakit, Batam. Namun saat ditangkap, haluan kapalnya mengarah ke perairan Internasional (Selat Melaka). Dalam mengiring kapal tangkapan itu kita dibantu KRI Todak 631 Lantamal IV Tanjungpinang," terangnya kepada karimuntoday.com Sabtu (22/11/2014).

Ditanya apakah adanya perlawanan saat penangkapan KM. Jember Hati, Evy menyebutkan tidak ada. Hanya saja, pada saat penegahan berlangsung hampir dua jam. Hal itu disebabkan, orang-orang yang ada di kapal tersebut berupaya menyelamatkan barang bawaannya (rotan  ilegal), yang katanya memiliki dokumen lengkap dan sah.

"Mengenai KM. Jember Hati yang membawa 300 ton lebih rotan menurut informasi kuat pemiliknya bernama "H. Permata", belum diketahui secara pasti. Untuk mencari kebenarannya, akan dilakukan penyidikan lebih lanjut," tutup Evy.(nov.k)


images/17084.jpg

Ket Photo : Wakil Bupati Lingga, Drs Abu Hasyim Memukul Gong didampingi Kadispariwisata Bertanda Acara Rampai Seni Budaya Secara Resmi Dibuka.

Lingga, (KT) -  Wakil Bupati Lingga Drs.Abuhasim secara resmi membuka acara Rampai seni budaya melayu(RSBM) , Dalam sambutanya menyampaikan salam dari Bupati Lingga H.Daria ,yangmana beliau tidak dapat hadir bersama kita malam ini karena beliau bertugas di luar daerah yaitu di Palembang. Acara yang dilaksanakan di daik lingga bertempat
Halaman Kantor Bupati Lingga Jum,at . 21/11

Turut hadir dalam acara ini Kepala dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepri Bpk.Muhammat Nasir Msi. Sekaligus mewakili Gubernur Kepri H.Muhammat SaniDalam sambutannya beliau menyampaikan salam, Bpk Gubernur Kepulauan Riau yang mana beliu titak dapat hadir pada malam ini karna Bpk Gubernur masih berada di jakarta.

Selanjutnya,Pemerintah Provensi Kepri sangat bangga kepada kabupaten lingga yang mana Lingga beberapa kali mendapat perestasi di tinggat provensi di bidang seni melayu saya mengharapkan perestasi ini dapat di jaga.

Pemerintah Provensi Kepri memberi bantuan kepada tiga Sanggar di Lingga sejumla 23.Juta rupiah,  Bpk Muhammat Nasir  mengatakan  akan membuka loba tarian yang akan di laksana kan pada bula Mei 2015  sekaligus Lingga menjadi tuan rumah ,sedangkan biaya akan di tanggung oleh Pemerintah Provensi Kepri.

Sementara itu Kapala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lingga sekaligus ketua panitia pelaksana RSBM  Bpk. M.Aswat mengatakan tahun ini ada empat perlombaan yang akan di pertandingkan yaitu Empat jenis kesenian yang dilombakan yakni tari tradisi, tari kreasi lomba tradisi hantaran perkawinan Melayu, lomba lagu melayu sedangkan juri di datangkan juri dari pusat sebanyak dua orang, dari Provinsi Kepri sebanyak empat orang dan tiga orang dari Kabupaten Lingga.

"Pesertanya dari 9 Kecamatan di Lingga. Dua sanggar dari masing-masing kecamatan,"imbuhnya.(rusli )


images/17083.jpg

Ket Photo : Para Pengurus TPQ dan Para Guru.

Tanjungpinang, ( KT ) – Pada hari Jum’at tanggal 21/11/14  ba’da Ashar telah berlangsung  rapat pertemuan oleh Beberapa Pengurus dan guru TPQ bagi daerah Kecamatan Tanjungpinang barat kota Tanjungpinang untuk membahas bagi perkembangan serta kemajuan para Ustadz/Ustadza dan para anak didik santri/santriwati di setiap TPQ masing – masing TPQ yang ada di Kecamatan Tanjungpinang barat.

Dalam pertemuan rapat tersebut di pimpin oleh Ketua Badko Kecamatan Tanjungpinang barat  Ustadz NURUDIN, sebelum acara di mulai Ketua Badko Tanjungpinang barat mengajak kepada seluruh anggota yang hadir pada rapat yang di laksanakan di Masjid Al Jannatunna’im, supaya bersama – sama berdo’a semoga rapat berjalan dengan lancar dan mendapat ridho yang maha esa.

Pada rapat badko turut juga di hadiri Ketua badko Kota Tanjungpinang, Ustadz ALIZAR yang juga dalam rapat akan menyampaikan beberapa pesan dari Kanwil Kemenag Provinsi Kepri, untuk seluruh Kepala dan Guru – guru TPQ yang ada di Kota Tanjungpinang.

Di antara pesan tersebut seperti: agar para Pengurus TPQ serta Guru TPQ memiliki sertifikat pelatihan guru pendidikan Al qur’an, mempunyai Ilmu tajwid/seni tilawah, hafal Al qur’an minimal Juz Amma, menguasai dasar tata bahasa Arab, dan usia minimal 17 tahun.

Dari beberapa ketentuan yang di berikan oleh pihak Kanwil di Kemenag Provinsi Kepri, ada beberpa hal yang menjadi keberatan oleh para Kepala TPQ serta Guru pendidik, yaitu: masalah sertifikat Pendidikan al qur’an dan menguasai bahasa arab. Karna tidak semua bagi para Kepala TPQ dan Guru Pendidik Al qur’an yang memilikinya.

Sebab ada sebagian dari mereka yang belajar dahulunya dengan seorang Guru yang tamatan Pondok Pasantren serta ilmu agamanya sudah termasuk tingkatan tinggi, namun guru tersebut tidak memiliki Pondok Pasantren dan hanya mengajarkan ilmunya saja di rumah tanpa memberikan sertifikat. Tim Media ini coba melakukan Wawancara kepada salah seorang Kepala TPQ, sebut saja ( Bg.jeek ) dan beliau menjelaskan,

“Seharusnya bagi Kanwil di Kemenag Provinsi Kepri harus berterima kasih kepada para Guru – guru yang menajarkan ilmu yang mereka dapat kepada Anak – anak dengan sukarela tanpa mengharapkan bayaran dari para anak santri/santriwati, apalagi di zaman sekarang ini. Karena pada zaman sekarang ini saja kita dapat membimbing ana – anak menjadi anak
yang taat beribadah serta mau membaca Al qur’an saja sudah sangat bersukur.

Karena yang kita ketahui jaman sekarang banyak pengaruhnya baik itu dari lingkungan, pergaulan dan dunia yang semakin modern, jadi seandainya Orang – orang yang duduk di Kanwil Kemenag Profinsi maupun Kota Merasa lebih pintar dari para Guru – guru TPQ yang juga terdegar isu  di katakan ilegal, maka dari Kemenag Kota maupun Kanwil juga harus memiliki kemampuan seperti sarat yang di berikan bagi Guru – guru TPQ.

Apalagi bekerja di badan Pemerintahan di bagian Agama, maka untuk itu harus lebih pintar dari Para Guru – guru TPQ yang hanya mengajar tidak mengharapkan bayaran dari para anak Santri/santriwati, sedangkan para pegawai Kemenag yang berbadan Pemerintahan di gaji oleh Negara jadi jangan hanya duduk dan diam saja dengan menerima gaji buta.

Jadi Kami berharap janganlah selalu memandang para Guru – guru TPQ yang ada di Kota tanjungpinang ini rendah, karena kalau tidak adanya para Guru – guru yang rela memberikan ilmunya, maka akan banyak lagi manusia yang tidak bermoral nantinya. ( JAKA
SYAFRIADI )

Canggai Putri

:: KEPRI

KALENDER BERITA

« December 2014 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31        
DISPENDA KARIMUN