humas karimun
karimuntoday.com

karimuntoday.com


images/19203.jpg

Ket Photo : Mahasiswa Melakukan Aksi Demo di Kantor DPRD Lingga, dijaga ketat oleh Satuan Polisi Pamong Praja.

LINGGA, (KT)  Ketua Organisasi Gerakan Masyarakat (GEMA) Lingga Zuhardi,  dan ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) Batam   Fahrul  Ansor  , meminta pimpinan DPRD Lingga, tidak membebankan utang tahun 2014 dibebamkan kepada APBD tahun 2015.

Kami meminta pimpinan DPRD Lingga dengan tegas menolak utang tahun 2014 dimasukkan pembayarannya terhadap APBD tahun 2015," teriak para pengunjuk rasa didepan kantor DPRD Lingga, Kamis (15/1).Para pengunjuk rasa menilai, jika utang DPRD Lingga menyetujui pembayaran utang pemerintah daerah Kabupaten Lingga yang terjadi di tahun 2014,  sebesar Rp 134.620.516.316, 00. Akan sangat berdampak terhadap pembangunan pada tahun 2015.

" Kami minta dengan tegas rencana kerja anggaran yang sudah disusun dan disetuji oleh DPRD Lingga, jangan dirubah dan di batatalkan hanya untuk menutupi utang pemerintah," teriak para pengunjuk rasa.

Selain itu mereka juga meminta, kepada DPRD Lingga, untuk melihat keadaan yang sedang dirasakan para kontraktor dimana proyek yang mereka kerjakan belum juga dibayar oleh pemerintah daerah." Kita minta DPRD agar mendorong eksekutif melaksanakan tugas mereka," teriak mereka.

Menanggapi teriakan para pengunjuk rasa tersebut, ketua DPRD Lingga, langsung menemui para pengunjuk rasa, dan meminta para pengunjuk rasa untuk membicarakan hal tersebut di dalam ruang rapat DPRD. Namun para pengunjuk rasa tidak menerima hal tersebut, mereka meminta ketua DPRD agar ikut menikmati sengatan sinar matahari." Kita ini anak nelayan dari orangtua kita sampai kita ini sudah terbiasa menikmati sinar matahari  makanya kita tahu sakitnya bagaimana  mencari nafkah," kata Fahrul Ansori.

Dia menuturkan, sebagai wakil rakyat yang langsung dipilih oleh rakyat harus ikut merasakan penderitaan rakyat. Oleh sebab itu ketua DPRD Lingga Muhammad Nizar, langung turun dari gedung kantor DPRD dan ikut merasakan sengatan matahari.

" Terimakasih buat teman-teman dari ormas dan mahasiswa, yang sudah ikut mengawal berjalannya pemerintahan Kabupaten Lingga, masalah yang terjadi saat ini, memang sudah menjadi pertanyaan yang sangat besar, terlebih di masyarakat," kata Muhammad Nizar.

Dia menuturkan, pemerintah Kabupaten Lingga sudah berjanji akan membayar utang pemerintah yang terjadi pada tahun 2014." Untuk solusinya saya sudah bertemu dengan pemerintah Daerah, bahwa mereka bertanggung jawab untuk membayar utang tersebut. Jadi yang namanya utang
memang harus dibayar," kata M. Nizar.

Dia juga mengatakan, pihak DPRD sendiri tidak menyetujui  utang tahun 2014, di bebankan kepada APBD tahun 2015." Kita sudah melaksanakan rapat pimpinan, untuk membahas hal tersebut. Kita sudah membuat sikap bahwa APBD tahun 2015, tidak bisa dialihkan untuk membayar utang tahun 2014," tegas M.Nizar.

Dia juga menuturkan sangat prihatinkan  mendengar keluhan para kontraktor  dimana  para kontraktor sudah menerima SP2D dari DP2KAD, namun saat mereka ingin mencairkan dana tersebut di bank ternyata dananya tidak ada, kita sangat miris mendengar hal tersebut," kata M. Nizar.

juga sempat menyinggung bahwa pemerintah kabupaten lingga, sudah mengeluarkan surat SP2D, dan diserahkan kepada kontraktor, namun saat para kontarktor hendak mencairkan dananya, uang di kas daerah tidak ada." Ini yang kita pertanyakan, tidak mungkin pemerintah tidak mengetahui berapa dana yang ada di kas daerah, kalau memang dana tidak ada, kenapa SP2D dikeluarkan, ini pembohongan publik," tegas M. Nizar.

 juga mengakui bahwa pihak eksekutif sangat lemah dalam pengawasan keungan." Kita aku pihak eksekutif tidak bisa mengatur keuangan, sehingga kita selalu devisit," Dia juga tidak bicara banyak saat  para pengunjuk rasa  menanyakan kapan pembayaran utang terhadap pihak kontraktor dilaksanakan. " Kita tidak mengetahuinya kapan utang tersebut dibayar yang kita tahu bahwa pemerintah akan bertanggung jawab untuk membayar utang tersebut,unkapnya. (RS)

 
images/19206.jpg
Ket Photo : Rumah Sakit Daerah Kabupaten Karimun, Kepri Tempat Sudirman di Rawat, akibat di bakar oleh oknum Polisi.
 
KARIMUN (KT) - Kabid Pelayanan RSUD Karimun, dr. Suharyanto saat dihubungi melalui hp mengatakan, pasien luka bakar (Sudirman) saat ini sedikit lebih membaik dari sebelumnya, meskipun masih dalam masa kritis dirawat diruang ICU.
 
"Pasien saat ini ada mengalami perbuahan terhadap kondisinya. Yang mana pasien sudah bisa menggerakan tubuhnya meskipun sedikit, yang awalnya terbilang kaku," katanya kepada karimuntoday.com, Jum'at (16/1/2015) siang.
 
Ditanya apakah masih ada penjagaan dari pihak kepolisian dipintu masuk ruang ICU RSUD Karimun sama sewaktu di ruang UGD dulu, dr Suharyanto menyebutkan masih ada.
 
Sebelumnya sejumlah wartawan dari berbagai media massa ingin menemui Kapolres Karimun, AKBP Suwondo Nainggolan diruang kerjanya untuk memperjelas terkait kasus Sudirman (29) warga asal Aceh yang dibakar hidup-hidup, hampir hampa.
 
Pasalnya menurut keterangan yang disampaikan ajudan pimpinan di Mapolres Karimun tersebut, Kapolres Karimun sedang pusing.
 
"Bapak Kapolres sedang pusing. Dan, tidak mau menerima tamu untuk saat ini," ucap ajudan itu kepada sejumlah wartawan yang menunggu dipintu masuk ruangan Kapolres Karimun sekitar pukul 11.00 WIB.
 
Namun beberapa menit kemudian, Kapolres Karimun keluar dari ruangan hendak menuju mobil dinasnya. Terlihatnya Kapolres Karimun, sejumlah wartawan yang terbilang lama menunggu langsung menghampirinya.
 
"Tersangka Brigadir Sony pemain tunggal dalam beraksi. Tersangka saat ini dalam pengejaran dengan jumlah personel yang banyak. Tersangka dikenakan pasal 354 ayat dengan ancaman pidana penjara maksimal 8 tahun," ungkap Kapolres Karimun kepada wartawan didepan Rupatama Mapolres Karimun.
 
Seperti yang diberitakan, pria dibakar hidup-hidup diketahui bernama Sudirman (29) warga Aceh yang menetap di Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada Rabu (14/1/2015) malam. Korban ditemukan pertama kali oleh serorang warga RT 01 RW 02 Pelambung Desa Pongkar, Kecamatan Tebing sekitar pukul 21.45 WIB saat sedang melintas dari objek wisata Air Terjun Desa Pongkar, Kecamatan Tebing menuju Kota Tanjung Balai Karimun mengunakan sepeda motor. 
 
Warga yang menemukan korban diketahui tinggal serumah dengan salah satu oknum polisi awalnya masih diduga sebagai pelaku namunn kini ditetapkan sebagai tersangka di Bukit Senang, Kecamatan Karimun, sedang meraung-raung kesakitan dalam posisi duduk di atas aspal jalan objek wisata Air Terjun, dengan tangan digari atau diborgol dalam keadaan terbakar. Melihat kejadian, warga tersebut langsung melaporkannya kepada warga setempat dan Kades Pongkar. Lalu korban dibawa ke RSUD Karimun (Ruang UGD).
 
Setelah membakar, diduga tersangka tersebut meninggal korban. Tidak lama kemudian korban dapat mematikan api yang membakar tubuhnya. Kemudian korban merangkak ke jalan raya untuk meminta pertolongan warga setempat.(nov.k)
images/19205.jpg
Ket Photo : Sudirman Warga Aceh yang di Bakar Hidup-hidup oleh Oknum Polisi di Karimun,Kepri.(photo.ilustrasi).
 
KARIMUN, (KT) - Tanda tanya besar siapa pelaku sebenarnya yang membakar pria hidup-hidup (Sudirman) asal Aceh menetap di Batam, Provinsi Kepri di Tanjung Balai Karimun, Kabupate Karimun terjawab sudah. Ternyata, pelaku yang membakar pria berusia 29 tahun tersebut adalah Brigadir Sony diketahui bertugas di kepolisian sektor (Polsek) Tebing.
 
Kabag Ops Polres Karimun, Kompol Arifin Sihombing saat ditemui membenarkan Brigadir Sony yang membakar Sudirman hidup-hidup.
 
"Brigadir Sony sudah ditetapkan (resmi) sebagai tersangkanya. Saat ini tersangka tersebut kabur melarikan diri (DPO), dan sedang dilakukan pencarian," katanya di Mapolres Karimun, Jum'at (16/1/2015) sekitar pukul 10.30 WIB.
 
Disampaikannya lagi, dalam peritiwa yang terjadi membuat geger masyarakat Karimun itu, ada dua orang yang sudah diperiksa."Kedua orang itu berinisial E dan TH. Mereka berdua diperiksa sebagai saksi," katanya lagi kepada karimuntoday.com
 
Saat karimuntoday.com menanyakan apa motof sebenarnya setelah terkuaknya siapa pelaku sebenarnya, "Mengenai pertanyaan tersebut masih dalam pengembangan," ucap  Kabag Ops Polres Karimun. 
 
Informasi yang berhasil didapat karimuntoday.com dari saat di Mapolres Karimun, pelaku yang membakar Sudirman hidup-hidup sebanyak 4 orang. 
 
Menurut sumber yang namanya dirahasiakan itu, dari ke 4 itu, 3 diantara oknum polisi yakni Brigadir Sony kini telah ditetapkan sebagai tersangka, R pangkat Brigadir dan E pangkat Briptu, sedangkan satunya lagi diduga sebagai pelaku warga sipil.
 
"Sony berhasil kabur melarikan diri, sementara R dan E sudah ditahan di Mapolres Karimun," kata sumber dengan nada pelan.
 
Seperti yang diberitakan, pria dibakar hidup-hidup diketahui bernama Sudirman (29) warga Aceh yang menetap di Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada Rabu (14/1/2015) malam. Korban ditemukan pertama kali oleh serorang warga RT 01 RW 02 Pelambung Desa Pongkar, Kecamatan Tebing sekitar pukul 21.45 WIB saat sedang melintas dari objek wisata Air Terjun Desa Pongkar, Kecamatan Tebing menuju Kota Tanjung Balai Karimun mengunakan sepeda motor. 
 
Warga yang menemukan korban diketahui tinggal serumah dengan salah satu oknum polisi awalnya masih diduga sebagai pelaku namunn kini ditetapkan sebagai tersangka di Bukit Senang, Kecamatan Karimun, sedang meraung-raung kesakitan dalam posisi duduk di atas aspal jalan objek wisata Air Terjun, dengan tangan digari atau diborgol dalam keadaan terbakar. Melihat kejadian, warga tersebut langsung melaporkannya kepada warga setempat dan Kades Pongkar. Lalu korban dibawa ke RSUD Karimun (Ruang UGD).
 
Setelah membakar, diduga tersangka tersebut meninggal korban. Tidak lama kemudian korban dapat mematikan api yang membakar tubuhnya. Kemudian korban merangkak ke jalan raya untuk meminta pertolongan warga setempat.(nov.k)
 
images/19204.jpg
Ket Photo : Wakil Bupati Karimun : H.Aunur Raqik.
 
KARIMUN (KT) - Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengatakan, meraih piala Adipura bukanlah tujuan utama. Tapi, ingin menjadikan Kabupaten Karimun bersih dan sehat, disejalankan dengan program Kapolres Karimun, AKBP Suwondo Nainggolan yakni  "Karimun Bersinar".
 
"Diharapkan pengelolaan kebersihan di Karimun semakin baik, dan terus ditingkatkan. Oleh sebab itu peran RT/RW dapat mampu menggerak maupun mendorong, agar pasrtisipasi gotong royong dimasyarakat dapat ditingkatkan," pintanya sata ditemui karimuntoday.com, Juma'at (16/1/2015),
 
Disampaikannya, untuk menyatukan visi tentang kebersihan, yang dikelola Badan Kebersihan dan Pertamanan (BKP) serta Badan Lingkungan Hidup (BLH) semakin baik, pada Februari mendatang akan digelar rapat pembahasan bersama.
 
Pada kesempatan ini Rafiq menyebutkan, persoalan kebersihan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Namun keikutsertaan masyarakat dalam hal tersebut sangatlah besar.
 
"Pengelolaan sampah di jalan protokol memang tanggung pemerintah melalui BKP. Tetapi dilingkungan pemukiman, kantor, sekolah pelabuhan dan pasar menjadi tanggung jawab bersama," tegasnya.
 
Lebih jauh lagi disaampaikan Rafiq,  luas tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) saat ini  sangat terbatas. Mengatasi hal itu, Pemkab Karimun sedang mengupayakan untuk penambahan lahan lagi, termasuk juga penambahan terhadap angkutan sampah (mobil), tempat sampah (bak counteiner) di APBD 2015.
 
"Rencana penambahan lahannya TPAS tersebut sebesar 5 hektar. Jika tidak mampu sebesar itu, diusahakan 3 hektar dulu," katanya.
 
Mengenai belum berhasilnya Kabupaten Karimun meraih piala Adipura, kata Rafiq disebabkan perolehan nilainya belum mencukupi.
 
"Desember tahun 2014 lalu hasil pantau pertama terjadi penurunan nilai, sebab pada saat itu sedang datangnya musim penghujan yang menyebabkan terlihat tidak bersih. Sesuai ketentuan bisa meraih piala tersebut harus berada pada nilai 75, namun pada saat itu Kabupaten Karimun memperoleh nilai 74,5," paparanya mengakhiri.(nov.k)


images/19202.jpg

Ket Photo : Tim pemantau dari Komisi 2 DPRD Kota Tanjungpinang,Ibu Reni, Ibu yanti, dan Mimi ketua Komisi 2 yaitu Ibu imi.

Tanjungpinang, (KT) – Pada hari Selasa tanggal 13/1/2015, di kawasan kelurahan Tanjung unggat telah kedatangan lori dari pertamina dengan membawa muatan tabung gas LPG 3 Kg yang terisi sebanyak 560 tabung.

Dengan kedatangan lori pertamina tersebut adalah bertujuan memberikan kemudahan kepada Masyarakat yang ada di Kelurahan Tanjung Unggat, agar mendapatkan gas isi ulang yang di selenggarakan oleh Disperindak Kota Tanjungpinang.

Pada tinjauan tim Media ini saat dilapangan ternyata sudah hadir tim pemantau dari Komisi 2 DPRD Kota Tanjungpinang, dari beberapa tim pemantau di Komisi 2 adalah Ibu Reni, Ibu yanti, dan Mimi ketua Komisi 2 yaitu Ibu imi.Oprasi Pasar Gas LPG 3 KG ini yang di pantau oleh Komisi 2 terbagi menjadi 2 kelompok dari jumlah anggota Komisi yang turun kelapangan seluruhnya ada 9 orang. Dari beberapa anggota Komisi 2 yang melakukan pemantauan sebagiannya di kawasan Ganet kecamatan Tanjungpinang Timur.

Untuk melengkapi isi dari berita ini, tim Media ini coba melakukan wawancara kepada ketua dari Komisi 2 yang turut serta melakukan pemantauan di lapangan, Ibu Mimi menjelaskan,” kami dari DPRD Kota melalui komisi 2, melakukan peninjauan langsung di lapangan setelah mendapat pemberitauan oleh Disperindak Kota Tanjungpinang.

Ditambahkannya Karena selama ini banyak masyarakat yang mengeluhkan bahwa Gas LPJ 3 kg sangat mahal dan sulit didapat, maka untuk itu kami dari komisi 2 melakukan peninjauan langsung kelapangan.“kalau memang ada dari beberapa agen yang melakukan permainan dengan menerima

pasokan gas dari Pertaminah dan tidak menjualkan kepada masyarakatnya di kawasan dimana tempat penjualannya, maka kami tidak segan-segan untuk memintah kepada pihak yang memberikan izin operasionalnya agar di cabut. Jelasnya.Apa yang menjadi pertanyaan dan kegelisahan oleh Masyarakat selama ini sudah terpenuhi, namun yang sangat mengherankan adalah, bagai mana Operasi pasar  yang di adakan oleh Disperindag Kota tanjungpinang ini dapat di terima oleh pihak dari kelurahan Tanjung Unggat kalau hanya sekedar memeberikan informasi kepada pihak kelurahan secara lisan tanpa memberikan sedikitpun surat pemberitahuan tentang diadakannya Operasi pasar gas LPJ 3 Kg di kawasan Kelurahan Tanjung Unggat.

Karena dimana letak pertanggung jawabannya nanti, sementara dari pihak Disperindak sendiri saat di tanyakan oleh tim media ini saja mengaku hanya sebagai monitoring tentang masalah ini dan Disprindak tidak bertanggung jawab. Maka untuk itu kami dari tim media coba menanyakan langsung kepada anggota pertaminah tersebut ternyata merekapun mengatakan bahwa diadakannya Operasi pasar ini di minta oleh Disperindak, saya sebagai anak buah hanya menjalankan tugas yang perintahkan pimpinan saya atas permintaan dari Disperindag Kota Tanjungpinang.

Jadi intinya siapakah  yang bertanggung jawab atas operasi pasar gas LPJ 3 Kg ini, sedangkankan pihak kelurahan saja mendapat kabar secara lisaan melalui pegawai disprindag Kota.  Jadi sudah jelas ini tanggung jawab dari  Disperindag yang Kadisnya Bapak WAN KAMAR  selalu saja beralasan dengan sibuk tidak tau apa yang harus di lakukan dalam membuat program dan melakukan prosedur dengan benar dalam melakukan suatu tindakan.

Ternyata orang seperti inipun dipakai juga oleh Walikota Tanjungpinang Bapak H.Lis Darmansah SH, yang di selama ini sangat tegas dan selalu hati-hati dalam mengambil suatu keputusan. Kenyataanya lain dan tidak bisa dibuktikan kalau anak buahnya saja masih menjalankan tugas sistim Koboy serta tidak bertanggung jawab dengan program yang di buat oleh salah satunya seperti Disperindak Kota Tanjungpinang. ( JAKA SYAFRIADI )

 
 
 images/19201.jpg
Ket Photo : Kanit Reskrim Polsek Tebing(pakai jaket), bersama anggota lainya, di mana Korban Pembakaran di Temukan Warga.
 
KARIMUN (KT) - Seperti informasi kuat beredar pelaku yang membakar Sudirman (29) warga asal Aceh pada Rabu 14 Januari malam dengan TKP di Pelambung Desa Pongkar, Kecamatan Tebing diduga salah satu oknum polisi berinisial S berpangkat Brigadir.
 
Namun, dugaan terhadap pelaku tersebut masih belum bisa diketahui secara jelas. Sebab, sampai saat ini pihak kepolisian setempat belum bisa menyampaikan mengenai hal itu, begitu juga apa motifnya.
 
Masih menurut informasi berkembang lainnya, terjadinya tindak kriminal baru pertama kali di Karimun tersebut dikarenakan masalah utang yang berkaitan dengan "narkoba" antara korban dengan diduga pelaku itu. Selain itu, dalam kejadian ini pelaku tidak sendiri dalam beraksi.
 
"Belum ada satupun tersangka yang diamankan dalam peristiwa tersebut. Saat ini kasusnya tahap penyelidikan lebih dalam. Mengenai dugaan salah satu oknum polisi berinisial S berpangkat Brigadir sebagai pelakunya, masih belum jelas. Setelah semuanya jelas, baru saya akan paparkan ke media massa," ujar Kapolres Karimun, AKB Suwondo Nainggolan saat ditemui, Kamis (15/1/2015) siang.
 
Sementara itu, Ujang salah satu warga Desa Pongkar meminta pihak kepolisian untuk mengusut kasus yang terjadi dengan cepat hingga tuntas. 
 
"Itu kejadian pertama kali terjadi di daerah ini. Dengan adanya kejadian itu, membuat warga disini dihantui rasa ketakutan cukup besar, apalagi untuk keluar rumah dimalam hari," ucapnya saat ditemui karimuntoday.com.
 
Seperti yang diberitakan, pria dibakar hidup-hidup diketahui bernama Sudirman (29) warga Aceh yang menetap di Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada Rabu (14/1/2015) malam. Korban ditemukan pertama kali oleh serorang warga RT 01 RW 02 Pelambung Desa Pongkar, Kecamatan Tebing sekitar pukul 21.45 WIB saat sedang melintas dari objek wisata Air Terjun Desa Pongkar, Kecamatan Tebing menuju Kota Tanjung Balai Karimun mengunakan sepeda motor. 
 
Warga yang menemukan korban diketahui tinggal serumah dengan salah satu oknum polisi diduga sebagai pelaku tersebut di Bukit Senang, Kecamatan Karimun, sedang meraung-raung kesakitan dalam posisi duduk di atas aspal jalan objek wisata Air Terjun, dengan tangan digari atau diborgol dalam keadaan terbakar. Melihat kejadian, warga tersebut langsung melaporkannya kepada warga setempat dan Kades Pongkar. Lalu korban dibawa ke RSUD Karimun (Ruang UGD).
 
Setelah membakar, diduga pelaku tersebut meninggal korban. Tidak lama kemudian korban dapat mematikan api yang membakar tubuhnya. Kemudian korban merangkak ke jalan raya untuk meminta pertolongan warga setempat.
 
Saat ini korban yang mengalami luka bakar sudah dipindah keruang Intensive Care Unit (ICU) lantai 2 RSUD Karimun semulau dirawat diruang Unit Gawat Darurat (UGD). Diruang ICU, pasien ditangani sebanyak 3 dokter spesialis, yakni dokter penyakit dalam, bedah dan anestesi. Besar kemungkinan juga akan melibatkan dokter spesialis mata.
 
"Hampir seluruh tubuh pasien tersebut terbakar dengan kondisi derajat 3 (90 persen). Dan sebagian tubuhnya mulai membengkak. Saat ini pihak RSUD Karimun sedang berupaya mengatasi masa kritisnya. Sudah dilakukan penangganan, seperti mengatasi adanya kehilangan cairan, mengatasi keselutian fungsi-fungsi organ pernapasan serta fungsi organ bagian dalam tubuh pasien lainnya. Pasien saat ini memang sadar, tetapi dalam kondisi lemah dan bisa berkomunikasi (merespon suara) namun terbatas," ungkap Kabid Pelayanan RSUD Karimun, dr.H. Suharyanto, M.AP diruang kerjanya, Kamis (15/1/2015) siang.(nov.k)

   images/19197.jpg

Ket Photo : Kapal Fery Lingga Permai melayani Rute antar Pulau di Kabupaten Lingga, Kepri.                                                                                                                       

LINGGA, (KT)- Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan Peringatan kepada Operator Transportasi Laut maupun nelayan yang berada di Kepulauan Riau tak terkecuali Kabupaten Lingga, peringatan tersebut akibat adanya Gelombang Tinggi Dan Arus Yang Kencang Di Seluruh Wilayah Perairan Kepulauan Riau Terutama Di Wilayah Natuna  Anambas dan Lingga.                                                                                                                                               

Sementara itu, salah seorang Masyarakat  yang akan menggunakan kebutuhan Transportasi laut, Edi , Kepada wartawan  mengaku berencana akan berangkat menuju ke pulau Batam , sedikit kawatir dengan cuaca yang tidak baik belakangan ini, selain angin yang cukup kencang gelombang laut juga tinggi.

Dikatakannya, dengan keadaan cuaca seperti ini tentunya cukup mengkawatirkan terutama bagi anak-anak, karnanya bagi Operator transportasi laut dan pihak yang terkait mengenai transportasi dan keselamatan hendaknya benar-benar diperhatikan, mengenai keselamatan penumpang yang dalam hal ini transportasi laut, kondisi alat transportasi dan kesediaan alat keselamatan merupakan hal yang penting dari kemungkinan kecelakaan dan hal yang tidak diinginkan. Diharapkan juga kepada pemilik kapal agar menjaga kondisi kapal jangan hanya memikirkan keuntungan saja ungkapnya.  (Rs)

images/19191.jpg
Ket Photo : Kondisi Sudirman yang terkena Luka Bakar.
 
KARIMUN (KT) - Kabid Pelayanan RSUD Karimun, dr.H. Suharyanto, M.AP mengatakan, lukar bakar dialami Sudirman (29) hingga 90 persen.
 
"Hampir seluruh tubuh pasien tersebut terbakar dengan kondisi derajat 3 (90 persen). Dan sebagian tubuhnya mulai membengkak. Saat ini pihak RSUD Karimun sedang berupaya mengatasi masa kritisnya sekitar lima hari yang harus dilewati pasien," terangnya saat ditemui karimuntoday.com diruang kerjanya, Kamis (15/1/2015) siang.
 
Dikatakannya, saat ini pasien awalnya dirawat di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) sudah dipindahkan keruang rawat Intensive Care Unit (ICU) lantai 2 RSUD Karimun. Diruang ICU, pasien ditangani sebanyak 3 dokter spesialis, yakni dokter penyakit dalam, bedah dan anestesi. Besar kemungkinan juga akan melibatkan dokter spesialis mata.
 
"Penanganan yang sudah dilakukan, mengatasi adanya kehilangan cairan, mengatasi keselutian fungsi-fungsi organ pernapasan serta fungsi organ bagian dalam tubuh pasien lainnya. Pasien saat ini memang sadar, tetapi dalam kondisi lemah dan bisa berkomunikasi (merespon suara) namun terbatas," ungkapnya.
 
Sementara itu Kapolres Karimun, AKB Suwondo Nainggolan saat ditemui, belum bisa memberikan penjelasan tentang peristiwa, karena masih dalam proses penyelidikan. Ditanya soal dugaan salah satu oknum polisi berinisial S berpangkat Brigadir sebagai pelaku dalam kejadian, Kapolres Karimun menyebutkan belum jelas siapa pelakunya.
 
"Belum ada satupun tersangka dalam peristiwa yang kita diamankan. Setelah semua jelas, baru saya akan paparkan ke media massa," tuturnya kepada wartawan.
 
Sebelumnya, berbeda dengan apa yang disampaikan Wakapolres Karimun, Kompol Indra Pramana saat ditemui pukul 10.55 WIB. Wakapolres Karimun mengatakan banyak yang sudah dipanggil (periksa) dalam kejadian tersebut.
 
"Saya tidak bisa menyebutkan berapa banyak jumlah yang diperiksa itu, begitu juga dengan adanya keterlibatan oknum polisi dalam kejadian. Sekarang kita masih tahap penyelidikan. Kalau sudah ada hasil pastinya, kita ekspos ke media," katanya di Mapolres Karimun, Kamis (15/1/2014) meninggalkan wartawan.
 
Seperti yang diberitakan, pria dibakar hidup-hidup diketahui bernama Sudirman (29) warga Aceh yang menetap di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (14/1/2015) malam. Korban ditemukan pertama kali oleh serorang warga RT 01 RW 02 Pelambung Desa Pongkar, Kecamatan Tebing sekitar pukul 21.45 WIB saat sedang melintas dari objek wisata Air Terjun Desa Pongkar, Kecamatan Tebing menuju Kota Tanjung Balai Karimun mengunakan sepeda motor. 
 
Warga yang menemukan korban itu, sedang meraung-raung kesakitan dalam posisi duduk di atas aspal jalan objek wisata Air Terjun, dengan tangan digari atau diborgol dalam keadaan terbakar. Melihat kejadian, warga tersebut langsung melaporkannya kepada warga setempat dan Kades Pongkar. Lalu korban dibawa ke RSUD Karimun (Ruang UGD).
 
Sudirman yang dibakar hidup-hidup diduga pelakunya salah satu oknum polisi berinisial S berpangkat Brigadir. Dan selama di Tanjung Balai Karimun tinggal serumah dengan salah satu oknum tersebut, yang terletak di Bukit Senang, Kecamatan Karimun. 
 
Setelah membakar, diduga pelaku tersebut meninggal korban. Tidak lama kemudian korban dapat mematikan api yang membakar tubuhnya. Kemudian korban merangkak ke jalan raya untuk meminta pertolongan warga setempat.
 
Sampai berita ini diunggah media ini belum mendapatkan keterangan secara rinci motip terjadinya pembakaran terhadap sudirman.(nov.k)
images/19192.jpg
Ket Photo : Seorang Pria di bakar hidup-hidup dengan tangan terborgol.
 
KARIMUN (KT) - Masyarakat Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun heboh setelah ditemukan seorang pria dibakar hidup-hidup diketahui bernama Sudirman (29) warga Aceh yang menetap di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (14/1/2015) malam.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun karimuntoday.com dilapangan, menemukan pria yang dibakar hidup-hidup pertama kali tersebut (korban) seroang warga RT 01 RW 02 Pelambung Desa Pongkar, Kecamatan Tebing sekitar pukul 21.45 WIB.
 
Masih berdasarkan informasi, pada waktu itu warga tersebut sedang melintas dari objek wisata Air Terjun Desa Pongkar, Kecamatan Tebing menuju Kota Tanjung Balai Karimun mengunakan sepeda motor. Namun, tiba-tiba warga tersebut tiba-tiba melihat Sudirman (korban) sedang meraung-raung kesakitan dalam posisi duduk di atas aspal jalan objek wisata Air Terjun, dengan tangan digari atau diborgol dalam keadaan terbakar. 
 
Melihat kejadian, warga yang menemukan itu langsung melaporkannya kepada warga setempat dan Kepala Desa (Kades) Pongkar. Setelah berdatangan warga maupun Kades yang dipanggil, korban yang dibakar langsung dilarikan ke RSUD Karimun (Ruang UGD).
 
Lebih dalam karimuntoday.com menggali informasi tentang peristiwa, Sudirman yang dibakar hidup-hidup diduga pelakunya salah satu oknum polisi berinisial S berpangkat Brigadir. Dan selama di Tanjung Balai Karimun tinggal serumah dengan salah satu oknum tersebut, yang terletak di Bukit Senang, Kecamatan Karimun.
 
Dalam melakukan aksinya seperti informasi yang didapat karimuntoday.com saat berada RSUD Karimun Rabu (14/1/2015) malam, oknum polisi berinisial S diduga sebagai pelaku membakar tubuh Sudirman (korban) dengan BBM jenis premium di semak-semak derah objek wisata Air Terjun Desa Pongkar, Kecamatan Tebing.
 
Setelah membakar, diduga pelaku tersebut meninggal korban. Tidak lama kemudian korban dapat mematikan api yang membakar tubuhnya. Kemudian korban merangkak ke jalan raya untuk meminta pertolongan warga setempat.
 
Sementara itu Zahir, Kades Pongkar membenarkan ada salah seorang warganya itu telah menemukan pria yang dibakar hidup-hidup dengan tangan di borgol
 
"Kita temukan korban masih hidup. Untuk menyelamatkannya, korban segera dilarikan ke RSUD untuk mendapat perawatan dari pihak medis," ungkapnya saat ditemui di RSUD Karimun.
 
Pantauan karimuntoday.com sekitar setengah jam korban berada didalam ruang UGD RSUD Karimun, terlihat kehadiran Wakapolres Karimun, Kompol Indra Prama, Kapolsek Tebing, AKP Mukharom, Kasat Narkoba Polres Karimun, AKP Hendrianto dan puluhan personel anggota Polres Karimun berjaga ketat.
 

Kapolsek Tebing, AKP Mukharom saat ditemui mengenai kejadian, tidak mau memberikan komentarnya sedikitpun. Begitu juga dengan Wakapolres Karimun, Kompol Indra Prama.(nov.k)


images/19198.jpg

Ket photo : Pertemuan bagi pengurus BADKO TPQ/FKPQ di  yayasan Cemerlang pada jam 09.00 pagi, di jalan beringin tepatnya di rumah Ketua Badko TPQ?FKPQ Ustad A L I Z A R.

TanjungPinang, ( KT ) – Pada hari Minggu tanggal 13/1/15  telah berlangsung pertemuan bagi pengurus BADKO TPQ/FKPQ di  yayasan Cemerlang pada jam 09.00 pagi, di jalan beringin tepatnya di rumah Ketua Badko TPQ?FKPQ Ustad A L I Z A R.

Dalam wacana pertemuan rapat adalah membahas tentang perkembangan bagi badko dalam melakukan upaya memantapkan lagi dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak didik di TPQ yang ada di Kota Tanjungpinang.

Setelah acara rapat pengukuhan pengurus selesai, Tim Media ini langsung melakukan wawancara kepada Ketua Badko TanjungPinang,  Ustadz ALIZAR.Beliau menjelaskan,” Saya bersama para pengurus Badko se Kota tanjungPinang telah melaksanakan pertemuan rapat bagi memngukuhkan lagi di badan Badko agar tidak dipandang remeh oleh pemerintah Kota Tanjungpinang.

Sambungnya, dan dalam pertemuan ini kami pengurus Badko Kota serta di dukung Badko Kecamatan telah membahas untuk acara yang akan kami buat bersama , untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad Saw. Dan kami para pengurus Badko Kota TanjungPinang maupun Kecamatan  sangat menyayangi  dengan tidak di undang dan di ajak kerjasama oleh Pemko dengan akan di adakannya STQ di bulan-bulan ini.

Nampak sekali kami dari pengurus Badko Kota Tanjungpinang tidak di pandang oleh pemerintah Kota Tanjungpinang, sementara dengan diadakannya STQ ini melibatkan dari anak-anak didik Taman pendidikan Alqur’an. Kaalaupun memang kami tidak dianggap lagi oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang, kami akan terus memajukan kinerja kami dan mengembangkan ataupun memperkuat kepungurusan kami di Badko ini. Ungkapnya dengan penuh kekesalan.

Setelah apa yang di ucapakan oleh Ketua Badko Kota TanjungPinang ternyata ada benarnya juga, karena mereka pemerintah Kota jangan tau memberi usulan saja kalau tidak mau berbuat dan bekerjasama dalam hal kegiatan yang mereka buat, kalau hanya mau memikirkan diri mereka sendiri, jangan salahkan kami jikalau nantinya yang di buat oleh
Pemko Tanjungpinang tidak di renspon dan tidak ada yang mramaikannya Kalaulah begini terus kinerja para pegawai  Kota TanjungPinang maka mau jadi apa Kota kita ini di masa yang akan datang. ( JAKA SYAFRIADI )

Canggai Putri

:: KEPRI

KALENDER BERITA

« February 2015 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28  
DISPENDA KARIMUN