karimuntoday.com

karimuntoday.com

 
images/1549.jpg

Kunjungan 30 orang kepala sekolah tingkat SMA dari Kwang, Johor Bahru, Malaysia mengunjungi Universitas Karimun (UK), Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (19/9/2014) sekitar pukul 08.00 WIB.

KARIMUN, (KT) - Sebanyak 30 orang kepala sekolah dari Kwang, Johor Bahru, Malaysia mengunjungi Universitas Karimun (UK), Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (19/9/2014) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kedatangan puluhan kepala sekolah tingkat SMA tersebut, yang diketuai oleh Pegawai Pendidikan Daerah Kwang, Johor Bahru, Malaysia, Aji Abdul Manaf ke bumi berazam, selain disambut Rektor Universitas Karimun, Drs. H. Abdul Latif, AH. M.Si, juga terlihat hadir Bupati Karimun, Nurdin Basirun.

Drs. H. Abdul Latif, AH. M.Si mengatakan, hadirnya tamu dari Kwang, Johor Bahru, Malaysia untuk melihat Universitas Karimun. Dan, kedatangan tamu tersebut tidak tidak diundang atau diminta.

Disampaikan Latif panggilan akrabnya, dalam kunjungan 30 orang kepala sekolah tingkat SMA dari Kwang, Johor Bahru, Malaysia ada wacana untuk menghantarkan anak didiknya berkuliah di Universitas Karimun, setelah menyelesaikan sekolah ditingkat tersebut.

" Tamu tersebut tertarik pada jurusan atau program studi perikanan di Universitas Karimun. Saking tertariknya, tamu sudah meminta blanko serta formulir masuk kuliah di UK. Jadi berkemungkinan besar pada penerimaan mahasiswa baru mendatang, pelajar dari Malaysia masuk kuliah di UK," ucapnya.

Lebih jauh diutarakan Latif, saat ini sudah ada dua orang mahasiswa dari negara Malaysia di Universitas Karimun. Dan, kedua mahasiswa tersebut yang tidak lama lagi selesai duduk dibangku perkuliahan, jurusan yang diambil adalah perikanan.

Ditempat yang sama Bupati Karimun, sangat menyambut baik kedatangan kepala sekolah dari negara tetangga itu (Malaysia).

" Kabupaten Karimun. ini memang hebat dan diperhitungkan. Buktinya, selain selalu dikunungi negara-negara hebat. Begitu pula dengan Universitas Karimun, yang mana ada memiliki mahasiswa dari negara Malaysia," tutur Nurdin.
 
Sementara itu Pegawai Pendidikan Daerah Kwang, Johor Bahru, Malaysia, Aji Abdul Manaf ketika ditemi sebelu beranjak pergi menyebutkan, kunjungan ke Universitas Karimun baru pertama kalinya. Diharapkan dalam kunjungan ini dapat memberikan manfaat bagi daerah Kwang, Johor Bahru, Malaysia.

" Memang ada wacana pelajar yang lulus sekolah nanti masuk kuliah di Universitas Karimun. Sebab, di perguruan tinggi tersebut memiliki jurusan perikanan. Dan, jurusan itu sangat tertarik sekali bagi kami," ucapnya mengakhiri.(nov.k)

 

images/1548.jpg

Unit tim identifikasi saat melakukan simulasi TP TKP di halaman Mapolres Grobogan.

GROBOGAN,(KT) - Tim identifikasi Polres Grobogan melakukan praktik dalam Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TP TKP). Dalam praktiknya, tim identifikasi melakukan tindakan untuk menolong masyarakat saat mengamankan dan menutup tempat kejadian yakni saat pemilik emas dirampok dan dibunuh dengan senjata api yang berada di Mapolres Grobogan.

Dalam simulasinya, Polres Grobogan mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa telah ada penembakan yang menewaskan pemilik emas.  Selanjutnya, tim identifikasi melakukan Tindakan Pertama (TP) yakni menghimbau dan melakukan pengamanan kepada warga setempat agar tidak mendekat di TKP dengan memasang garis polisi. Dijelaskan setalah kejadian, pemilik emas tewas dan terkapar bersimbah darah. Selain itu, ditemukan barang bukti berupa senjata api, selongsong peluru dan emas yang jatuh serta sidik jari di pelaku yang diambil di meja kaca. Kemudian barang bukti tersebut diamankan dan korban langsung dibawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan otopsi.

 

Kapolres Grobogan AKBP Langgeng Purnomo mengatakan, simulasi tersebut hanyalah sebuah praktik yang dilakukan oleh tim identifikasi Polres Grobogan untuk melihat kemampuannya dalam olah TKP. Tujuanya untuk mengevaluasi kinerja dan hasil tim apakah sudah optimal dengan tahapan yang sesuai dan benar. ”Agar kualitas TP TKP sesuai standar. Karena dengan ini lah keterangan saksi dan pelaku tindak pidana bisa diproses,” jelasnya.

 

Kapolres juga menambahkan kalau dalam olah TKP, unit tim harus objektif sesuai keterangan yang ada. Oleh karena itu, Kapolres menghimbau kepada seluruh anggota unit tim Sabhara Polres, Polsek, Reskrim, Sat Lantas dan SPKT yang mengikuti pelatihan materi di aula Mapolres. Untuk itu, faktor yang mempengaruhi dalam praktik olah TKP yakni kecerobohan. Sehingga dari olah TKP tersebut bisa disimpulkan. Akan tetapi, tidak bisa menyimpulkan terlalu cepat. Sebab, bisa dilakukan dengan bukti-bukti yang ada. ”Kalau diduga boleh saja. Tapi harus ada kesimpulan awal dan kesimpulan akhir dari bukti dan data lab forensik karena erat kaitanya dengan hasil otopsi,” imbuhnya.

 

Kapolres juga berharap dari target latihan yakni dua bulan. Untuk itu, unit tim yang mengikuti harus memiliki standar yang ada. Selain itu, sudah bisa merumuskan atau pengambilan sidik jari dalam olah TKP. ”Setelah masa target. Diharapkan unit tim sudah lebih siap dalam menghadapi tugas dan lebih semangat karena kejadian seperti sering terjadi seperti kebakaran, pembunuhan dan penemuan mayat,” harapnya.

images/1547.jpg

Peserta sedang mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas pegawai TU  tingkat SD Negeri yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun.

 

KARIMUN, (KT) - Kemajuan teknologi membawa dunia menjadi semakin modern. Perkembangan teknologi yang semakin pesat, menuntut suatu instansi pemerintah maupun instansi swasta untuk memperoleh informasi yang lebih cepat, efesien serta efektif untuk mempermudah  dalam pengelolaan dan penyimpanan data.

Adanya sistem informasi yang tepat dan akurat, dapat mengurangi terjadinya kesalahan yang tidak diinginkan, dengan demikian dapat meningkatkan kinerja yang lebih efisien dan kecepatan operasional isntansi.

Untuk mewujudkan informasi tersebut, diperlukan sebuah  sistem yang dapat menangani berbagai pengolahan data dengan megunakan teknologi informasi. Maka dari itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karimun melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas pegawai TU  tingkat SD Negeri.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, MS. Sudarmadi mengatakan, tujuan dilaksanakan kegiatan, untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan invetaris barang yang terkomputerisasi, sehingga mampu mendukung kinerja kantor maupun instansi dilingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karimun.

sedangkan harapannya, peserta dpat mengikuti kegiatan dengan baik seksama dan penuh perhatian. Agar maksud dan tujuan dari kegiatan dapat tercapai sebagaimana mestinya," ungkapnya saat ditemui karimuntoday.com, Kamis (18/9/2014).

Sudarmadi menyampaikan, kegiatan peningkatan kapasitas dimulai tanggal 15 smpai 17 September 2014 bertempat di Wisma Karimun Jl. Yos Sudarso Tanjung Balai Karimun, diikuti sebanyak 61 orang peserta.

" Peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari pegawai TU tingkat SD se-Kabupaten Karimun. Untuk mendapat hasil yang optimal dalam kegiatan, dihadirkan narasuber yaitu, Kasubbag Inventarisasi dan Pelaporan BMN pusat, Bambang Saptowo," terangnya.

Pada kesempatan ini Sudarmadi juga menyebutkan, inventarisasi dilakukan dalam rangka penyempurnaan pengurusan dan pengawasan yang efektif terhadap barang-barang milik negata, yang mana dalam pembeliannya mengunakan APBN maupun APBD. Inventarisasi juga memberi masukan yang sangat berharga bagi efektifitas pengelolaan sarana dan prasarana.

" inventarisasi harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan dari pemerintah. Daftar inventarisasi yang dibuat secara berkala, sekurang-kurangnya setahun sekali perlu memperhatikan perkembangan termasuk pengurangannya," pungkasnya mengakhiri.(nov.k)


images/1546.jpg

Dua orang kurir (bersebo) nakotika diduga jenis shabu seberat 26,4 kilo gram yang diciduk Satnarkoba Polres Karimun.

KARIMUN, (KT) - Dua orang kurir narkoba, berinisial Y.A warga Desa Parit Kecamatan Karimun, dan H warga asal Pulau Terong Belakang Padang, Batam berhasil diciduk jajaran Satnarkoba Polres Karimun.

Ditangkapnya dua orang kurir tersebut, dikarenakan telah membawa seberat 26,4 gram nakotika diduga jenis shabu. Dari kejahatan yang dilakukan, tersangka dijerat UU No 35 tahun 2009 pasal 114 ayat 2 jonto pasal 112 ayat 2, minimal hukuman 5 tahun penjara.

Kasat Narkoba Polres Karimun, AKP Adi Wananda diwakili oleh Kaur Bin Ops Satnarkoba, Iptu Yudsiardi Wasaseptiono mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka, barang haram sudah diamankan itu milik seseorang berinial A dan I yang kini berstatus DPO.

Yudsiardi  menyampaikan, penangkapan tersangka berinisial Y.A dan H di TKP yang sama, yakni didalam kamar 205 Hotel Gabion terletak di Jl. Nusantara Kecamatan Karimun, sekitar pukul 15.00 WIB, Selasa tanggal 16 Agustus 2014 lalu.

" Infromasi keberadaan tersangka kita dapatkan dari masyarakat satu jam sebelum dilakukan penangkapan. Setelah berhasil ditangkap, kita temukan 1 paket narkotika diduga jenis shabu yang di simpan dalam kotak rokok sampoerna merah," terangnya kepada wartawan, Kamis (18/9/2014).

Pada kesempatan ini Yudsiardi mengutarakan, sewaktu penangkapan terhadap dua orang tersangka, salah satunya berinisial H sempat melakukan perlawan untuk lolos melarikan diri.

" Tersangka H sempat kabur saat ditangkap setelah bergulat dengan anggota kita. Namun, dengan kemampuan anggota, akhirnya tersangka cobar kabur melarikann diri itu berhasil diringkus," katanya.

Dalam penangkapan ini, Satnarkoba Polres Karimun selain 1 paket besar narkotika diduga jenis shabu seberat  26,4 gram, juga mengamnkan barang bukti lainnya, berupa 1 buah kotak rokok sampoerna merah, 1 unit hp merek Nokia tipe 1112 warna orange, serta 1 unit hp merek Nokia tipe 1200 warna abu-abu.(nov.k)

Thursday, 18 September 2014 15:29

Status Demam Berdarah Dengue di Karimun Sudah KLB


images/1545.jpg
 
Kabid Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Karimun, Rahmadi.
 
KARIMUN, (KT) - Status penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karimun sampai September taun 2014 semakin mengkhawatrikan. Soalnya, dari berstatus waspada sudah berubah menjadi kejadian luar biasa (KLB).

" Kini penyakit DBD yang terjadi semakin bertambah. Maka dari itu, dinyatakan status DBD dari waspada berubah menjadi KLB," ungkap Kabid Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Karimun, Rahmadi saat ditemui karimuntoday.com, Kamis (18/9/2014).

Rahmadi menyebutkan, saat ini jumlah penderita penyakit DBD secara keseluruhan di Kabupaten Karimun sebanyak 255 kasus. Dari jumlah kasus tersebut, lima orang menjadi korbannya (meninggal dunia), terdiri dari 4 orang anak-anak dan 1 orang dewasa.

" Kasus DBD sangat besar terjadi Pulau Karimun, tercatat hampir 90 %. Tingginya angka penyakit tersebut berlaku di 3 Kelurahan yang ada di Kecamatan Karimun, yaitu Kelurahan Sei Lakam Barat, Sei Lakam Timur dan Kelurahan Teluk Air," terangnya.

Disampaikannya, semenjak adanya kasus DBD, Dinkes Pemkab Karimun sudah melakukan penyemprotan (Fogging) nyamuk dalam pencegahan, serta menyebarkan abate. Selain itu, juga mengajak instansi terkait (Camat dan Lurah) untuk menggerakkan masyarakatnya berpola hidup sehat terhadap lingkungan.

Sementara itu berdasarkan data yang dihimpun dari Kepala Dinas (Dinkes) Kabupaten Karimun, Sensissiana, pada tahun 2011 kasus DBD berjumlah 117, korban yang meninggal dunia tercatat 2 orang. Tahun 2012 berjumlah 76 kasus, korban yang meninggal dunia tercatat 1 orang. Tahun 2013 terdapat 84 kasus, korban yang meninggal dunia tercatat 2 orang.

Masih data yang dihimpun, berlalunya tiga tahun tersebut, masuk dibulan Juli tahun 2014 kasus DBD di Kabupaten Karimun sebanyak 93 kasus, dengan korban yang meninggal dunia tercatat 2 orang.(nov.k)
 

images/1543.jpg

 Anggota DPRD Kabupaten Karimun,Kepri  dari Komisi C melakukan Sidak ke Gedung KECC didampingi salah seorang Kabid Dinas PU beberapa waktu lalu,(photo.net)

 

Karimun,(KT) -  Salah satu Lembaga Swadaya  Masyarakat (LSM) di Kabupaten Karimun, Kepri menantang Anggota DPRD  untuk membuat laporan  kepada aparat penegak hukum terkait adanya dugaan penyimpangan atas Proyek Pembangunan Gedung KECC  sebab, Proyek pembangunan gedung Karimun Exhibition and Convention Center (KECC) senilai Rp15.560.324.000 dari APBD Kabupaten Karimun tahun 2013 di kawasan Coastal Area diduga sarat dengan masalah.

 

Proyek yang kontrak kerjanya termuat di No.02/SP/KECC/CK/DPU/2013  yang dikerjakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (BUMN) dengan konsultan pengawas CV Abhista Konsultan dengan masa kerja 270 hari kalender dan masa pemeliharaan 180 hari kalender tersebut banyak melabrak aturan.  

“Pekerjaan tersebut merupakan borongan kontrak tahun tunggal yang pelaksanaannya harus diselesaikan pada tahun yang sama (2013) namun kenyataannya saat ini pengerjaan gedung KECC tersebut masih molor mesti telah diberikan adendum atau tambahan waktu diluar batas jatuh tempo. Ini jelas adalah pelanggaran yang berpotensi merugikan keuangan daerah dan mesti harus dipertanggungjawabkan di hadapan hukum,”  

Hal tersebut dikatakan, Ketua LSM Kiprah Jhon Syahputra kepada media ini kamis(18/9) di seputaran Kantor Bupati Karimun, dia sudah beberapa kali membaca stemen salah seorang anggota DPRD karimun yang menyatakan akan melaporkan secara tertulis dugaan penyimpangan atas proyek pembangunan gedung KECC,namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda dilaporkan kepada penegak hukum, artinya, jangan hanya berkoar di media saja, kalau mau dilaporkan, dilaporkan secepatnya, namun, saran dia kalau mau melapor jangan di tingkat daerah maupun provinsi, langsung saja ke KPK.

 

“ Dia Menantang salah seorang anggota DPRD Karimun yang begitu getol menyoroti pembangunan gedung KECC, untuk secepatnya melaporkan kasus tersebut kepada Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK), sehingga masyarakat karimun tidak menilai bahwa stetmen hanya sekedar gertak sambal belaka, buktikan,” Imbuhnya

 

Ditambahkanya lagi, Dia berharap, sebelum anggota DPRD Karimun melaporkan secara tertulis kepada penegak hukum, diminta untuk turun langsung kelokasi dimana gedung tersebut dibangun, untuk melihat apakah dana yang sudah dikucurkan sudah sesuai dengan kondisi bangunanya , kalau tidak sesuai dengan  uang yang dikucurkan volume pengerjaanya tentu akan menjadi data tambahan bagi anggota DPRD didalam laporanya ke aparat penegak hukum KPK.

 

Dan juga dia mengatakan, sesuai dengan amanat Keppres No 70 Tahun 2012, PT Nindya Karya selaku pihak pelaksana juga seharusnya disita jaminan pelaksanaannya senilai 5 % dari nilai proyek sebagai syarat penambahan waktu 50 hari dari masa akhir kontraknya, juga melunasi uang muka, membayar denda keterlambatan dan yang paling penting BUMN tersebut di-backlist  secara resmi. Nah, apakah Dinas PU sudah melakukan seperti yang diamanatkan oleh Keppres tersebut, seandainya tidak  tentu akan menambah data lagi untuk dilaporkan ke KPK, Tegasnya

 

Secara terpisah, Bhakti Lubis Anggota DPRD Karimun yang dinilai sangat getol menyoroti bahkan akan menyurati Aparat Penegak hukum lewat fraksinya terkait pembangunan gedung KECC  sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya, begitu juga dengan Kadis PU karimun, belum dapat dimintai tanggapanya.(***)

 

 
 

 images/1542.jpg

Bupati Karimun, Nurdin Basirun saat ditemui usai pelantikan pejabat eselon III dan IV lanjutan, Kamis (18/9/2014). sekitar pukul 08.00 WIB diruan kerja Bupati Karimun.

 

KARIMUN, (KT) - Pelantikan pejabat dilingkungan Pemkab Karimun, Provinsi Kepri sebanyak 151 orang, dengan rincian eselon III 28, dan eselon IV 123 beberapa waktu lalu bertempat di Gedung  Serbaguna Karimun, ternyata tidak keseluruhan.Buktinya, pelantikan pejabat yang langsung dilakukan Bupati Karimun, Nurdin Basirun masih berlanjut. Parahnya, dalam pelaksanaan pelantikan lanjutan tersebut berlangsung diruang kerja Bupati Karimun tertutup, yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, Kamis (18/9/2014).

Sehingga, sejumlah wartawan dari berbagai media massa (cetak maupun elektornik) tidak dapat meliput jalannya pelantikan. yang hanya  Bisa sejumlah wartawan cuman dapat  mengambil gambar (foto dan video), setelah selesainya pelantikan berlangsung.

Infromasi yang berhasil dihimpun karimuntoday.com, lanjutan pelantikan pejabat eselon III dan IV diruang kerja Bupati Karimun dilaksanakan tertutup itu berjumlah sebanyak 6 orang, dengan rincian 5 dari eselon III, dan 1 eselon IV.

Masih informasi yang didapat, dari kesemua pejabat dilantik tersebut diantaranya, Syahimi, S.Sos, M.Si jabatan lama sebagai Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Karimun, jabatan baru menjadi Inspektur Pembantu Wilayah IV Inspektorat Daerah, mengantikan Nurul Hayati, SE yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karimun.

Selain itu, Muhammad Yunus. SKM jabatan lama Kepala Bidang Diklat Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karimun, jabatan baru menjadi Camat Kundur Utara Kabupaten Karimun, mengantikan Netty Widaty. S.Sos, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Badan Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karimun.

Kabag Humas dan Prokoler Pemkab Karimun, M. Yosli saat ditemui membantah lanjutan pelantikan pejabat eselon III dan IV di ruang kerja Bupati Karimun dilaksanakan tertutup.

" Lokasi pelantikan kecil. Kalau kalian mau foto serta video acara pelantikan, minta saja ke Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Karimun," kata Yosli

Sementara itu Bupati Karimun, Nurdin Basirun ditemui usai pelantikan menyebutkan, pelantikan terhadap 6 orang pejabat lanjutan. Sebab, pada saat pelantikan setelah kemarin, pejabat-pejabat tersebut sedang tidak berada ditempat.

" Kesemua pejabat yang dilantik tersebut,  ada yang mengikuti Diklatpim III, dan Dinas Luar (DL). Setelah kesemuanya berada di Karimun, dilangsungkanlan acara pelantikannya," ungkapnya singkat.(nov.k)

images/1541.jpg

Petugas Dishub Karimun dan Satlantas Polres Karimun sedang memerika kelengkapan surat-surat salah satu supir angkot yang terjaring razia, Rabu (17/9/2014

KARIMUN, (KT) - Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Darat Dishub Kabupaten Karimun, Elviyendra mengatakan, razia kendaraan seperti angkot, pick up, lori dan kendaraan roda tiga (Tossa) diduga sudah bocor.

Pasalnya menurut Elviyendra, razia yang berlangsung selama tiga hari tersebut, dimulai pada Rabu (17/9/2014) sekitar pukul 08.30 WIN bertempat di Terminal Kolong Kelurahan Sei Lakam Barat, Kecamatan Karimun, kendaraan yang menjadi target dalam razia sangat terlihat sepi.

" Razia dihari pertama sangat sepi kendaraan yang akan dirazia terlihat. Diduga kuat, razia yang bekerjasama dengan Satlantas Polres Karimun sudah bocor terlebih dahulu sebelum pelaksanaannya," ungkap Elviyendra saat dikonfirmasi karimuntoday.com, sekitar pukul 17.30 WIB.

Disampaikannya, meskipun diduga  sudah bocor, razia dihari pertama berhasil menjaring sebanyak 96 unit kendaraan berbagai jenis. Dengan rincian, bus 6 unit, angkot 29, pick up 39, dan truck 22. Namun terhadap kendaraan terjaring itu belum dilakukan penilangan.

" Kesemua kendaraan yang diperiksa  ada kelengkapan surat-suratnya sampai izin mengemudi masih berlaku (aktif), dan ada juga yang sudah tidak berlaku lagi. Untuk sementara itu masih dilakukan tahap pembinaan. Jadi belum ada tindakan tegas yang diambil," ucapnya.

Elviyendra menyebutkan, razia yang dilaksanakan merupakan kegiatan rutin Dishub Pemkab Karimun bekerjasama dengan Satlantas Polres Karimun. Dengan tujuan, untuk menertibkan kendaraan tidak memiliki surat yang lengkap, dan masa aktif berlakunya surat kendaraan tersebut.

Pada kesempatan ini ditanya apakah razia juga diberlakukan terhadap kendaraan disetiap perusahaan yang ada di Karimun,  Elviyendra menuturkan belum mengarah hingga kesana.

" Wacana untuk merazia kendaraan yang ada di perusahaan sudah ada.  Sebab, di setiap perusahaan juga memiliki kendaraan angkutan barang. Mungkin pelaksanaan razianya setelah selesai razia dilapangan selama tiga hari kedepannya ini,"  katanya mengakhiri.(nov.k)
 

 

 images/1540.jpg

 

Drs. HM. Sani Gubernur Provinsi Kepri.

Karimun,(KT) – Kalau tidak ada aral melintang tanggal 25 September 2014 ini Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia akan mengetok palu atas pembentukan Kabupaten Kepulauan Kundur,Provinsi Kepri  adapun Kabupaten Kepulauan Kundur hasil pemekaran dari Kabupaten Induk Tanjungbalai Karimun,Kepri, jauh sebelum adanya informasi pembentukan kabupaten kepulauan kundur bakal disyahkan oleh DPR RI, telah marak dibicarakan ditengah masyarakat tentang siapa saja yang bakal menjadi Pejabat Sementara (Bupati-red) di Kabupaten yang baru dimekarkan tersebut,

 

Adapun dua nama yang mencuat tersebut adalah, H.Isdianto saat ini menjabat sebagai Kadispenda TK I Provinsi Kepri juga adik kandung gubernur kepri, H.M.Sani, sedangkan calon kedua adalah, Abdul Malik yang saat ini menjadi Kepala Badan  Kepegawaian di Provinsi Kepri, kedua kandidat tersebut adalah putra terbaik Kundur.

 

 Ikhsan. SH Ketua Badan Penyantun Pekerja Pembentukan Kabupaten Kepulauan Kundur (BP2K3), ketika dikonfirmasi media ini rabu (17/9) via hp selularnya terkait dua kandidat yang berpeluang menjadi pejabat sementara memimpin kabupaten kepulauan kundur mengatakan, Bahwa penunjukan caretaker Plt Bupati Kepulauan Kundur adalah mutlak wewenang Gubernur Kepri dan mengenai dua nama yang sering disebut masyarakat dikedai kopi adalah sosok yang sudah bisa diandalkan kredibelitasnya, namun, salah satu kandidat adalah adik kandung gubernur kepri secara emosional tentu ikatan batin mereka berdua sangat kuat, dan saya berpendapat gubernur kepri tidak mungkin menunjuk adiknya sebagai caretaker Plt Bupati Kepulauan Kundur, karena dia tidak akan mau dikatakan sebagai dinasti kekuasaan salah satu contoh di Provinsi Banten.

 

Sedangkan yang kedua adalah, Saudara Abdul Malik selain sebagai putra asli kundur beliau juga di BP2K3 adalah sebagai Dewan Penggerak Utama Badan Penyantun Pekerja Pembentukan Kabupaten Kepulauan Kundur, artinya, saya juga berpendapat gubernur kepri tidak akan menunjuk saudara Abdul Malik sebagai Plt Bupati Kepulauan Kundur, sebab pak gubernur tidak akan mau timbul image yang macam ditengah masyarakat yang mengatakan penujukan Abdul Malik sarat dengan kepentingan, artinya, tidak menutup kemungkinan yang ditunjuk oleh Gubernur untuk dijadikan Plt, Asisten I Provinsi Kepri atau beberapa orang putra terbaik kundur yang banyak menduduki posisi strategis dipemerintahan, maupun putra terbaik yang ada di Kepri.

 

Ditambahkanya lagi, Saat ini jangan berandai-andai dulu, kita liat saja perkembangan pada tanggal 25 September nanti, apabila telah syah disetujui oleh DPR RI Pembentukan Kabupaten Kepulauan Kundur, maka optimalnya sekitar setengah tahun untuk melakukan pembenahan infrastruktur serta pembentukan pemerintahan dan selanjutnya Plt Bupati  serta DPRD  akan melakukan persiapan pilkada calon bupati dan wakil bupati defenitif, Imbuhnya (***)

 

 


images/1539.jpg
 
Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Sulistiyanto, MSc menerima kalungan bunga saat bertandang ke Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun dalam rangka melaksanakan kunjungan kerja (Kunker), Rabu (17/9/2014).
 
KARIMUN, (KT) -  Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Sulistiyanto, MSc berdantang ke Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun,Provinsi Kepri Rabu (17/9/2014).

Meriahnya, setibanya Danlantamal IV Tanjungpinang di pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun dengan mengunakan MV. Dumai Expres sekitar pukul 09.00 WIB selain mendapat kalungan bunga, juga disambut dengan musik tradisional yang paling popular bagi masyarakat Melayu, yakni kompang.

Kedatangan Danlantamal IV Tanjungpinang yang dilantik pada bulan Juli lalu, semulanya menjabat sebagai Komandan Komando Pendidikan Operasi Laut (Dankodikopsla) di Komando Pengembangan Pendidikan Angkatan Laut, di bumi berazam disambut Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun, Letkol Laut (P) Hery Winarno.

Selain itu dalam penyambutan juga terlihat hadir Kapolres Karimun, AKBP Dwi Suryo Cahyono, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0317 Tanjung Balai Karimun, Letkol (Inf) Dec Jerry Simanungkalit, S.Ip, pihak Kejaksaan Negeri Karimun, serta Staf Ahli Bupati Karimun,  Anwar Ujang.

Setelah tiba di pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun, Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Sulistiyanto, MSc sekitar pukul 09.30 WIB melanjutkan perjalanan ke Markas Komando (Mako) TNI AL Tanjung Balai Karimun terletak di Jl .Nusantara, Kecamatan Karimun.

Perwira Seksi (Pasi) Intelijen Lanal Tanjung Balai Karimun, Kapten Jagar Hutagaol saat ditemui mengatakan, Danlantamal IV Tanjungpinang ini merupakan kunjungan kerja biasa ke masing-masing Pangkalan TNI AL di wilayah Kepri.

" Ada beberapa ageda dalam kunker Danlantamal IV Tanjungpinang, diantaranya penanaman pohon di Mako Lanal TBK sekitar 10.00 WIB, kunjungan ke kantor Kanwil DJBC khusus Kepri pukul 13.30 WIB, kunjungan ke kantor Bupati pukul 14.30 WIB, terkahir mengunjuni pulau Tokong Hiu pukul 15.30 WIB," terangnya mengakhiri.

Informasi yang berhasil dihimpun karimuntoday.com, Danlantamal IV Tanjungpinang saat ini dilantik, Jum’at (18/7/2014) oleh Pangarmabar, Laksamana Muda TNI. I.N.G.N. Ary Atmaja bertempat di Markas Komando (Mako) Lantamal IV jalan Yos Sudarso, Kota Tanjungpinang.(nov.k)
 
Canggai Putri

:: KEPRI

KALENDER BERITA

« October 2014 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    
DISPENDA KARIMUN