humas karimun
karimuntoday.com

karimuntoday.com

 

  images/1788.jpg
Wakil Walikota TanjungPinang H.SAHRUL, S.Pd  membuka pelatihan yang di ditaja oleh Dinas Pemberdayaan perempuan dan  perlindungan anak di Hotel Sampurna Kota Tanjungpinang,Kepri.

TanjungPinang, ( KT ) – Wakil Walikota TanjungPinang H.SAHRUL, S.Pd  membuka pelatihan yang di buat oleh Dinas Pemberdayaan perempuan dan  perlindungan anak di Hotel Sampurna pada hari Rabu jam 9.00 pagi tanggal (5/11/2014) untuk pembahasan tentang Maraknya perdagangan Manusia di  zaman sekarang ini yang sering kita lihat dan kita dengar, baik itu melalui  mulut kemulut ataupun media Elektronik semakin menambah daftar panjang  bagi Dinas terkait dan aparat hukum di Negara kita serta menimbulkan  keresahan di masyarakat.

Untuk itu melalui dinas pemberdayaan dan perlindungan anak Kota  TanjungPinang segera membuat pertemuan bagi para Instansi yang berkaitan  di bidang hukum untuk membahas tentang maraknya perdangan Orang di  kawasan Kota TanjungPinang.

Maka dari itu sebagai badan di pemerintahan ini khususnya Dinas  pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak membentuk Tim Gugus  bekerjasama dengan pihak kepolisian,AL,TNI, dan beberapa instansi lainnya  yang berada di Kota Tanjung Pinang.

Adapun dalam rapat itu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan  anak telah menghadirkan narasumber, yaitu:  Bapak Drs.AGAM untuk  memberikan penjelasan dan langkah apa yang harus di lakukan guna menjaga  agar tidak terjadi tindak pidana perdagangan orang yang marak sekali akhi- akhir ini.

Pada saat saat Tim media ini sedang mengikuti rapat tersebut,wartawan media  ini  langsung menjumpai Kadis Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak  Kota TanjungPinang, Bapak AHMAD YANI, MM, M,Kes, untuk di mintai  penjelasannya guna melengkapi isi berita ini, beliau menjelaskan,” saya  terutama khususnya Dinas yang menangani masalah ini tidak akan tinggal diam  dan akan selalu bekerjasama dengan instansi-instansi di bagian hukum serta  mengajak masyarat, baik itu Rt/Rw dan tokoh agama yang ada di kota  tanjungpinang mereka  segera memberikan informasi jikalau di daerah kita ini   telah terjadi tindak pidana, baik itu dari segi kekerasan terhadap anak ataupun  perdagangan orang akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku di negara  kita.Ungkapnya kepada Media ini. ( JAKA SYAFRIADI )


images/1775.jpg

Wakil Bupati Kabupaten Karimun,Kepri.

KARIMUN (KT) - Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq meminta tegas kepada seluruh tenaga pendidik disetiap tingkatan sekolah dalam memberikan hukuman harus diimbangi dengan kemampuan siswa-siswi dan batas kewajarannya, sesuai dengan kode etik guru.

Dikatannya, push up 100 sebanyak kali yang diberikan guru sekaligus waki kelas VII D SMPN 2 Karimun, Sri Melati Sihaan kepada muridnya, Adila (14) hanya gara-gara tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) mata pelajaran Matematika.

Apalagi lanjuntya, siswi merupakan anak kedua dari lima bersaudara, Siti Mukaromah (35) warga RT 02 RW 01 Kelurahan Teluk Air, Kecamatan Karimun tersebut harus menjalani operasi akibat hukuman diberikan, jadi sangat tidak wajar.

"Hukuman terlalu berlebihan yang diberikan guru kepada muridnya, tentu menimbulkan beragam persoalan terhadap guru tersebut sendiri. Jadi tindakan yang dilakukan guru bersangkutan tersebut sangat disesalkan sekali," ungkapnya saat ditemui karimuntoday.com, Rabu (5/11/2014).

Rafiq menyebutkan, jika adanya guru yang melakukan kekerasan terhadap muridnya tidak langsung diproses kepihak berwajib (polisi). Namun, ada tahapan-tahapan yang diharus dilalui terlebih dahulu, seperti pembahasan melalui Komite Etik guru sampai ke  Dewan Pendidikan Guru daerah setempat.

"Kedua pihak terkait tersebut turut berperan serta dalam mengambil langkah-langkah terkait kejadian tersebut. Bila perlu kedua pihak itu membuat surat edaran kesetiap sekolah agar kekerasan terhadap pelajar tidak terulang kembali," pintanya.

"Terjadinya kekerasan terhadap pelajar di SMPN 2 Karimun oleh gurunya, Kepala Dinas Pendidikan, MS. Sudarmadi untuk melakukan rapat koordinasi dengan Kerja Kelompok Kepala Sekolah (K3S). Setelah itu dilakukan rapat serupa dengan dewan pengawas sekolah serta majelis guru," pinta Rafiq lagi.

Sementara itu kuatnya informasi di SMPN 2 Karimun sering memberi ancaman akan mengeluarkan siswa-siswinya dari sekolah, Wakil Bupati Karimun menanggapi hal tersebut sangat bertentangan dengan program Pemerintah, yaitu wajib belajar 12 tahun.

"Intimidasi seperti itu sangat tidak diperbolehkan. Jika memang tingkat kenalan pelajar sudah melampaui batas, panggil orang tuanya lalu diberikan peringatan. Apabila tidak bisa juga diberikann peringatan, pihak sekolah meminta kepada orang tua murid bersangkutan untuk mengantar anaknya bersekolah lain," tuturnya mengakhiri.(nov.k)


images/1787.jpg

Wakil Bupati Kabupaten Karimun, H. Aunur Rafik sedang Memberikan Teguran kepada Pedagang Kaki Lima.

KARIMUN (KT) - Enggannya pedagang kaki lima (PK5) mencapai puluhan orang di pasar Puan Maimun, Kabupaten Karimun dipindahkan, membuat Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq 'Berang'. Dan akhirnya orang nomor dua itu secara langsung mendatangi pedagang tersebut, Rabu (5/11/2014) siang.

Aunur Rafiq saat ditemui mengatakan, terkait adanya PK5 diirnya sudah berkoordinasi dengan pengelola  pasar Puan Maimun, yakni Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (Diskop, UKM dan Perindag) Kabupaten Karimun.

Selain itu lanjutnya, ia juga meminta ke Dinas Perhubungan (Dishub) serta Satpol PP Kabupaten Karimun untuk melakukan penertiban agar fungsi jalan di pasar tersebut kembali seperti semula.

"Saya sendiri sudah menghimbau kepada seluruh pedagang di pasar Puan Maimun untuk tidak membuka jualan di bahu jalan pasar. Rasa saling menghargai, dan hormat-menghormati antara masyarakat dengan pemerintah sangatlah perlu," ungkap Rafiq kepada karimuntoday.com.

Dikatankannya lagi, pasar Puan Maimun sudah dibangun dengan sebaik dan seindahkan mungkin untuk para pedagang. Namun, apabila masih tetap terlihat PK5 di pasar tesebut, maka tak ubahnya seperti di Pasar Puakang yang telah ditinggalkan.

Sementara itu salah seorang PK5 yang tidak mau namanya disebutkan menyampaikan, dari sekian banyak PK5 ada yang sudah mendapat tempat jualan di pasar Puan Maimun Blok B lantai 3. Melihat sepinya pembeli (merugi), akhirnya pedagang-pedagang mmemilih turun mengunakan gerobak untuk berjualan dipintu masuk pasar  Puan Maimun.

"Tempat jualan kami dilantai 3 itu terlalu tinggi untuk dijangkau pembeli. Kami sudah minta solusinya dengan Kadiskop, UKM dan Perindag Kabupaten Karimun, Muhd. Hasbi, tetapi tidak memperdulikannya. Jika diizinkan berjualan didepan pasar ini, tempat jualan kami dilantai 3, akan diserahkan kepada siapapun yang mengambilnya," ujarnya.

Menanggapi apa yang dikatakan salah seorang PK5 terebut, Wakil Bupati Karimun meminta kepada pedagang-pedagang mengalami keluhan karena sepi pembeli akibat terlalu tinggi tempat jualannya untuk sedikit bersabar.

"Saya harap di pasar Puan Maimun janganlah ada PK5. Terhadap pedagang yang mengeluh karena sepi pembeli akibat terlalu tinggi mendapat tempat jualan agar sedikit bersabar. Pemerintah harus mengayomi dan melindungi masyarakatnya, intinya akan dicari solusi dan jalan keluarnya," kata Rafiq mengakhiri.(nov.k)

Wednesday, 05 November 2014 19:48

FKUB Kabupaten Karimun Laksanakan Rakor ke II

images/1783.jpg
Keterangan foto berita : Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq menyampaikan sambutan saat membuka rapat koordinasi (Rakor) ke II Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karimun, di ruang pertemuan  Hotel Holiday Jalan Trikora Tanjung Balai Karimun, Rabu (5/11/2014) sekitar pukul 10.30 WIB.

 

KARIMUN (KT) -  Bertempat di ruang pertemuan  Hotel Holiday Jalan Trikora Tanjung Balai Karimun, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) ke II, Rabu (5/11/2014) sekitar pukul 10.30 WIB.

Rakor lanjutan setelah dilaksanakan pertama di meeting room Hotel Maximillian Jalan Nusantara, Tanjung Balai Karimun tersebut secara resmi dibuka Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq dan dihadiri Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) dan Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kabupaten Karimun, Hurnaini.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) dan Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kabupaten Karimun, Hurnaini selaku ketua panitia kegiatan dalama laporananya menyampaikan, tujuan dilaksanakan rakor ke II ini untuk meningkatkan silaturahmi, komunikasi dan koordinasi dan saling tukar informasi mengenai perkembangan situasi maupun kondisi kehidupan kerukunan antar umat bergama.

Selain itu tujuan lainnya, memberikan pemahaman tentang isi serta maksud dalam Peraturan Menteri Agama dan Mendagri Nomor 9 dan Nomor 8 tahun 2006, terutama tentang permohonan persyaratan pendirian Rumah Ibadat dan pemberian rekomendasi. Sebab pendirian rumah tersebut rawan menjadi pemicu konflik ditengah masyarakat," ujarnya.

Sedangkan lanjutnya, yang mengikuti rakor berlangsung satu hari diikui sebanyak 35 orang peserta. Dengan rincian dari dewan panasehat FKUB 1 orang, dewan pembina 5 orang, pengurus tingkat Kabupaten 17 serta pengurus dari 12 Kecamatan masing-masing 1 orang," terang Hurnaini.

Sementara itu Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq pada sambutannya mengatakan, FKUB merupakan forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh Pemerintah dalam rangka membangun, memelihara, menghomarti, menghargai, memberdayakan untuk kerukunan serta kesejahteraan keadaan hubungan sesama umat beragama di NKRI berdasarkan Pancasila.

Kerukunan umat beragama menjadi slah satu faktor pedukung kerukunan hidup berbangsa dan bernegara. Konsep dasar merupakan hubungan sesama umat yang dilandasi toleransi, saling pengertian, menghormati, dan menghargai kesejahteraan dalam pengalaman ajaran agama," ungkapnya.

Nilai-nilai agama yang hakikatnya berupa nilai kebaikan sambung Rafiq, kebenaran dan kedamaian didalam kehidupan berbangsa serta bernegara sesuai dengan Pancasila pada sila kesatu (Ketuhanan Yang Maha Esa). Artinya, manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama maupun kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusian yang adil dan beradap.

"Dengan dilaksanakannya rakor kedua FKUB ini, dapat terwujudnya satu persepsi dalam menjalankan tugas dan fungsi menuju visi sert misi yang telah disepakati didalam forum tersebut," tutup Rafiq.

Ditempat yang sama Ketua Umum FKUB Kabupaten Karimun, Azhar Hasyim saat ditemui menyampaikan, dalam rakor ke II yang dilaksanakan ada beberapa agenda yang dibahas, diantaranya penyampaian laporan perkembangan pelaksana kegiatan, kemudian permasalahan dan pelaksanaan tugas serta fungsi.

Pada kesempatan ini Azhar Hasyim juga memaparkan tentang data kasus pendirian Rumah Ibadat secara keseluruhan ( se-Kabupaten Karimun) berjumlah 505, dan kasus keagmaan semester 1 tahun 2014 secara keseluruhan Rumah Ibadat se-Kabupaten Karimun berjumlah 505. Dari jumlah tersebut, terdapat 4 kasus ditangani.

"Adapun kasus-kasus dimkasud adalah (1) Cetya Samudra Bakti terletak di Jl Trikora, Kecamatan Karimun dengan jenis kasus renovasi dan nambah volume, (2) Vihara Bodhi Maetreya Kecamatan Tebing jenis kasus pembangunan baru, (3) House Restoran IFGF gisi Kecamatan Tebing jenis kasus ruko sebagai tempat ibadah, (4) Aliran Syi'ah jenis kasus penyebaran faham Syi'ah kewarga/luar jema'ah Syiah," terangnya.(nov.k)

images/1781.jpg

 

 

 

Dandim 0717 Purwodadi,Letkol Infantri Jaelan sedang membantu warga Membenahi Genteng yang berserakan.

Grobogan,(KT) - Angin putting beliung yang menerjang tiga desa di Grobogan,Jawa Tengah (4/11) membuat lima rumah ambruk sementara ratusan rumah mengalamai rusak berat dan ringan. Ketiga desa tersebut yakni ,desa Karangpahing, desa Kluwan dan desa Pengkol kecamatan Penawangan,Grobogan,Jawa Tengah.

 

 

 

Menurut keterangan Istini warga desa Karangpaing,saat itu hujan deras disertai angin dengan suara gemuruh dari arah utara. Saat itu dirinya sedang didalam rumah sendirian,beruntung dirinya bisa menyelamatkan diri sebelum rumahnya ambruk. “saat itu saya dirumah sendirian,mendengar ada suara gemuruh kemudian keluar,” ucap Istini

 

 

 

Hal yang sama juga dialami Suwoto,warga Pengkol,Penawangan, rumahnya juga ambruk diterjang putting beliung hingga rata dengan tanah. Saat roboh rumah dalam keadaan kosong.

 

 

 

Aparat TNI Kodim 0717 Purwodadi,kepolisian,serta personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah Grobogan sejak pagi tadi diterjunkan masih membantu warga membenahi genting yang rontok serta mengumpulkan reruntuhan bangunan.

 

 

 

Menurut Dandim 0717 Purwodadi,Letkol Infantri Jaelan mengatakan,pihaknya telah menerjunkan personil TNI,serta berkoordinasi dengan kepolisian,dan BPBD untuk mengatasi kejadian benjana ini. “kita sudah berkoordinasi dengan pihak terkati dan memetakan daerah yang rawan bencana seperti putting beliung, sehingga kita selalu siap setiap saat dan bekerja sama jika terjadi bencana,” ucap Dandim

 

 

 

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,namun kerugian akibat musibah ini mencapai ratusan juta rupiah.(nur)

 

 

 mages/1779.jpg

 

 Ket.Photo:Proyek rehabilitasi jembatan dan perbaikan gorong-gorong di desa Gubug,kecamatan Gubug,Grobogan,Jawa Tengah,mangkrak.

Grobogan,(KT) - Proyek rehabilitasi jembatan dan perbaikan gorong-gorong di desa Gubug,kecamatan Gubug,Grobogan,Jawa Tengah,mangkrak. Proyek dari anggaran provinsi jawa tengah tahun 2014 dengan anggaran sebesar Rp.415.829.000,- atau hampir setengah milyard ini sejak dikerjakan pada 28 maret dan selesai tanggal 23 oktober tahun 214 tidak tuntas dikerjakan.

Separuh galian jalan pun masih terlihat menganga dan hanya diberi pembatas dari potongan kayu dan bilahan bambu. Talud atau gorong-gorong yang baru seumur jagung ini pun ambrol dan bikin pengendara celaka. Kondisi arus jalan yang menopang perekonomian warga menjadi tersendat tidak lancar karena kondisi jembatan yang mangkrak ini. Kantor tempat pihak CV. Valnez pelaksana proyek jembatan yang berdekatan dengan lokasi jembatan pun tutup tidak ada aktivitas.

 

Menurut zamroni,warga gubug,sejak adanya jembatan mangkrak ini arus lalu lintas menjadi macet dan seringkali terjadi kecelakaan.”masak jembatan anggaran ratusan juta sampe gak jadi, padahal sudah enam bulan,jika seperti ini terus bisa macet lalu lintas jalan,”ucap zamroni

Warga berharap pihak dinas terkait bisa segera memperbaiki kondisi jembatan yang mangkrak ini agar arus lalu lintas kembali lancar dan perekonomian warga tidak terganggu.Sementara pihak CV.Valnez hingga berita ini diturunkan belum bisa dihubungi.(nur)

mages/1778.jpg
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kiprah, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, John Syahputra.

KARIMUN (KT) - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kiprah, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, John Syahputra sangat mengharapkan dan meminta, Siti Mukaromah (35) warga RT 02 RW 01 Kelurahan Teluk Air, Kecamatan Karimun melaporkan kejadian yang dialami anaknya, Adila (14) ke pihak polisi.

Karena menurtunya, hukuman push up sebanyak 100 kali yang diberikan guru sekaligus wakil kelas VII D SMPN 2 Karimun, Sri Melati Sihaan  kepada siswi tersebut hanya gara-gara tidak mengerjakan PR mata pelajaran Matematika, sudah merupakan kekerasan terhadap anak. Apalagi dampak dari hukuman itu timbul pembengkakan (penimbunan nanah) dibagian atas dubunrya siswi itu

"Hukuman tersebut sudah melanggar UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Jadi orang tua murid harus berani melaporkan kejadiannya ke polisi. Dan pihak kepolisian harus mengusut kasus kekerasan itu," pinta dengan tegas pria kerap disapa Jhon itu saat ditemui karimuntoday.com, Selasa (4/11/2014).

Dikatakannya lagi, dalam kejadian yang mencorengkan dunia pendidikan itu, seharusnya dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karimun selain memberikan perhatian, juga wajib bertanggungjawab atas apa yang dialami siswi bernasib malang anak kedua dari lima bersaudara seorang janda tersebut.

Mengenai dari pihak SMPN 2 Karimun mendatangi kediaman siswi yang menjadi korban kekerasan gurunya hanya untuk meminta maaf, menurut Jhon tidak cukup sebatas itu. Tetapi, Disdik Kabupaten Karimun harus memberikan sanksi keras kepada guru bersangkutan serta kepala sekolahnya.

"Kejadian kekerasan terhadap pelajar di Kabupaten Karimun terbilang sering. Maka dari itu, Disdik setempat perlu baik itu secara materi maupun metodenya. Semestinya jika terjadi hal seperti itu, dari Disdik harus cepat mengambil tindakan sehingga permasalahannya tidak berlarut panjang," tegasnya lagi.

Pada kesempatan ini Jhon sangat mengharapkan kepada Komisi Perlindungan Anak Kabupaten serta Provinsi mendampingi orang tua murid, untuk mengusut kasus yang terjadi hingga tuntas.

Ditempat terpisah Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat ditemui mengenai kekerasan yang dialami siswi kelas VII D SMPN 2 Karimun, sangat menyesalkan dan menyanyangkannya.

Rafiq menyebutkan, dalam memberikan hukuman sebagai bentuk pembinaan harus melihat batas kewajaran, serta harus disesuaikan dengan kemampuannya. Jangan melakukan pembinaan tersebut disertai dengan emosional.

"Push up 100 kali yang diberikan guru bersangkutan sudah melebihi batas kemampuan pelajar yang memerima hukuman itu, dan hal itu sangat tidak wajar. Dengan demekian, guru tersebut dalam memberikan pembinaan kepada anak didiknya, disertai dengan emosional," kata orang nomor dua tersebut mengakhiri.(nov.k)


images/1777.jpg

Keterangan foto berita : Wakil Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq menyerahkan bendera Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Karimun periode 2014-2019 kepada ketua terpilih, Nurmawi.

KARIMUN (KT) - Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq secara resmi melantik dan mengukuhkan kepengurusan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Karimun periode 2014-2019, di gedung Nasional yang dihadiri Lurah serta Camat se-Kabupaten Karimun, Selasa (4/11/2014) sore.

Adapun struktur kepengurusan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Karimun periode 2014-2019 yang dilantik berdasaarkan surat keputusan Bupati Karimun Nomor 161.C tahun 2014, sebagai dewan pembina Bupati Karimun, Nurdin Basirun, majelis pertimbangan Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq. Sedangkan ketua umum terpilih, Nurmawi, wakil ketua, Martini, sekretaris, Bahruddin, dan bendahara, Siti Suprapti.

Struktur lainnya seperti ketua bidang Litbang, Hj. Sri Rezeki, Ketua bidag Derdiklat, Widayati, Ketua bidang penanggulangan bencana dan pengungsi, Irwansyah, Ketua bidang fakir miskin dan ekonomi kerakyatan, Ruwiyarni, Ketua bidang Paca, TS dan LU, A. Karim Nyat, Ketua bidang perlindungan anak, Delmawati, Ketua bidang Napza dan Kesmas, Juliono, terakhir Ketua bidang KTK dan PM, Lutfi Alfiah

Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq dalam sambutannya mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia(Mensos RI) nomor 1 tahun 2012, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) sebagai pembantu menghimpun data masyara-masyarakat miskin pihak pemerintah sudah sejak lama keberadaanya.

"PSM dan IPSM memang dibawah binaan Dinas Sosial (Dinsos), tetapi organisasi tersebut berkiprah secara sosial (suka rela). Sementara untuk memberikan insentif, tunjangan serta dana operasional, Pemkab Karimun mengakui belum mampu. Meskipun demekian, petugas di organisasi itu  merasa terpanggil untuk membantu pemerintah dalam menangani masalah sosial kemasyarakatan," ungkapnya.

Sementara itu Ketua IPSM periode 2014-2019 Nurmawi saat ditemui usai dilantik menyebutkan, orgnasisasi ia pimpin merupakan perpanjangan tangan dari Dinas Sosial pemerintah setempat. Untuk mengoptimalkan kinerja IPSM itu sendiri, dalam waktu dekat ini juga dirinya akan membentuk IPSM ditingkat mulai dari tingkat Kecamatan sampai Desa se-Kabupaten Karimun. Selain itu dirinya berwacana mengandeng Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada.

"Secepatnya kita akan turun kelapangan melakukan pendataan kembali masyarakat miskin yang belum terdata, baik itu didalam Pulau Karimun besar maupun di setiap Kecamatan lainnya. Dengan menyebar luasnya jaringan IPSM sampai kepelosok Desa, pendataan yang dilakukan bisa sampai ke pulau-pulau terpencil," katanya kepada karimuntoday.com mengakhiri.(nov.k)

images/1770.jpg
Ket.Photo, Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah se Kota Tanjungpinang, Mengikuti Pelatihan.

TanjungPinang, ( KT ) – Mulai pada hari Senin  (3 s/d 5/11/14),tepatnya di Hotel BBR yang berada di  Jl.Pantai Impian Km 4 Disdik Kota TanjungPinang mengadakan pelatihan bagi Kepala dan wakil  Kepala sekolah sekota tanjungPinang untuk menambah pengetahuan mereka dalam menyampaikan  kepada para guru yang mengajar di Sekolah yang mereka pimpin.

Dalam acara itu membahas bermacam – macam tentang bagaimana meningkatkan mutu ataupun  managemen  pendidikan dan mengajak bagi masyarakat terutamanya, Wali murid untuk  bekerjasama  bagi  kepentingan anak didik di sekolah yang juga tidak lain adalah  anak mereka agar  dapat mengembangkan sarana dan prasarana di sekolah yang ada di Kota TanjungPinang.

Pada acara  tersebut di isi oleh narasumber yang di hadirkan oleh Disdik Kota TanjungPinang, yaitu: Bapak  KUNANDAR  Dosen Uhamka yang berada di DKI jakarta,Pada saat menjelaskan bagaimana yang di maksud dari 8 karakter kepada seluruh peserta yang  mengikuti kegiatan tersebut, tampak sekali para peserta sangat serius dan semangat sekali dalam
mengikuti penjelasan yang di sampaikan narasumber Bapak KUNANDAR yang saat itu memberikan  apa itu karakter sebenar dan yang sebenarnya, lihat saja di gambar tersebut terlihat salah seorang  peserta yang mengikuti dengan serius dalam acara tersebut, beliau adalah Kepala sekolah SMPN 5  Kota TanjungPinang, Ibu IRMALINDA, S.Pd.,M.M.Pd

Ketika pada saat acara istirahat untuk makan siang Tim Media ini coba melakukan Wawancara dan  minta komentarnya  kepada Ibu IRMALINDA, S.Pd.,M.M.Pd tentang kegiatan ini ,” Saya sangat  senang dan puas sekali dengan kegiatan yang di adakan oleh Disdik Kota TanjungPinang selama 3  hari yang di mulai pada hari senin semalam dan akan berakhir pada hari rabu besok.

Karna kami  sebagai Kepala Sekolah mendapatkan Ilmu dan pengetahuan tambahan yang kami belum mengerti, Sambungnya,  jadi saya sangat berterimakasih sekali kepada Panitia yang mengadakan kegiatan ini  khususnya Disdik Kota TanjungPinang yang telah memperhatikan kami sebagai Kepala Sekolah untuk  melakukan tugas yang lebih bijak dan sangat hati-hati dalam memberikan keputusan ataupun  penjelasan kepada Guru dan anak – anak didik kami yang ada di Sekolah di daerah Kota  TanjungPinang. Ujarnya ( JAKA SYAFRIADI ).

images/1769.jpg
Ketua BADKO TPQ/FKPQ Ustad ALIZAR.

 

TANJUNGPINANG, ( KT ) – Pada hari selasa 4/11/2014 Tim dari Media ini melakukan  kunjungan kepada Ketua BADKO TPQ/FKPQ Kota TanjungPinang yaitu Ustadz ALIZAR di  yayasan Insan Cemerlang yang berlokasi di alamat Jl. Beringin, no. 10 samping kantor camat  sementara TanjungPinang barat untuk mencari info tentang perkembangan serta peran BADKO TPQ/FKPQ, dalam membangun generasi Muslim Kota TanjungPinang kedepannya.

Berawal dari kegiatan menyambut tahun baru Islam 1436 H, yang telah berlangsung pada  tanggal 25 oktober yang lalu bekerjasama dengan Lantamal IV Kota TanjungPinang yang di  dukung dari beberapa Ormas Islam yang ada di Kota TanjungPinang, seperti  IGRA,BKMT,FKDT,HIMPAUDI dengan membuat kegiatan sesuai pada Moto kami, " Mewujudkan Insan Qur’ani" seperti,  penampilan Pentas Seni yang dilaksaanakan pada sore  hari  dari Anak-anak TPQ perwakilan dari setiap kecamatan yaitu: marawis, nyanyian  Qosidah dari Ibu-ibu Majlis ta’lim, pada malam harinya tabliq Akbar yang di isi awali dengan  penampilan Da’i cilik, pembacaan Gurindam 12, yang di tutup oleh Ustadz  DEDI SANJAYA,Lc.

Dalam pertemuan dengan Ketua BADKO TPQ/FKPQ Ustad ALIZAR menjelaskan,” saya sangat  berharap sekali agar pemerintah yang ada di Provinsi Kepri ini, khususnya Kota  TanjungPinang apabila ingin mengadakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan Anak-anak  MDA ataupun TPQ, tolong ajaklah kami dari pengurus BADKO TPQ/FKPQ, bekerjasama atau  setidaknya undang kami agar tidak menjadi benturan dalam membuat suatu acara seperti  yang sudah pernah terjadi sebelunya.

Sambungnya” dalam setiap kegiatan yang melibatkan santri-santri TPQ perlu kiranya untuk  memperhatikan tempat pelaksanaan kegiatan, agar dapat memberikan kenyamanan dan  keamanan terhadap para santri TPQ seperti yang sudah terjadi dalam kegiatan pawai 1000  santri yang di adakan di tengah keramaian Kota dan di tempat yang kurang memadai. Acara  ini di  koordinir oleh Pemko melalui bidang Kesra Kota TanjungPinang, Karna banyak di  antara santri yang mengalami kejenuhan dan keluhan tidak mendapatkan kosumsi pada saat  kegiatan berlangsung.

Maka untuk itu kami berharap dari pengurus BADKO TPQ/FKPQ Kota TanjungPinang agar  Pemko sekiranya perlu menerima aspirasi dari Masyarakat khususnya kami sebagai guru- guru yang sudah cukup mengerti dengan keadaan anak-anak pada saat dilapangan,  jika  ingin  atau berencana membuat suatu kegiatan untuk tidak memutuskan sepihak saja  apabila sudah pernah melibatkan kami dalam membuat suatu  kegiatan yang menyangkut  dengan anak-anak MDA ataupun TPQ se Kota TanjungPinang.( JAKA SYAFRIADI )

Canggai Putri

:: KEPRI

KALENDER BERITA

« November 2014 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
DISPENDA KARIMUN