karimuntoday.com

karimuntoday.com


images/1344.jpg

Wakil Bupati Karimun memberikan bantuan untuk dua orang imam, dua orang bilal, satu orang muadzin dan pengurus Masjid Al-Mukaramah Pantai Indah Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, dalam melaksanakan Safari Ramadhan malam ke-23, Minggu (20/7/2014).

KARIMUN, (KT) - Masjid Al-Mukaramah Pantai Indah Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun dikunjungi Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq.

Kedatangan Wakil Bupati Karimun ke rumah ibadah tersebut, dalammelaksanakan Safari malam ke-23 bersama rombongan, Minggu (20/7/2014).

Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq dalam sambutannya sebelum melaksanakan Sholat Tarawih berjam'ah mengatakan, kunjungan ke Masjid Al-Mukaramah Pantai Indah Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat ini adalah malam terakhir Safari Ramadhan tim rombongan kedua Pemkab Karimun.

" Selama malaksanakan Safari Ramadhan Masjid sudah banyak perubahan pada bangunannya, seperti dari semi permanen menjadi permanen. Salah satunya Masjid Al-Mukaramah ini," ungkapnya.

Terjadi perubahan itu dikatakannya, karena besarnya kepedulian Pemkab Karimun dalam memberikan bantuan, dan masyarakat sekitarnya.

" Bangunan Masjid harus lebih besar dari pada rumah warga yang ada diseklilingnya. Jika rumah lebih besar dari Masjid, maka masyarakat didaerah tersebut tergolong orang-orang yang pelit," kata Rafiq.

" Seperti yang saya sampai dalam melaksanakan Safari Ramadhan disetiap Masjid se-Kabupaten Karimun. Bahwasanya tahun 2015 mendatang, bagi Masjid yang masih terkendala menyelesaikan pembangunan atau renovasi akan dikucurkan bantuannya," katanya lagi.

Pada kesempatan ini Rafiq menyebutkan, Desa Pangeke ini merupakan wilayah FTZ dan banyak juga investor yang sudah masuk berinventasi. Oleh sebab itu, masyarakat setempat harus bisa memanfaatkan peluangnya, seperti mempekerjakan masyarakat. Maka dari itu haru dipersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM)agar bisa bersaing dengan pekerja dari luar daerah ini.

Sementara itu pengurus Masjid Al-Mukaramah Pantai Indah Desa Pangke, Zulkifli dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Pangke, Kecamatan Meral Barat,  Efendi menyampaikan, Masjid Al-Mukaramah ini didirikan sejak tahun 1978 dengan bangunannya semi permanen.

Kemudian lanjutnya, pelaksanaan renovasi Masjdi ini dilakukan sekitar lima tahun lalu yang mengunakan dana CD Perusahaan dan swadaya masyarakat setempat. Sedangkan bantuan dari Pemkab Karimun belum ada.

" Banyak dana lagi untuk menyelesaikan renovasi Masjid Al-Mukaramah ini. Seperti membutuhkan plafon, puving block. Dan dana renovasi yang dibutuhkan untuk didalam Masjid mencapai Rp 100 juta," terang Efendi.

Efendi juga menuturkan, belum lama ini Bupati Karimun, Nurdin Basirun pernah mengunjugi Pantai Indah Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat. Dalam kunjungan orang nomor satu tersebut berjanji akan mengaspal jalan sepanjang 2 kilo meter.

" Waktu bupati berkunjung kemarin, ia mau mengaspal jalan sepanjang 2 kilo ditahun ini juga. Namun, janji tersebut sampai sejauh ini belum nampak untuk direalisasikan," tutupnya.(nov.k)

Seperti malam-malam sebelumnya, dalam kunjungan Safari Ramadhan Wakil Bupati Karimun memberikan bantuan untuk dua orang imam, dua orang bilal, satu orang muadzin dan pengurus Masjid Al-Mukaramah Pantai Indah Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun.(nov.k)


images/1443.jpg

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karimun, Atan. AS.

KARIMUN, (KT) - Sebanyak 978 orang Mustahik (Fakir Miskin) se-Pulau Karimun besar terdiri dari empat kecamatan, yaitu Kecamatan Karimun, Tebing, Meral dan Meral Barat menerima zakat periode ke II tahun 2014 dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karimun, Minggu (20/7/2014) sekitar pukul 09.30 WIB.

Pendistribusian atau penyaluran zakat yang bertempat di gedung Darun Nadwah Masjid Agung Karimun, dihadiri Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq dan Kepala Kantor Kementerian Agama
Karimun, Afrizal.

Ketua Baznas Kabupaten Karimun, Atan. AS menyampaikan selain berupa uang, zakat yang di distribusikan periode kedua menjelang Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah tahun ini juga ada berbentuk paket sembako. Jika ditotalkan secara keseluruhan sebesar Rp 300 ribu permasing-masing penerima.

Disampaikannya lagi, total pengumpulan zakat se-Kabupaten Karimun pada tahun 2013 lalu sebesar Rp 1,6 miliar. Kemudian ditahun yang sama pengumpulan zakat ditiap-tiap Masjid senilai Rp 104 juta.

" Terkumpulnya zakat tahun ini bekemungkinan ada kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu diperkirakan mencapai Rp 2 miliar lebih. Buktinya pendistribusian pertama Rp 300 juta. Sedangkan periode kedua hingga di bulan Juli ini sebesar Rp 350 juta untuk dibagikan kepada 978 Mustahik (Fakir Miskin) se-Pulau Karimun,'' terang Atan.

Disamping itu Wakil Bupati Karimun,H. Aunur Rafiq saat ditemui karimuntoday.com mengatakan, di Kabupaten Karimun penduduknya tercatat 280 jiwa. Dari jumlah tersebut, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, bahwa sekitar 14.000 jiwa lebih atau 6,4 persen masyarakat didaerah ini yang masih dibawah garis kemiskinan.

'' Muzaki (Pembayar Zakat) agar tetap rutin menunaikan kewajibanya (Berzakat). Jika digabungkan dengan program-program pengentasan kemiskinan yang sudah berjalan, diharapkan secara perlahan-lahan membantu menurun angka kemiskinan di daerah ini,'' pinta Rafiq dengan sangat.

Pada kesempatan ini Rafiq juga berpesan kepada penerima zakat untuk selalu bersyukur segala nikmat yang didapat. Kemudian, apa yang didapat digunakan dengan sebaiknya agar bermanfaat.

'' Pemkab Karimun mengucapkan terimakasih kepada Baznas Karimun yang mana dalam kurun waktu selama dua periode sudah berhasil mengumpulkan dana dengan jumlah cukup banyak, sehingga jumlah penerimanya dapat banyak pula,'' ucapnya.

Dengan terus selalu meningkatknya Baznas Karimun dalam pengumpulan zakat, Gubernur Kepri, HM. Sani akan segera memberikan penghargaan berupa mobil operasional untuk memunggut zakat secara langsung (jemput bola) kepembayar zakat," pungkas Rafiq mengakhiri.(nov.k)

images/1341.jpg

Bupati Karimun, Nurdin Basirun menyerahkan insentif RT/RW se-Kabupaten Karimun secara simbolis, Jum'at (18/7/2014) di Masjid Baiturrahman.

 

KARIMUN, (KT) - Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) se-Kabupaten Karimun menerima insentif 2 triwulan, terdiri dari bulan April sampai September tahun 2014.

Penyerahan insentif kepada perangkat yang menjadi ujung tombak pemerintah daerah tersebut, berlangsung di Masjid Baiturrahman Kelurahan Teluk Air, Kecamatan Karimun, secara resmi diberikan oleh Bupati Karimun, Nurdin Basirun, Jum'at (18/7/2014) sekitar pukul 16.30 WIB.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Pemkab Karimun, Dwi Yandri Kurniawan mengatakan, isentif yang diberikan untuk sebanyak 1.070 orang Rukun Tetangga (RT) dan berjumlah 383 orang Rukun Warga (RW) se-Kabupaten Karimun menerima insentif dua triwulan, terdiri dari bulan April sampai September tahun 2014.

" Masig-masing RT/RW menerima insentif sebesar Rp 950 ribu, ditambah tunjangan hari raya (THR) senilai Rp 275 ribu. Sehingga total keseluruhannya Rp 1.225 ribu," terang Dwi Yandri kepada karimuntoday.com.

Pada kesempatan ini juga disejalankan penyerahan insentif untuk ustad/ustadzah Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) dan Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (DTA) se-Kabupaten Karimun.

Ketua Umum  Badan Musyawarah Pengurus dan Guru Taman Pendidikan Quran (BMPG-TPQ) Kabupaten Karimun, Wahyu Amirullah menyebutkan, pemberian insentif ustad/ustadzah TPQ dan DTA ini untuk dua triwulan yang masing-masing menerima Rp 1 juta lebih.

Dikatakan Wahyu panggilan akrabnya, jumlah ustad/ustadzah TPQ se-Kabupaten Karimun sebanyak 1.450 orang, sedangkan DTA berjumlah  470 orang.

" Dari jumlah penerima insentif khusus ustad/ustadzah TPQ Kecamatan Karimun 238 orang, Tebing guru 177, Meral 223, Buru 69, Kundur 267, Kundur Barat 111, Kundur Utara 121, Moro 171, dan Durai 73," terangnya.

Sementara itu Bupati Karimun, Nurdin Basirun dalam sambutannya mengatakan, ustad/ustadzah TPQ maupun DTA sudah banyak memberikan kontribusi bagi daerah ini. Sebagau bukti, sudah banyak  santri dan santriwati mengukir prestasi diberbagai event dari tingkat Kabupaten sampai Nasional.

Disampaikan Nurdin, saat ini tidak untuk mengambil atau mencari ustad/ustadzah TPQ dan DTA tidak bisa lagi sembarangan. Kemudian, bukan hanya bisa baca Al-quran bisa menjadi guru tersebut, semuanya sesuai prosedur.

" Menjadi ustad/ustadzah TPQ dan DTA harus lulus standarisasi," papar Nurdin singkat.

Pantauan karimuntoday.com, dalam penyerahan insentif disejalankan dengan THR RT/RT, kemudian insentif guru TPQ dan DTA dihadiri Sekda Kabupaten Karimun, Arif Fadillah, Kepala Kemenag Karimun, Afrizal, Kabag Tapem, Dwi Yandri, serta Camat se-Kabupaten Karimun.(nov.k)

 images/1340.jpg

Bahaya latin Akibat Korupsi Agus Sofyan Kabag Umum Pemkab Bengkalis.

 Satu persatu kasus korupsi ditubuh Pemerintahan Kabupaten Bengkalis,Provinsi Riau mulai terkuak, Selain kasus korupsi penyertaan modal PT BLJ juga ada kasus dana bansos, dua kasus korupsi tersebut sebenarnya hanyalah puncak gunung es kasus korupsi di negeri junjungan,salah satu ladang korupsi yang cukup subur menurut sumber media ini justru ada dikantor Bupati Bengkalis sendiri, khususnya di Bagian Umum,”

Bengkalis,(KT) -  Lepas dari mulut buaya masuk kemulut harimau, barangkali itulah gambaran yang tepat tentang nasib masyarakat kabupaten bengkalis saat ini, Dahulu Kabupaten terkaya di Indonesia ini dipimpin Syamsurizal, korupsi merajalela, masyarakat menjerit karena kemiskinan tak kunjung mampu diberantas, saat tampuk kepemimpinan beralih ke Herliyan Saleh, masyarakat bengkalis sempat berharap banyak, apalagi Herliyan mengumbar janji hendak mensejahterakan masyarakat bengkalis, tetapi ternyata Herliyan sama rusaknya dengan Syamsurizal, tingkat korupsi malahan bertambah parah di negeri junjungan selama ke pemimpinanya.

Satu persatu kasus korupsi ditubuh Pemerintahan Bengkalis mulai terkuak, salah satunya mega korupsi yang melibatkan Perusahaan Milik Dearah PT BLJ yang mencapai ratusan juta rupiah, kasus ini disenyalir kuat  melibatkan para petinggi di pemkab bengkalis, lalu ada korupsi dana bansos yang juga melibatkan wakil rakyat yang kini sedang diusut oleh pihak kepolisian, dua kasus tersebut sebenarnya hanyalah puncak gunung es kasus korupsi dinegeri junjungan,kalau mau ditelisik lebih dalam public akan disuguhkan dengan permainan kongkalingkong jahat para pejabat dibengkalis dalam merampok uang APBD.

Salah satu  ladang korupsi yang cukup subur menurut sumber kepada media ini justru ada di Kantor Bupati Bengkalis sendirinya khususnya di Bagian Umum, berdasarkan informasi yang diterima redaksi karimuntoday.com, banyak anggaran dibagian umum tersebut disenyalir dimanfaatkan untuk memperkaya diri oknum pejabatnya, Berdasarkan dokumen anggaran yang diberikan kepada media ini, terungkap bahwa anggaran dibagian umum sangat besar karena mencapai miliaran rupiah, Adapun program yang diusulkan meliputi biaya makan minum, Pengadaan peralatan sound system,rehab dan perbaikan rumah dinas yang jika ditelisik lebih dalam ternyata sangat mudah untuk dikorupsi.

Anggaran makan dan minuman  yang mencapai  hampir 5 miliar tersebut terindikasi dikorupsi oleh kabag umum pemkab bengkalis,s ebab, biaya  belanja makan minuman di secretariat pemkab bengkalis  untuk satu tahun tidak sampai sebanyak itu, dan diharapakan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk melakukan penyelidikan, dan apabila ditemukan adanya korupsi diminta KPK untuk menangkap Kabag Umum tersebut, Ujar sumber

Sementara itu,  Agus Sofyan Kabag Umum Pemkab Bengkalis ketika dikonfirmasi media ini via hp selularnya terkait adanya tudingan bahwa ada hawa korupsi dana makan minuman di bagian yang dipimpinya, sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya.

Secara terpisah, Abraham Samad Ketua KPK, juga belum dapat dimintai konfirmaisnya, terkait permintaan salah seorang sumber juga masyarakat kabupaten bengkalis yang meminta agar KPK menangkap Kabag Umum Pemkab Bengkalis belum dapat dimintai tanggapanya.(gus)

images/1297.jpg

 

Wakapolda Jawa Tengah, di Dampingi Kapolres Grobogan AKBP Langgeng Purnomo.

 

 

GROBOGAN,(KT) - Polres Grobogan akan melakukan pengamanan jelang lebaran dengan melaksanakan Ops Ketupat Candi 2014 yang akan dimulai pada 21 Juli hingga 6 Agustus. Hal itu disampiakan oleh Kapolres Grobogan AKBP Langgeng Purnomo dengan tujuan  menciptakan suasana kamtibmas yang kondusif dan terwujudnya situasi yang aman di wilayah Grobogan.

Dengan adanya Ops Ketupat Candi kami ingin menekan angka kecelakaan seminim mungkin di wilayah Grobogan. Sehingga masyarakat akan merasa aman dan nyaman,” ucapnya.

 

Menurutnya, pihaknya juga telah mendirikan Pos Pengamanan  terpadu dan Pos Pelayanan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik dan masyarakat. Pos tersebut akan difokuskan padaH-7 sampai H+ 7 yang berada di sembilan titik antara lain di Gubug, Godong, Pasar Purwodadi, Terminal Induk Purwodadi, Simpang Lima, Alun-alun Kota Purwodadi, Bundaran Getasrejo, Monggot, dan Wirosari. Untuk Pos pelayanan ada tiga titik, yakni di Stasiun Ngrombo, Pasar Swalayan Luwes, dan Swalayan Laksana Kota Purwodadi.

Didirikanya pos tersebut dengan tujuan memberikan pelayanan dan simpatik kepada masyarakat serta menekan angka terjadinya kecelakaan. Kami juga akan dibantu oleh petugas Dishub, Satpol PP, PMI, dan sejumlah ormas kepemudaan,” ujar Kapolres

 

Personel yang akan diturunkan saat mudik lebaran sebanyak 282 yang didukung anggaran serta dua per tiga kekuatan penuh Polres Grobogan sebagai personel cadangan. Mereka akan ditempatkan i titik rawan seperti tempat ibadah, obyek wisata, Bank, Pasar, Terminal, dan Stasiun. Selain itu, seluruh personel sudah dibekali keahlian dalam bersenjata. Artinya personel sudah dilatih pra operasi dan diajarkan cara bertindak yang benar.(NUR)


images/1337.jpg
 
Bupati Karimun, Nurdin Basirun saat berada di salah satu stand ketika meninjau stand bazar pakaian ramadhan didampingi sejumlah SKPD Pemkab Karimun, Jum'at (19/7/2014) usai pukul 21.30 WIB.

KARIMUN, (KT) - Bupati Karimun, Nurdin Basirun bersama tim rombongan Safari Ramadhannya meninjau ke Bazar Pakaian Ramadhan yang terletak didepan Pasar Puan Maimun Kelurahan Sei Lakam Timur, Kecamatan Karimun, Jum'at (19/7/2014) pukul 21.30 WIB.

Peninjau orang nomor satu di Kabupaten Karimun ketempat tersebut usai melaksanakan Sholat Tarawih berjama'ah di Masjid Ibadurrhman Kelurahan Sei Lakam.

Pantauan karimuntoday.com dilapangan, setibanya Bupati Karimun didampinggi sejumlah SKPD Pemkab Karimun di bazar pakaian Ramadhan, sudah ditunggu masyarakat ramai. Sebab, setiap kali Bupati Karimun meninjau ke bazar tersebut, pasti menyuruh masyarakat mengambil barang-barang yang dijual dibazar itu seperti pakaian. Sehingga hal demekian sudah menjadi kebiasaan.

Tetapi untuk tinjauan tahun ini masih dalam pantauan, Bupati Karimun sepertinya mau menghilangkan atau sengaja melupakan kebiasannya tersebut. Dari sekian banyak stand bazar yang didatangi Bupati Karimun, tidak ada satupun barang-barang dibeli atau membelanjakan masyarakat seperti biasanya.

Sementara itu Irfan Syaputra saat ditemui mengatakan, jumlah stand bazar pakaian ramadhan berukuran 3x3 meter tahun ini secara keseluruhan sekitar 300 unit dengan harga sewa Rp 1,5 juta per stand.

" Stand yang ikut tahunan ini berkurang dari tahun sebelumnya. Pengurangan itu mencapai 50 stand, hal itu dikarenakan tempat semakin kecil," ungkap Irfan panggilan akrabnya.

Disampaikannya, stand bazar pakaian tahun ini sudah dibuka sejak liam hari berjalannya Ramadhan kemarin. Dan seperti biasanya, penutupannya sampai dimalam takbiran nanti.

" Dibuka sejak lima haru puasa lalu. Namun mulai ramai masyarakat yang berbelanja atau pembeli baru tiga malam belakangan ini," pungkasnya.(nov.k)

images/1339.jpg

Bupati Lingga menyerahkan paket Lebaran.

Lingga,(KT) - Pemerintah Kabupaten Lingga Gelar buka bersama insan Pers- Kabupaten  Lingga yang di prakarsai sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Lingga, yang di gelar Di  Gedung Balai Agung, Daik Lingga, Kamis (17/72014).

Hadir pada buka bersama tersebut, Bupati Lingga, Drs H Daria, Kapolres Lingga, AKBP  Puji Santosa SH, Perwakilan dari Danlanal Dabo, SKPD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat,  serta dihadirkan penceramah dari Singapura, Ustd Windu Wijaya, untuk memberikan  tausiah. Dalam ceramahnya mengajak semua umat Islam agar selalu memanfa,atkan waktu Dengan sebaik baiknya terutama untuk beribadah kerna amalanlah yang bisa menjamin kita  di ahirat nati ,paparnya

Dalam sambutannya, Bupati Lingga, Drs H Daria, Buka bersama Pemkab Lingga dan  Insan Pers ini merupakan yang pertama kali digelar, yang diprakarsai oleh Humas Sekda  lingga, dengan acara ini Pemkab Lingga mengucap terima kasih atas dukungan yang telah  diberikan oleh para awak media selama ini, baik itu media cetak maupun media electronik,  pada berbuka bersama ini juga merupakan hal yang sangat baik untuk menjalin silaturrahmi  antara Pemkab Lingga dan rekan-rekan Wartawan,

“Saya hanya meminta dengan adanya kerjasama yang telah terjalin dengan baik, dalam  setiap pemberitaan selalu berimbang, dan selalu berkoordinasi,” ujar Daria, Kamis malam  (17/72014) di Gedung Balai Agung, Daik Lingga,

Sementara itu, M.Nazar, perwakilan dari rekan-rekan media, menyampaikan hal yang  senada dengan Bupati Lingga, terima kasih atas kerjasama yang telah diberikan Pemkab  Lingga selama ini, “Hanya kami para insan Pers kerjasama yang telah terjalin lebih dapat di tingkatkan, ada  beberapa catatan kerjasama yang perlu kiranya diperhatikan,” ungkap Nazar.(RS)

images/1336.jpg
Karyawan meliatkan THR dari Perusahaan.

KARIMUN, (KT) - Bupati Karimun, Nurdin Basirun akan memberikan sanksi kepada perusahaan yang tidak memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) 1435 H kepada karyawannya. Untuk itu kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Karimun untuk selalu mengawasinya.

Disampaikannya, perusahaan wajib memberikan THR untuk laryawannya, agar karyawan tersebut dapat menikmati kegembiraan lebaran. Tidak alasan perusahaan tidak memberikan THR kepada karyawannya akan diberikan. Apabila didapati memberikannya, akan dikenakan sanksi pembinaan. Sebab, pengusaha dan pekerja bagaikan ikan dan air.

Penegasan tersebut disampaikan Nurdin saat ditemui karimuntoday.com usai membuka acara di Tanjung Balai Karimun, Jum'at (18/7/2014).

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karimun, Rupindi Alamsyah menyebutkan, pemberian THR kepada karyawan sudah menjadi kewajiban perusahaan. Hal itu untuk menciptakan keharmonisan, dan hubungan ditempat kerja menjadi kondusif. Dan, dalam pendisrtibusiannya, paling  lambat satu minggu sebelum lebaran.

Selain itu lanjutnya, pemberian THR dari perusahaan kepada masing-masing karyawannya sudah diatur didalam SE Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans RI ) No 4/MEN/VI/2014, tentang pembayaran tunjangan hari raya keagamaan dan himbauan mudik lebaran bersama.

Sambung Rupindi, setiap karyawan yang berhak menerima THR berdasarkan SE sudah dijelaskan. Seperti, karyawan sudah bekerja miminal tiga bulan.

" Untuk berapa besar THR yang diterima, karyawan maksimal sudah bekerja selama  12 bulan. Apabila sudah sampai selama itu, karyawan tersebut berhasil minimal THR satu bulan gaji. Jika lamanya kerja dibawah itu, THR yang didapat sesuai hasil hitungan berapa lama ia bekerja," kata Rupindi.

Pada kesempatan ini Rupindi menyampaikan, SE Menakertrans RI  No 4/MEN/VI/2014, tentang pembayaran tunjangan hari raya keagamaan dan himbauan mudik lebaran bersama, sudah disebarkan keseluruh perusahaan yang ada setelah beberapa hari surat ederan tersebut dikeluarkan. Mempercepat mengedarkan SE itu agar setiap perusahaan tidak melambatkan pemberian THR kepada karyawannya yang sudah berhak mendapatkan," pungkasnya.(nov.k)


images/1029.jpg

Dr.H.Nurdin Basirun, Bupati Kabupaten Karimun,Kepri.

KARIMUN (KT) - Bupati Karimun Nurdin Basirun bersama Perusahaan Daerah (Perusda) terancam dipenjarakan. Hal itu terkait tindakan melawan hukum yang dilaporkan oleh PT.Wong Po Heng Indonesia (WPHI) dan pada Kamis (17/7) telah memasuki masa sidang pedana, namun oleh kedua belah pihak yang dilaporkan tidak hadir dalam persidangan.

Pihak PT.WPHI sendiri telah menyiapkan empat pengacara atau kuasa hukum, dua diantaranya dari Kota Batam dan dua lagi dari Kabupaten Karimun yang diketuai oleh Isfandir Hutasoit SH.MH bersama tiga lainnya yakni pengacara kondang di Kabupaten Karimun Wiryanto SH, MH, Syamsir Hasibuan SH dan Tengku Putri Aya SH.

Menurut ketua tim kuasa hukum dari PT.WPHI, Isfandir Hutasoit SH, MH, alasan pengajuan gugatan yang dilakukan oleh kliennya antara lain yakni, pada 25 Oktober 2011 penggugat dan tergugat I (Perusda Karimun) secara bersama-sama mengikatkan diri dalam hubungan hukum suatu perjanjian kerjasama pemborongan jariangan air Sambung Rumah (SR) dilingkungan pekerjaan Perusda Karimun dengan jumlah 10.000 sambungan, sebagaimana yang telah ditandatangani penggugat dan tergugat I dal surat perjanjian kerjasama.

Kemudian Perusda Karimun menganjurkan kepada penggugat untuk menyetorkan jaminan uang kesungguhan ke rekening tergugat I sebesar Rp500 juta, dengan maksud agar penggugat bisa diikutkan dalam pelelangan proyek pegerjaan pemborongan jaringan air SR di lingkungan Perusda Karimun sejumlah 10.000 sambungan.

"Kemudian pemerintah daerah sebagai tergugat II dalam hal ini Bupati Karimun sebagai pengawas dan pemilik Perusda Karimun haus mengetahui setiap adanya pekerjaan dan kegiatan Perusda, yang dalam hal ini diwakili oleh Badan Pengawas Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun dan Pemerintah Daerah yang diwakili oleh Badan Pengawas Perusda Karimun tidak boleh melakukan pembiaran.

Dalam poin lainnya yang disampaikan klien kami bahwa jaminan uang kesungguhan yang dimaksud diserahkan melalui rekening Bank Mandiri milik Perusda Karimun dengan nomor 109-000762-218-6," ucapnya seraya didampingi pengacara kondang dari Karimun, Wiryanto, Kamis (17/7) di PN Tanjung Balai Karimun.

Lebih lanjut dikatakan Isfandir Hutasoit, atas uang jaminan sebesar Rp500 juta yang disetorkan penggugat kepada tergugat I untuk jaminan dalam pengerjaan pemborongan jaringan SR, akan dikembalikan setelah pekerjaan selesai dan atau tidak menjadi rekanan Perusda Karimun selambat-lambatnya satu bulan setelah berita acara sesuai dengan isi surat perjanjian kerjasama yang disepakati penggugat dengan tergugtat I pada poin ketiga dalam perjanjian tersebut.

Dengan tidak adanya pekerjaan yang dijanjikan oleh tergugat I tentang pengerjaan pemborongan jaringan air SR di lingkungan pekerjaan Perusda Karimun dengan jumlah 10.000 sambungan lanjutnya lagi, sebagaimana yang telah ditandatangani penggugat dengan tergugat I dalam surat perjanjian kerjasama pada 25 Oktober 2011, maka sudah seharusnya tergugat I dan tergugat II mengembalikan uang jaminan sebesar Rp500 juta sesuaiu dengan isi surat perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak.

"Jika uang jaminan kesungguhan yang disetor penggugat kepada tergugat I dan tergugat II dipergunakan penggugat dalam hal ini klien kami untuk modal usaha, maka akan memperoleh keuntungan dari uang yang diserahkan sebesar Rp500 juta dengan keuntungan 10 persen atau Rp50 juta setiap bulan. Jika keuntungan 10 persen itu setiap bulannya dihitung dan dikalkulasikan sejak perjanjian tersebut dibuat 25 Oktober 2011, atau sampai perkara ini dibawa keranah hukum sejak Juni lalu yang telah memakan waktu selama 32 bulan, maka klien kami akan memperoleh keuntungan sebesar Rp1,6 Miliar," ucapnya lagi.

Akibat dari belum dikembalikannya uang jaminan kesungguhan Rp500 juta tersebut, Isfandir Hutasoit meniali kliennya mengalami kerugian materil dan immaterial. Selanjutnya tergugat I dan II sudah nyata melakukan perbuatan melawan hukum terhadap penggugat.

Oleh karena itu, maka pihak penggugat memohon kepada majelis hakim yang dan mengadili, memeriksa dan memutuskan perkara tersebut agar menyatakan tergugat I dan II telah melakukan perbuatan melawan hukum. Dengan ini maka tergugat I dan II harus membayar secara tanggung renteng ganti rugi sebesar Rp500 juta (uang jaminan kesungguhan) ditambah dengan keuntungan 10 persen per bulan dari besaran jaminan yang telah diserahkan atau Rp50 juta dikalikan 32 bulan atau Rp1,6 Miliar. Sehingga total yang harus dibayarkan sebesar Rp2,1 Miliar.

Bupati dan Perusda Mangkir


Dalam sidang perdana yang sejatinya digelar kemarin siang pukul 13.00 WIB di Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karmun, dengan menghadirkan pihak tergugat I dalam hal ini Perusda Karimun dan tergugat II yakni Pemda Karimun mangkir dari persidangan, maka dewan hakim yang dipimpin oleh Liena SH, MH memutuskan agar sidang ditunda.

Tim kuasa hukum dari PT.WPHI memprediksikan sidang selanjutnya akan dilaksanakan setelah lebaran atau sekitar tanggal 12 Agustus.

"Sesuai dengan permintaan klien kami maka diminta kepada tergugat I dan II untuk dapat hadir dan bersedia memenuhi permintaan ganti rugi tersebut," kata salah seorang kuasa hukum PT.WPHI, Wiryanto.

Sedangkan pengajuan gugatan melawan hukum tersebut menurutnya telah disampaikan kepada Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun tertanggal 1 Juli 2014 dengan nomor 28/PDT.6/2014/PN.TBK.(sumber,HK)


images/1335.jpg

Bupati Karimun, H.Nurdin Basirun memberikan paket lebaran kepada anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Karimun menjelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H di rumah dinas Bupati Karimun, Jum'at (18/7/2014) pukul 09.00 WIB.

KARIMUN, (KT) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H tahun 2014 membagikan paket lebaran kepada anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Karimun.

Banyaknya paket lebaran secara langsung diberikan oleh Bupati Karimun, Nurdin Basirun kepada 48 anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Karimun, berlangsung di rumah dinas Bupati Karimun, Jum'at (18/7/2014) pukul 09.00 WIB.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Indra Gunawan melalui Sekretarisnya, Mitra Yati kepada karimuntoday.com menyampaikan, jumlah
anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) se-Kabupaten Karimun sebanyak 48 orang.

Kemudian lanjutnya, pembagian paket lebaran ini disejalankan juga pemberian untuk janda-janda anggota LVRI Kabupaten Karimun berjumlah 36 orang.

" Jumlah keseluruhab penerima paket lebaran ini sebanyak 84 orang. Sedangkan janda-janda anggota LVRI Kabupaten Karimun yang menerima paket berasal dari Karimun, Moro dan Pulau Kundur," teran Mitra panggilan akrabnya.

Lanjutnya Mitra, paket lebaran yang diberikan ini sesuai dengan permintaan anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) se-Kabupaten Karimun, yaitu berupa Baju Kurung Melayu yang sudah jadi dengan Kain Songket.

'' Penerima tersebut meminta seperti itu, yang nantinya pada saat berhari raya di rumah dinas Bupati Karimun nanti, baju Kurung Melayu dan Kain Songketnya dipakai, sehingga  terlihat seragam," ucapnya.

Tambah Mitra, selain pembagian paket lebaran, setiap penerima juga mendapatkan dana transportasi sebesar Rp 100 ribu.

Sementara itu Bupati Karimun, Nurdin Basirun dalam sambutannnya mengatakan, anggota Legiun Veteran RI Kabupaten Karimun sudah banyak juga memberikan kontribusi bagi daerah ini.

" Saya sangat setuju apa yang akan dilaksanakan agar anggota Legiun Veteran RI daerah ini pada berhari raya kerumah dinas Bupati Karimun nanti. Dengan demekian terlihat kompak dan kebersamaan," katanya.

Sebelum menutup sambutannya Bupati Karimun menyampaikan pamit untuk berangkat melaksanakan ibadah Umroh ke tanah Suci Makkah.

" Saya memohon doa dan restu, Isnya Allah berangkat melaksanakan ibadah Umroh tahun ini dalam minggu ini juga. Jadi, saya baru membuka open house pada Hari Raya Idul Fitri ketiga nanti," kata Nurdin sekaligus mengundang.(nov.k)

Canggai Putri

:: KEPRI

KALENDER BERITA

« August 2014 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
DISPENDA KARIMUN