karimuntoday.com

karimuntoday.com

images/681.jpg

Tampak, Pelabuhan Bongkar Muat Milik PT Pelindo di Taman Bunga di Pusat  Kota Tanjungbalai Karimun, Kepri.

KARIMUN (KT)  - Saat ini pelabuhan bongkar muat Barang yang terletak di pusat Kota Karimun, tepatnya didepan rumah Dinas Bupati Karimun (Rudin), Nurdin Basirun menjadi sorotan disejumlah media sosial dan perbincangan hangat dikalangan masyarakat.

Hal itu disebabkan, banyaknya yang menilai kebaradaan bersebelahan dengan pelabuhan Domestik dan Internasional Tanjung Balai Karimun sangat tidak layak.

''Pelabuhan bongkar muat didepan rumah Dinas Bupati itu memang sangat tidak layak. Sebab merusak keindahan dan citra kota yang berlandaskan beberapa azam ini,'' ujar Ketua Umum Ikatakan Pemudan Kabupaten Karimun (IPMKK), Azahar MINUTE kepada karimuntoday.com, Sabtu (29/3/2014) sekitar pukul 11.30 WIB.

Dikatakan pria bertubuh sedang berkacamata itu, hampir setiap hari terlihat aktifitas bongkat muar segala macam barang di pelabuhan terletak dijantung Kota Karimun. Sambungnya lagi, keseharian aktifitas dipelabuhan tersebut kebanyakan membongkar semen. Dalam pembongkaran itu, kata dia, abuk semen beterbangan kemana-mana.

''Dekat pelabuhan bongkar-muat barang itu setiap harinya ramai dengan masyarakat. Jadi, apa yang ditimbulkan dari pembongkaran itu sangat berdampak sekali terhadap kesehatan masyarakat. Maka dari itu Pemkab Karimun harus menyusaikan letak tempat pelabuhan bongkar muat,'' tegas Azahar.

Disampaikannya, pelabuhan Roll On Roll Out (Roro) Parit Rampak Kecamatan Meral, murni dikelola Pemerintah Daerak Karimun. Disamping sarana dan prasarananya sudah memadai, pelabuhan barang tersebut jauh dari pemukiman warga. Sehingga, kebestarian Kota Karimun tetap terjaga.

''Pelabuhan Roro jauh lebih indah dan lebih lengkap, kenapa pemerintah pusat tetap memaksakan kehendaknya, memonopoli pelabuhan di daerah. Harusnya Pemerintah Pusat tahu diri dong, sebab kalau belum ada pelabuhan barang di suatu daerah, ya silahkan kelola. Tapi kalau sudah ada, sebaiknya diarahkan kapal barang tersebut ketempat yang telah ditunjuk,'' tegasnya kembali.

Namun menurut Azahar, UU Otonomi Daerah, masih sangat minim mengatur pengelolaan pelabuhan di daerah tersebut. Sehingga, kewenangan yang diberikan, masih mampu 'dikangkangi' kewenangan yang dimiliki Pemerintah Pusat.

''Tapi semua itu tergantung Bupati, hanya saja untuk saat ini Bupati masih sibuk membangun daerah dan kawasan tertentu. Terlebih perluasan daerah FTZ. Dengan demikian, tanpa diminta, pengusaha perkapalan dengan sendirinya melabuh-tambatkan kapalnya ke tempat yang  lebih ekonomis, praktis dan memadai,'' katanya. (nov.k)

images/670.jpg

Tampak,KEPALA DUSUN KALANGLUNDO

GROBOGAN,(KT) -EMPAT WARGA DESA KALANGLUNDO, GROBOGAN, (27/3)DITEMUKAN DEWAS DIDALAM SUMUR USAI MENGURAS AIR SUMUR. DIDUGA KEEMPAT KORBAN YANG MASIH SATU KELUARGA TEWAS DIDALAM SUMUR AKIBAT MENGHIRUP ASAP DISEL YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGURAS SUMUR.

KELUARGA SUJARWO MENANGIS HISTERIS DAN PINGSAN  SAAT JASAD SUJARWO, KORBAN TEWAS DIDALAM SUMUR AKIBAT MENGHIRUP KARBONDIOKSIDA TIBA DIRUMAH DUKA.KEEMPAT KORBAN TERSEBUT ADALAH SITI MUZAINATUN BERSAMA SUAMINYA SUJARWO, SLAMET RIWANTO SERTA MUNDZIRIN, WARGA DESA KALANG LUNDO, KECAMATAN NGARINGAN, GROBOGAN, JAWA TENGAH, YANG DITEMUKAN TEWAS DIDALAM SUMUR. KORBAN TEWAS SETELAH MENGHIRUP KARBONDIOKSIDA DARI ASAP DISEL YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGURAS SUMUR.

MENURUT KEPALA DUSUN KALANGLUNDO, AWALNYA SUJARWO BERSAMA MUNDZIRIN DAN SLAMET SEDANG MEMBERSIHKAN AIR SUMUR MILIK MASRUN. KARENA SELANG TIDAK SAMPAI DIDASAR SUMUR, DISEL YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGURAS SUMUR KEMUDIAN DIMASUKKAN KEDALAM SUMUR DENGAN KEDALAMAN TIGA METER.

USAI MEMBERSIHKAN AIR SUMUR KETIGA KORBAN KEMUDIAN NAIK KEATAS, NAMUN ADA BEBERAPA PERALATAN YANG TERTINGGAL DIDALAM SUMUR, SEHINGGA SUJARWO KEMBALI TURUN UNTUK MENGAMBIL PERALATANNYA. NAMUN SETELAH BERADA DIDASAR SUMUR, SUJARWO KEMUDIAN TERJATUH KE DALAM AIR, KEDUA KORBAN LAINNYA KEMUDIAN BERUSAHA MENOLONG, NAMUN JUSTRU IKUT TEWAS DIDALAM SUMUR.

SITI MUZAINATUN YANG MENGETAHUI SUAMI DAN KERABATNYA TENGGELAM DIDALAM SUMUR KEMUDIAN TURUN UNTUK MEMBERIKAN PERTOLONGAN. GAS KARBONDIOKSIDA YANG MASIH MENYEBAR DIDALAM SUMUR MEMBUAT WANITA BERUSIA DUA PULUH LIMA TAHUN INI LEMAS DAN TEWAS.WARGA KEMUDIAN MEMBERIKAN PERTOLONGAN DARURAT. TUBUH SUJARWO BERHASIL DIANGKAT WARAGA DAN DIBAWA KE PUSKESMAS NGARINGAN. NAMUN KORBAN AKHIRNYA TEWAS DI PUSKESMAS.

PROSES EVAKUASI KETIGA KORBAN BERLANGSUNG CUKUP LAMA KARENA WARGA TIDAK BERANI UNTUK TURUN KEDALAM SUMUR. TIGA JAM KEMUDIAN, KETIGA KORBAN BERHASIL DIANGKAT DARI DALAM SUMUR OLEH TIM SAR. KETIGA KORBAN KEMUDIAN DISERAHKAN KE KELUARGA MASING-MASING UNTUK DIMAKAMKAN. SETELAH DIVISUM, DOKTER MENYATAKAN BAHWA KEEMPAT MURNI KORBAN TEWAS AKIBAT MENGHIRUP ASAP BERACUN DARI DISEL.

 

 

images/679.jpg

Tampak, Stiker Himbauan Bahaya DBD.

GROBOGAN,(KT)  – Awal tahun mulai Januari sampai Februari 2014, Demam Berdarah Dengue (DBD) telah merenggut delapan nyawa. Jumlah pasien yang meninggal berasal dari 146 kasus yang tersebar di 19 Kecamatan. Rincianya bulan Januari 83 kasus meninggal satu dan bulan Februari 63 meniggal satu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Johari Angkasa melalui Kabid Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Slamet Widodo mengatakan, meningkatnya angka DBD saat awal tahun karena masuk dalam musim pancaroba. Dimana biasanya merupakan masa berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi penyebab serangan DBD.”Saat musim pancaroba peralihan dari musim penghujan menuju musim kemarau banyak

  tempat genangan air yang digunakan bertelur nyamuk. Sehingga banyak nyamuk DBD berkembang biak,” kata Slamet Widodo.

Dari data Dinkes Grobogan angka DBD di Kabupaten terbesar ke dua se Jateng ini trend selalu mengalami kenaikan.  Dimna tahun 2013 DBD tahun 2013 mulai bulan Januari sampai Desember telah merenggut delapan nyawa. Jumlah pasien yang meninggal berasal dari 703 kasus yang tersebar di 19 Kecamatan. Dibandingkan tahun 2012 angka DBD mengalami kenaikan sampai 712 kasus dengan 7 pasien tidak tertolong atau meninggal dunia.

Sementara untuk tahun 2011 selama satu tahun ada 189 kasus dan empat pasien meninggal dunia.”Untuk pencegahanya, kami mengimbau kepada masyarakat untuk mengencarkan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Yaitu dengan menguras bak mandi secara rutin, mengubur barang bekas dan menutup penampungan air,” papar Johari.

Dalam penanganan penyakit DBD, pihaknya meminta kepada masyarakat dan dokter praktik swasta, apabila menemukan positif DBD supaya segera melaporkan ke Puskemas atau Dinas Kesehatan. Sehingga dapat cepat menindak lanjuti kasus tersebut.Dia menambahkan, saat ini pihaknya tengah menggecarkan berbagai upaya untuk mencegah meledaknya serangan DBD di wilayahnya.

Adapun upaya yang sudah dilakukan antara lain, memberikan penyuluhan tentang bahaya dan tanda-tanda penyakit DBD pada masyarakat.”Kamisecara rutin memberikan penyuluhan mengenai pentingnya melaksanakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk pada warga.Jika nanti ada kasus DBD meningkat, mak kami akan lakukan fogging,” ucapnya(nur)

 

images/685.jpg

Tampak, Mobil Membawa Air Bersih untuk di Salurkan Kepada Masyarakat Daik Lingga.

LINGGA (KT) - Ketua DPRD Lingga Kamaruddin Ali membantu penampungan  air untuk masyarakat Daik , kita membantu masyarakat dengan ikhlas ‘ungkapnya  masyarakat sangat terbantu dengan adanya penampungan air ini ,   Demikian dikatakan sala seorang warga A,an yang sedang mengisi air ke dalam dromnya ,

A,an menuturkan kami sangat terbantu dengan adanya penampungan ini. Wakden memang  sangat peduli dengan masyarakat dia tau bagai mana susahnya masyarakat Daik untuk  mendapatkan air ,kami selaku warga Cuma dapat mengucapkan terimaksih dan kimi juga ber  Do,a agar wakden semakin sukses ungkapnya.jum,at ( 28/3).

Menurut H.Kamarudin Ali, Kabupaten Lingga tidak kekurangan su mber air. Justru Lingga  mempunyai sumber air yang cukup banyak seperti air terjun Resun yang mempunyai tujuh  tingkat, serta air terjun Mentuda. Mestinya pemerintah harus segera mengantisipasi bagaimana kedepan persoalan air bersih  tidak menjadi kendala bagi masyarakat karena air dan tanah merupakan kebutuhan yang  dimiliki oleh negara untuk rakyat.

"Kita ini punya air banyak. Justeru kita masyarakat kekurangan air. Inikan lucu,. H.Kamaruddin Ali, juga meminta supaya Pemda perlu melakukan pengkajian. Karena  sekarang ini Daik Lingga bukanlah ibu kota kecamatan, namun sudah ibu kota kabupaten.

Artinya, mobilitas masyarakat sudah meningkat dan Lingga punya sumber air bersih bisa  keroyok dengan provinsi untuk membangun jaringan dan fasilitasnya. "Pemerintah musti kaji jangka pendek dan jangka panjangnya apa.Air ini milik negara. Kita  harus menyalurkan air ke masyarakat,"ungkapnya.

Terkait kemarau panjang yang melanda Daik Lingga beberapa bulan belakangan, sehingga  beberapa sumber air PDAM yang tidak cukup debit air di imtek, Kamaruddin menilai  kemarau tersebut adalah bencana dan mestinya sudah ada respon dari pemerintah.

"Kalaun ini bencana. Pemerintah harus tanggap, termasuk untuk bangun sarana fasilitas air  bersih, tentu pemerintah harus gunakan dana penanggulangan bencana,"ungkapnya.

Secara pribadi, disaat yang sama ia juga mengatakan untuk membantu masyarakat khususnya  di Daik Lingga secara pribadi membuka aluran dan sumber air di Panggak Darat. " Kita buka disana. Itu secara pribadi saya.Untuk membantu masyarakat. Karena air itu  adalah milik Tuhan untuk manusia. Siapa saja boleh ambil disana,"ungkapnya (.rs)


images/690.jpg

Tampak, Piala bergilir MTQ V Porovinsi Kepri yang kembali direbut Kabupaten Karimun (menjadi piala tetap), secara langsung diserahkan oleh Gubernur Kepri kepada Bupati Karimun, Nurdin Basirun.

• Piala Bergilir Mejadi Piala Tetap Untuk Kabupaten Karimun "

KARIMUN (KT) - Kabupaten Karimun kembali meraih juara umum dalam Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke V Provinsi Kepri tahun 2014, dengan nilai diperolah 138  yang dulunya dibuka Wakil Menteri Agama Republik Indonesia (Wamenag RI), Dr. Nasaruddin Umar di panggung rakyat Putri Kemuning Coastal Area pada Jum'at (21/3/2014) lalu.

Sementara itu menyandang sebagai juara II dari Kota Batam dengan nilai 70, dan juara III Kota Tanjung Pinang dengan nilai 59. Selain itu, terpilih sebagai juara harapan I dalam MTQ V Provinsi Kepri tahun ini adalah dari Kabupaten Bintan dengan perolehan nilai 28, harapan II Lingga dengan nilai 26, harapan III Natuna dengan nilai 14, kemudian harapan Anambas dengan nilai 12.

Ketua Dewan Hakim MTQ V Provinsi Kepri 2014, Kabupaten Karimun, Said Agil Husin Al Munawar mengatakan dalam catatan, Kabupaten Karimun sudah sebanyak tiga kali meraih gelar juara umum dalam MTQ tingkat Provinsi Kepri.

Untuk yang pertama Kabupaten Karimun berhasil menjadi juara umum MTQ tingkat provinsi sekaligus dapat mempertahankan gelar juara umum MTQ tingkat Provinsi Kepri ke III di Kabupaten Kepulauan Anambas pada 2010 lalu. Kedua MTQ IV yang dilaksanakan di Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan. Bintan. Dan ketiga tahun 2014 ini di Kabupaten Karimun sebagai tuan rumah," terangnya.

"Meraihnya berturut-turut tiga kali sebagai juara umum dan dapat mempertahankan gelar juara umumnya, Kabupaten Karimun telah terbukti berhasil menjadikan piala bergilir MTQ tingkat Provinsi Kepri sebagai piala tetap," ungkap Said Agil Husin Al Munawar.

Disamping untuk juara lomba Pawai Ta'aruf juara I Kabupaten Karimun, juara II Bintan, juara III Tanjung Pinang. Selanjutnya, juara harapan I Kabupaten Lingga, harapan II Batam, harapan III Anambas, dan harapan IV Natuna.

Sementara itu lomba Stand Pameran dan Bazar, juara I dari Kabupaten Lingga, juara II Karimun, juara III Bintan. Untuk juara harapan I Natuna, harapan II Batam, harapan III Tanjung Pinang, harapan IV Anambas.

Lomba lainnya, yakni Qasidah Rebana juara diraih Kabupaten Karimun, juara II Tanjung Pinang, juara III Lingga. Juara harapan I Kabupaten Batam, harapan II Bintan, harapan III Natuna, dan yang terakhir juara harapan IV Anambas.

Adapun piala bergilir MTQ V Porovinsi Kepri yang kembali direbut tuan rumah tersebut, secara langsung diserahkan oleh Gubernur Kepri kepada Bupati Karimun, Nurdin Basirun.

Setelah itu, Bupati Karimun kembali menyerahkan piala tersebut kepada Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq selaku Ketua LPTQ Kabupaten Karimun disaksikan Gubernur Kepri, Wagub Kepri, HM. Soeryo dan pejabat teras Kabupaten/Kota se- Provinsi Kepri serta masyarakat.

Bupati Karimun, Nurdin Basirun dalam sambutannya, sangat bergembira dan merasa senang dengan kembalinya berhasil menyandang sebagai juara umum tiga berturut-turut dalam pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Kepri, sehingganya piala bergilir MTQ tingkat Provinsi Kepri tetap berada di Kabupaten Karimun.

"Juara bukanlah hal yang utama. Namun, jadikan ajang atau even seperti ini sebagai mempererat tali silaturahmi antar Kabupaten/Kota yang ada, dan terpenting lagi agar kita sebagai umat islam selalu menginggat, mengahayati serta memehami Al-Qur'an sebagai pedoman hidup," ujarnya.

Disamping itu Gubernur Kepri, HM. Sani dalam arahannya sekaligus menutup MTQ V Provinsi Kepri tahun 2014 di mengucapkan selamat atas keberhasilan  Kabupaten Karimun kembali sebagai juara umum, dan masih bisa mempertahankan piala bergilir yang sebelumnya sudah didapat.

"Saya merasa bangga dengan prestasi diraih Kabupaten Karimun ini. Dan harapan saya bersama-sama kita aplikasikan Al-Qu'ran dalam kehidupan sehari-hari," pinta Sani.

Dengan meraihnya sebagai juara umum, Provinsi Kepri memiliki utusan dari Kabupaten Karimun yang handal dan diharapkan bisa menjadi juara umum juga dalam mengikuti MTQ tingkat Nasional di Kota Batam selaku tuan pada Juni mendatang," tambahnya lagi.

Pada kesempatan ini juga disampaikan, berdasarkan Musda LPTQ Provinsi Kepri kemarin di ruang rapat Cempaka Putih Kantor Bupati Karimun lantai III, pelaksanaan MTQ VI Provinsi Kepri tahun 2016 mendatang di Kabupaten Natuna sebagai tuan rumah. (nov.k)


images/769.jpg

Tampak,Gubernur Kepri, HM. Sani Ketika Memberikan Kata Sambutan di Malam Pentupan MTQ Tingkat Provinsi Kepri di Kabupaten Karimun.

KARIMUN (KT) - Panggung rakyat Putri Kemuning Coastal Area, Kabupaten Karimun dipadati sedikitnya ribuan masyarakat asal se Provinsi Kepri.

Banjirnya masyarakat yang mengunakan baju kurung Melayu ketempat menjadi kebanggaan daerah berazam tersebut, dalam menghadiri penutupan MTQ V Provinsi Kepri yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB, Kamis (27/3/2014) malam.

Pantauan karimuntoday.com dilapangan, tempat yang menjadi pusat pelaksanaan MTQ V Provinsi Kepri tahun 2014 berlangsung hampir satu minggu itu, sejak pukul 17.30 WIB sudah mulai berduyun-duyun datangnya masyarakat.

Masih dalam pantauan, tenda-tenda besar yang telah disediakan dikiri-kanan panggung rakyat Putri Kemuning, kursinya penuh diisi masyarakat yang menyaksikan penutupan even tersebut.

Yang lebih meriahnya lagi, setelah pembawa acara mulai membuka acara dengan, kemudian menyuguhkan tari kolosal yang melibatkan mencapai 1.500 orang penari dari se-Kabupaten Karimun, masyarakat yang hadir secara serentak banyak berdiri.

Berdirinya masyarakat itu, masing-masing mengeluarkan handpone mereka untuk mengambil momen tersebut dengan cara merekam videonya.

Setelah persembahan tari kolosal itu, acara diteruskan pembacaan ayat suci alquran, dalam hal ini dilatunkan oleh
Mantan Menteri Agama (Menag) RI, Syaid Agil Husen.

Adapun tamu yang hadir dalam penutupan MTQ V Provinsi Kepri ialah Gubernur Kepri, HM. Sani, Wagub Kepri, HM. Soeryo, Bupati Karimun, Nurdin Basirun, Wabup Karimun, Aunur Rafiq, FKPD dan SKPD Kabupaten Karimun. Sementara, Bupati dan Wali Kota di Provinsi Kepri tidak terlihat. (nov.k)

 

images/659.jpg

Tampak, Pantai Pongkar di Kabupaten Karimun, Kepri.

KARIMUN (KT) - Menjelang penutupan musabaqah tilawatil qur'an (MTQ) V Provinsi Kepri tahun 2014 di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun yang akan dilaksanakan nanti malam di panggung rakyat Putri Kemuning Kecamatan Karimun pukul 19.30 WIB, seluruh kafilah Kabupaten/Kota se Provinsi Kepri berkreasi ke Pantai Pongkar Kecamatan Tebing, Kamis (27/3/2014) sekitar pukul 09.00 WIB.

Mengunakan armada (bus) yang sudah disediakan panitia, beranjak dari Coastal Area sekitar pukul 08.00 WIB, seluruh kafilah dengan ketua rombongan dipimpin oleh Kadisparsenibud Kabupaten Karimun, Suryaminsyah menuju ke Pantai Pongkar.

Suryamisnyah saat ditemui karimuntoday.com dilokasi mengatakan, dipilihnya Pantai Pongkar dalam rekreasi kafilah ini, dikarenakan pantainya memiliki pasir putih indah menawan. Jadi, kita selaku tuan rumah harus memberikan kesan kepada tamu.

''Sebenarnya pada rekreasi ini kafilah juga dibawa ke Pantai Pelawan untuk melihat sunset. Dikarenakan kafilah harus beristirahat cukup persiapan nanti malam, kita batalkan,'' ungkap pria selalu disapa Wak Min.

Disampaikan Wak Min, adapun hiburan yang diberikan atau disajikan kepada kafilah dalam rekreasi ini berupa bernyanyi bersama dan kesenian-kesenian Melayu. Selain itu juga, kita lakukan permainan voli pantai dan permainan laut (Banan Boat) tanpa dipunggut biaya tiket alias gratis.

"Apapun hiburan yang disuguhkan kepada kafilah ini sebagai bentuk lebih mendekatkan antar sesama Pemerintah Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kepri datang ke Karimun," tutur Wak Min.

Ditempat yang sama Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Natuna, Izwar Asfawi menyebutkan, keindahan Pantai Pongkar sangat luar biasa. Jadi sangatlah tepat rekreasi ini memilih pantai tersebut.

"Kami selaku kafilah dari Kabupaten Natuna sangat merasa senang dibawa berkreasi ke Pantai Pongkar ini. Jadi kafilah-kafilah bertandingkan dalam MTQ V Provinsi Kepri merasa happy diajak berwisata seperti ini,'' katanya mengakhiri.

Pantauan karimuntoday.com dilapangan, Kadisparsenibud Kabupaten Karimun dalam lebih memeriahkan dan menyemarkan rekreasi, Wak Min menyanyikan beberapa tembang lagu kesayangannya sebagai penghibur tamu-tamu terhormat tersebut hadir di daerah berlandaakan azam.(nov.k)


images/653.jpg

Tampak, Surat perjanjian yang sudah ditanda tangani Dirut PT. SSP, Supriyanto sebagai pihak pertama dengan RT/RW Perumahan TMK, dalam bentuk kesepakatan dilanjutkan pengerjaan peremajaan pipa air di Perumahan TMK yang sempat terhenti lama.

KARIMUN (KT) - Sempat lamanya terhenti pengerjaan peremajaan pipa air di perumahan Taman Mutiara Karimun (TMK) Kelurahan Sei Raya, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun akhirnya melalui surat perjanjian antara PT. Sinar Suman Priyanto (SPP) dan RT/RW kemudian disepakati warga perumahan tersebut, pengerjaannya kembali dilaksanakan lagi.

Muslim P, S. Ag Ketua RT 01 Perumahan TMK kepada karimuntoday.com, Kamis (27/3/2014) mengatakan, dalam surat perjanjian yang sudah disepakati yang diterbitkan pada 25 Februari lalu ditanda tangai diatas materai Rp 6.000 oleh Dirut PT. SSP, Supriyanto sebagai pihak pertama, kemudian juga ditandan keempat RT dan Ketua RW 04 sebagai pihak kedua dikatahui seluruh warga Perumahan TMK itu berisi sepuluh poin.

Adapun poin-poin yang tertuang ialah PT. SSP diminta mendalamkan lagi galian yang tidak sesuai dalam kontrak kerja (40 cm), kualitas air yang disalurkan kewarga harus diuji kelayakannya sesuai Permenkes RI No 416 tahun 1990 tentang kualitas air bersih, meteran air yang dipasang harus aman dan rapi, saat pengerjaan dapat menjaga kebersihan lingkungan serta menganti teras atau perkarangan rumah warga yang terken galian.

Sementar itu poin lainnya, meskipun dilakukan peremjaan pipa yang sudah rusak diperbaiki kembali, digantinta pengawas pengerjaan peremajaan pipa bernama Rinto Simanjuntak, Dirut PT. SSP untuk meninjau ulang cara kerja karyawannya di Kantor TMK dalam hal keramahan dalam memberikan pelayanan, PT. SSP agar memasang Hidran air sebagai antisipasi jika terjadinya kebakakan, terakhir apapun bentuk pengerjaan dilakukan oleh PT. SSP di Perumahan TMK selalu berkoordinasi dengan warga," terang Muslim.

"Kemarin itu warga di Perumahan TMK ini memang menolak dan menghentikan pengerjaan peremajaan pipa air. Hal itu dikarenakan Rinto Simanjuntak yang dipercayai Dirut PT. SSP mengerjakan proyek tersebut tidak berkoordinasi dengan warga terlebih dahulu, kemudian Rinto S saat berbicara dengan warga sangat kasar. Jadi dianggapnya di perumahan ini tidak berpenghuni, oleh sebab itu dihentikan pengerjaannya," ungkap Muslim yang juga ikut menolak.

Lebih jaug Muslim mengutarakan, meskipun sudah adanya surat perjanjian yang ditandangi pihak pertama dan kedua, sehingga dimulailah kembali pengerjaan peremajaan pipa hingga saat ini, dari kesepuluh poin tersebut ada dua diantarnya yang tidak ditepati.

"Seperti poin keenam kita minta kedalam pipa 40 cm, namun pipa yang sudah ditanama di Gg Anggrek dan Cendana masih seperti yang dulu (tidak didalam). Kemudian kita minta digantinya Rinto Simanjuntas selaku pengawas lapangan pengerjaan peremajaan pipa, akan tetapi tidak mengantinya juga. Dengan  Dirut PT. SSP tidak menempatinya warga saat ini kembali kesal, kecewa dan marah," ucapnya.

Warga yang dulunya menolak dilaksanakan peremjaan pipa lanjut Muslim, dengan melanggarnya isi dari surat perjanjian berkemungkinan warga akan mengehntikan kembali seperti dulu," ucapnya lagi.

Sementara itu Dirut PT. SSP, Suprinyanto ketika mau ditemui karimuntoday.com untuk mengkonfirmasi mengapa dari sepuluh dua diantaranya didalam surat perjanjian yang sudah disepakati itu dilanggar, sayangnya sang Dirut masih sibuk dengan kerjaannya.

"Maaf ya bang (wartawan-red), saat ini saya sibuk banget, jadi lain waktulah kita ketemuannya," tutur Supriyanto singkat saat dihubungi karimuntoday.com melalui telpon genggam. (nov.k)

 

 

 

images/652.jpg

Tampak, Bupati Lingga H.Daria Memukul Gong di Didamping Wakil Bupati Lingga dan Ketua DPRD Lingga, H.Kamraddin Ali SH.

LINGGA (KT) - Sejumlah kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga saat ini mulai malas ikut rapat. Buktinya, pada musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tingkat kecamatan yang di adakan di Aula Kantor Bupati Lingga, sebagian besar kepala SKPD tidak ikut hadir.

 Ironisnya, kepala SKPD justeru diwakilkan oleh bawahan. Hal ini membuat Bupati Lingga, H Daria marah besar terhadap kepala SKPD yang tidak ikut dalam musrenbang tersebut. Dalam sambutan pembukaan Musrenbang Kabupaten Lingga H. Daria menyoroti kinerja SKPD dijajaran Pemkab Lingga.

 "Masih ada SKPD yang tidak hadir dan mengirim perwakilan. Kalau tidak hadir bagaimana bisa bersinergi, Musrenbang saja tidak hadir apa gunanya SKPD," ungkap Daria, Rabu (26/3). Dikatakan Daria, tanpa koordinasi forum SKPD, akan berakibat fatal terhadap pelaksanaan pembangunan. Apalagi pada Musrenbang tingkat kecamatan dimana musrenbang merupakan koordinasi menyerap usulan yang diajukan oleh masyarakat. H.Dari mengatakan, terkait tidak adanya kehadiran SKPD pada Musrenbang kecamatan, tentu juga akan berpengaruh terhadap hal lain.

Dilanjutkan H.Daria, dengan kurangnya koordinasi maka H.Daria juga menyoroti soal kinerja SKPD, pada pelaksanaan APBD 2014 yang dinilainya molor. " Kita masuki triwulan pertama.akibatnya berpengaruh terhadap daya serap.Apa saja kerja kita hari ini?"ungkap H.Daria.

Terkait banyaknya persoalan yang belum teratasi di Kabupaten Lingga seperti kelangkaan BBM, PLN yang sering hidup mati, Daria meminta agar SKPD terkait untuk segera mengantisipasi dengan berkoordinasi dengan instansi terkait Begitu juga dengan persoalan air bersih yang sangat dibutuhkan masyarakat Lingga, mengingagt Kabupaten Lingga memiliki sumber mata air yang cukup berlimpah.

"Saya minta segera diantisipasi. PDAM programkan ini. Setiap terjadi pemangkasan laporan dulu dengan bupati, minta petunjuk dulu.Jangan asal coret. Sepanjang anggaran memadai tidak menjadi persoalan,"ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Lingga, H.Kamaruddin Ali dalam pandangannya menyampaikan pokok pikiran pembangunan, bahwa konsep sandang pangan perlu perhatian. "Lingga meiliki air terjun luar biasa untuk. Sampai hari ini tidak ada aksi. Dimana SKPD terkait dengan hari ini?,"ungkapnya dengan nada bertanya.

Dikatakan, infrastruktur di Lingga masih jauh, salah satunya adalah infrastruktu dibidang pendidikan. Yakni belum terciptanya rumah guru. "Rumah guru, bagaimana provimsi Kepri menyelesaikan rumah guru seperti menyelesaikan RTLH,"imbuhnya.

 Dikatakan, konsep lain yang perlu diperhatikan adalah pembinaan agama dengan dai plus. Kerna di pulau pulau masih banyak kita jumpai masyarakat yang kurang sekali tentang pendidikan Agamanya,"Tahun terakhir masa jabatan Bupati, agar menyelesaikan visi dan misinya.untuk membangun daerah,"ungkapnya. (RS)

 

 

images/651.jpg

Tampak, Tersangka Solihatun Wanita Paruh Baya yang Kedapatan sedang Mencopet Tertunduk Lesu.

Grobogan,(KT) - SEORANG WANITA PARUH BAYA,WARGA DESA SIDOREKSO,KUDUS,DITANGKAP APARAT KEPOLISIAN SEKTOR KOTA PURWODADI SETELAH DIDUGA MENCOPET SALAH SEORANG PEDAGANG DI PASAR PURWODADI,GROBOGAN,JAWA TENGAH.SANG NENEK /BERSAMA BARANG BUKTI KINI MENJALANI PEMERIKSAAN DI MAPOLSEK PURWODADI.

SOLIHATUN,WANITA PARUH BAYA/LIMA PULUH TAHUN,WARGA SIDOREKSO,KUDUS,RABU SORE(25/3) DITANGKAP APARAT KEPOLISIAN SEKTOR KOTA PURWODADI,GROBOGAN,JAWA TENGAH SETELAH DIDUGA MENCOPET SALAH SEORANG PEDANGAN SAYUR DI PASAR PURWODADI,GROBOGAN,JAWA TENGAH.SOLIHATUN MELAKUKAN AKSINYA DENGAN BERPURA-PURA MEMBELI SAYURAN DI LAPAK MILIK NARNI,PEDAGANG SAYUR ASAL PURWODADI. MENURUT SOLIHATUN,PELAKU,YANG SEHARI-HARINYA  MENGAKU SEBAGAI PETANI INI,BARU KALI INI MELAKUKAN AKSI COPETNYA.DIRINYA MENGAKU HAL INI DILAKUKAN KARENA TUNTUTAN KEBUTUHAN EKONOMI. 

SEMENTARA ITU,NARNI,PEDAGANG SAYUR,WARGA PURWODADI,GROBOGAN INI MENGAKU,SEMULA TIDAK MENGETAHUI KALAU TAS BERISI  SEJUMLAH UANG DICURI SOLIHATUN,KARENA WAKTU ITU DIRINYA SEDANG MELAYANI PEMBELI,TERMASUK SOLIHATUN YANG SAAT ITU JUGA MEMBELI SAYUR DAGANGANNYA. SAAT HENDAK MENGAMBIL TAS MILIKNYA TERNYATA DIKETAHUINYA TAS MILIKNYA TELAH HILANG."Saya gk tau waktu itu kalo tasa saya hilang,taunya saat mau ambil uang tas sudah gk ªϑa̲̅," ucap narni

AGAR TIDAK MENJADI BULAN-BULANAN WARGA,SOLIHATUN KEMUDIAN DIBAWA KE MAPOLSEKTA PURWODADI UNTUK DIAMANKAN. BERIKUT BARANG BUKTI BERUPA UANG SENILAI SERATUS TUJUHPULUH RIBU RUPIAH,TAS DAN BARANG HASIL BELANJA PELAKU. SOLIHATUN HINGGA KINI MASIH DIPERIKSA DI MAPOLSEKTA PURWODADI.(nur)

Canggai Putri

:: KEPRI

KALENDER BERITA

« April 2014 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        
DISPENDA KARIMUN