JAWA TENGAHNUSANTARAPERISTIWA

Kirab 6 Gunungan, Tradisi Tahunan Sedekah Bumi di Grobogan Jawa Tengah  

 

KARIMUNTODAY.COM,GROBOGAN,– Ratusan Warga Di Grobogan,Jawa Tengah, saling berebut gunungan yang terbuat dari hasil bumi dalam acara sedekah bumi. Sebelum diperebutkan gunungan tersebut diarak keliling desa sebagai bentuk syukur warga karena diberi hasil panen yang melimpah.

Ratusan warga desa Mlilir,Kecamatan Gubug,Kabupaten Grobogan,Jawa Tengah, Sabtu,(11/8/2018), siang,tumpah ruah di balai desa setempat. Kedatangan mereka bukan tanpa maksud,mereka datang berbondong-bondong dengan membawa 6 gunungan berisi hasil bumi setinggi dua meter yang telah dipersiapkan sejak kemaren malam.

 Kepala Desa dengan menunggangi kuda layaknya raja memimpin jalannya kirab beserta para perangkat desa untuk kemudian 6 gunungan sebagai simbol 6 rukun warga tersebut diarak keliling desa. Kesenian tradisional seperti reog, dan drum band disajikan menambah suasana kirab semakin meriah. Kirab gunungan mengelilingi desa tersebut berakhir di rumah kepala desa.

Sesampainya di rumah kepala desa,sebagian warga dengan membawa nasi sedekahan,sudah menunggu kedatangan kepala desa bersama rombongan warga yang membawa gunungan tersebut untuk melakukan tradisi siwer desa.

Dengan mengenakan pakaian adat jawa, sambil membawa perlengkapan tradisi siwer desa,seperti cambuk,cangkul ,serta kendil berisi air sesaji,kepala desa berlari mengelilingi rumah kepala desa beserta perangkat desa.

Warga tak sabar menunggu tradisi siwer desa selesai, langsung saling berebut 6 gunungan yang diarak tersebut. Dalam sekejab,enam gunungan setinggi dua meter tersebut pun ludes menjadi rebutan warga.  Banyak warga yang terkena lemparan nasi dan gunungan.

Meskipun begitu mereka tidak marah, justru mengaku senang bisa mengikuti tradisi tahunan ini. Warga percaya gunungan yang berisi hasil bumi yang dijadikan rebutan ini bisa mendatangkan berkah. “ Sudah biasa setiap tahun mas,jadi gak marah terkena lemparan nasi,malah senang karena bisa ikut tradisi,” kata Edy Junaedi,salah seorang warga Mlilir

Menurut Sugeng Riyadi,Kepala Desa Mlilir mengatakan,kirab gunungan ini merupakan rangkaian kegiatan sedekah bumi yang diselenggarakan setiap tahun sekali sebagai ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta.” Ini kegiatan rutin yang  setiap tahun kita lakukan,sebagai rasa syukur kepada Tuhan karena diberi panen melimpah,” ucapnya

Selain itu,lanjutnya,dengan tradisi ini diharapkan bisa terjalin komunikasi dan harmonisasi antar warga agar nawacita yang dicanangkan pemerintah bisa berjalan dengan baik.” Leeat tradisi ini semoga bisa terjalin komunikasi dan harmonisasi antar warga,sehingga nawacita yang dicanangkan pemerintah bisa terlaksana dengan baik,terwujud masyarakat yang baldatun toyyibatun warabbun ghafur,” harapnya.

Setelah ritual selesai, dilanjutkan dengan pentas kesenian tradisional wayang kulit semalam suntuk.(*)

Laporan    : Nurulyadi

Editor        : Indra H Piliang


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close