KUANSINGPERISTIWA

Miliran Uang APBD Tergerus! Pasar Tradisional Berbasis Modren di Kuansing Belum Juga Ditempati

Taluk Kuantan,(KT) – Kondisi Pasar tradisional berbasis modern yang terletak di Taluk Kuantan, Kuansing, Riau, semakin memprihatinkan. Kesan kumuh tak terurus membuat keberadaan pasar itu semakin dipertanyakan masyarakat.

Pasar dengan desain bangunan megah dan menelan anggaran puluhan miliar itu telah selesai dibangun pada tahun 2014 lalu, namun sampai saat ini belum dioperasikan sebagaimana fungsinya oleh Pemkab Kuansing.

Terkesan oknum pejabat masa itu hanya kejar ‘fee’ proyek sehingga pasca siap, bangunan pun tak berguna apa-apa. Diduga proyek dikerjakan tanpa analisis matang oleh Pemkab Kuansing yang konon diiisi orang-orang pintar.

Hal ini membuat masyarakat bertanya-tanya terkait perencanaan pembangunan pasar tersebut. Pasalnya, saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan karena hampir seluruh cat dari sisi bangunan gedung pasar itu sudah tampak lusuh akibat coretan-coretan tangan jahil tak bertanggung jawab.

Seperti disampaikan seorang masyarakat Kuansing, Epri (35). Saat ditemui di lokasi pasar, Kamis (26/07), ia sangat menyayangkan kondisi pasar yang dibangun oleh Pemda yang sudah lama itu terbengkalai tak terurus.

“Iya, setahu saya pasar itu sudah berdiri sejak 4 tahun lalu, entah apa sebabnya tapi sampai saat ini belum juga difungsikan,” ucapnya.

Menurutnya, kondisi bangunan itu sudah semakin lusuh dan kumuh akibat tak ada yang mengurus. Diperparah lagi kalau malam hari tidak ada penerangan dan kondisi itu dimanfaatkan oleh kelompok remaja untuk dijadikan tempat nongkrong pacaran ataupun tempat maksiat.

“Hampir setiap malam pasar itu malah dijadikan tempat tongkrongan anak-anak, lihat aja sendiri, banyak tumpukan bekas api unggun dan botol-botol minuman, dindingnya penuh coretan,” terangnya.

Untuk itu ia berharap kepada pihak terkait segera melakukan pembenahan dan penjagaan terhadap komplek pasar itu, dan jangan sampai ada pemubaziran merugikan masyarakat.

Kepala Dinas Kopdagrin Kuansing, Tarmis ketika dikonfirmasi karimuntoday.com membenarkan hal tersebut. Namun dia selaku Dinas Kopdagrin tidak bisa berbuat apa-apa, karena bangunan pasar itu sampai saat ini belum diserahkan oleh pihak ketiga (kontraktor) kepada Pemda Kuansing.ketika ditanya kenapa belum juga diserahkan oleh pihak kontraktor ke Pemda Kuansing, Kdis Kopdagrin mengatakan, kabarnya sampai saat ini masih menunggu audit BPK dan BPK RI, untuk lebih jelasnya konfirmasi saja dengan Kabid Cipta Karya Dinas PUPR.

“Benar, pasar itu terbengkalai sejak beberapa tahun dan semenjak itu pula tidak ada pengurusan dan penjagaan dilakukan. Jadi kalau kondisinya tampak kumuh dan tak terurus ya wajar-wajar saja, kita tak punya kewenangan mengurus pasar tersebut karena sampai saat ini pihak ketiga belum menyerahkan ke Pemda,” ungkap Tarmis.

Informasi di dapat media online karimuntoday.com dilapangan, terkait Proyek Tiga Pilar tersebut sudah dilaporkan beberapa kali oleh salah satu LSM di Kuansing sejak tiga tahun lalu ke Komisi Pemberantasan Korupsi,(KPK), sayangnya sampai saat ini laporan tersebut belum di gubris oleh KPK.  (*)

Laporan     : Roder wartawan karimuntoday.com

Editor        : Helmy Ridar


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close