KARIMUNKEPRINUSANTARAPERISTIWA

Nelayan Pesisir Teluk Setimbul Karimun Keluhkan Penimbunan Bakau : Laut Kami Makin Sempit

 

KARIMUNTODAY.COM,KARIMUN –  Ratusan Nelayan Teluk Setimbul yang tergabung di Kelompok Usaha Bersama,(KUB), Teluk Setimbul, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri mulai dirugikan serta mengeluhkan atas penimbunan bakau di pesisir laut oleh perusahaan swasta yang katanya akan membuat sebuah pelabuhan,tentu merugikan nelayan karena laut kami tentu akan semakin sempit.

Hal tersebut di katakan, Zakar Ketua Kelompok Usaha Bersama,(KUB), Nelayan Teluk Setimbul kepada karimuntoday.com, Kamis,(23/8/2018), Ya’ kemarin dia melihat pesisir laut sudah ada aktivitas penimbunan kembali menggunakan truk dan alat berat, padahal sebelumnya, beberapa bulan lalu sudah dihentikan, pasca protesnya, nelayan yang tergabung dalam KUB teluk setimbul.

“ Kami tidak melarang andaikata ada perusahaan swasta yang menimbun di pesisir laut, tetapi alangkah baiknya didudukan dulu dengan para nelayan, karena, hutan bakau yang ditimbun tersebut, salah satu tempat berkembang biaknya habitat laut,selayaknya pihak swasta tersebut memberikan kompensasi kepada kami, karena dampak dari penimbunan itu, tentu akan mengurangi penghasilan kami,” Tukasnya

Ditambahkanya lagi, Dia meminta kepada pihak perusahaan untuk menghentikan aktivitas penimbunan di pesisir laut tersebut,sebelum ada kesepakatan dengan para nelayan di teluk setimbul dan kami meminta kepada pihak terkait membantu kami untuk melakukan mediasi dengan pihak perusahaan, dan sebelumnya kami juga telah meminta bantuan Ormas Patron Karimun untuk melakukan pendekatan dengan pihak perusahaan untuk mencarikan solusi terbaik,” Ucapnya

“ Kami nelayan tidak mau tahu apakah perusahaan tersebut sudah memiliki izin reklamasi atau izin lainya untuk melakukan penimbunan di kawasan pesisir laut, hutan bakau,(mangrove), yang terpenting bagi kami, berikan kami kompensasi, karena dampak dari penimbunan tersebut sangat luas kepada kami,” Tutupnya

Laporan    : Lukman Hakim

Editor        : Indra H Piliang

 

 

 

 


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close