BATAM

Pekan Depan, Walikota dan Wakil Wali Kota Batam Galang Bantuan untuk Korban Gempa Lombok

 

KARIMUNTODAY.COM, BATAM– Walikota Batam H. Muhammad Rudi dan Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad akan turun ke jalan untuk menggalang dana masyarakat guna disumbangkan ke korban gempa Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Walikota Batam H. Muhammad Rudi mengatakan ia berencana galang dana di jalan pekan depan. “Kami akan berdiri di simpang minta sumbangan ke masyarakat,” kata Rudi di Kantor Walikota Batam, kemarin.

Orang nomor satu di kota Batam itu, bakal mengajak seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga mahasiswa. Sedangkan pembagian lokasi persimpangannya akan dirapatkan terlebih dulu.

Menurutnya, Pemerintah Kota Batam tidak bisa memberikan bantuan dengan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) kota Batam. Karena untuk penggunaan kas daerah harus melalui persetujuan DPRD Kota Batam.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kini sudah ada 17 daerah yang turut membantu dampak Gempa Lombok. Bantuan daerah ini sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 977/6131/Sj dan 977/6132/Sj tanggal 20 Agustus 2018.

“Surat tersebut meminta pemerintah daerah beri bantuan untuk Lombok, gunakan APBD masing-masing dengan mempertimbangkan kemampuan daerah. Ada 17 daerah yang sudah bantu. Tapi besarannya saya tidak hafal,” kata menteri berasal dari politisi Golkar itu.

Dijelaskanya, penanganan dampak gempa Lombok ini sudah memasuki tahap RR, rekonstruksi dan rehabilitasi. Pemerintah menargetkan pembangunan fisik pasca bencana seperti sekolah, rumah sakit dan jalan, akan selesai pada Agustus 2019 mendatang.

Khusus pembangunan perumahan warga, ungkap Agus, akan dilakukan lebih cepat. Keputusan ini didasarkan kepada keharusan warga kembali ke rumah masing-masing. Karena pemerintah sadar bahwa terlalu lama di pengungsian juga tidak baik bagi masyarakat.

“Tempat tinggal didahulukan. Nantinya akan jauh lebih cepat. Kalau kelamaan di tenda juga tidak sehat, apalagi ini musim hujan,” ujarnya. Agus mengatakan percepatan pembangunan dalam proses RR ini juga akan melibatkan korban. Artinya pemerintah menyiapkan dana pembangunan. Sedangkan proses pembangunan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.

“Ini semangat yang ingin dibangun oleh pemerintah. Untuk mendorong peran para korban. Juga bersama-sama membangun rumah mereka,” tuturnya. (*/r)

laporan : helmi ridar

editor : indra h piliang

sumber : media center


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close