BATAM

Pemprov Kepri Komit Dukung Pemgembangan Ekonomi Berbasis Syariah di Kepulauan Riau

BATAM, (KT) – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H. Isdianto mengatakan Pemerintah Provinsi Kepri sangat komit mendukung pengembangan ekonomi berbasis syariah agar terus tumbuh dan berkembang di provinsi ini. Sebagai sistem ekonomi alternatif kehadiran ekonomi syariah harus bisa memberikan solusi perbaikan ekonomi di Kepri. Bahkan sistem ekonomi syariah diyakini akan bisa mendorong dan meningkatkan kinerja pertumbuhan ekonomi. “Tapi sistem ekonomi syariah ini harus didukung semua pihak, ” pinta Isdianto saat membuka acara Road To Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera ke-2 di Hotel Radison, Sukajadi Batam, belum lama ini.

Hadir pada kesempatan tersebut, Perwakilan KBRI Singapura Sugih, Perwakilan KJRI Johor Baru Zainul, Kepala Biro Keuangan Badam Pengusahaan (BP) Batam Ahmad Yani, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pemerintah Kota Batam Mardanis dan hadirin undangan lainnya.

Menurut Isdianto, sektor ekonomi syariah ini bisa diterapkan pada semua bidang usaha. Sebagai contoh usaha makanan halal food, konveksi, ekonomi keratif hingga ekonomi digital. Pemerintah Provinsi Kepri sendiri sangat komit untuk mendorong sektor ini bisa terus tumbuh dan berkembang. Kita bahkan siap membantu lahirnya wirausaha muda berbasis syariah. “Sektor usaha menengah kecil dan mikro yang banyak tersebar di Kepri, pelaku usaha yang akan kita fokuskan agar mereka terus berkembang, sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat,”ujarnya.

Sementara Kepala Bank Indonesia (BI) Batam Gusti Raizal menjelaskan, kalau kegiatan ini bertujuan menggerakan sistem ekonomi syariah di Provinsi Kepri. Dan pelaksanaan FESyar kali kedua ini, juga bagian untuk lebih mengenalkan ekonomi syariah. “Sebagai otoritas moneter, BI sangat mendukung kegiatan sistem ekonomi syariah. Karenanya berbagai terobosan dan langkah terus kami lakukan. Kita bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia dan Dewan Ekonomi Syariah terus menginisiasi bagaimana makin banyak usaha berbasis syariah lahir dan muncul sebagai pelaku ekonomi baru,”ujarnya.

Ia memaparkan, sebagai contoh halal industri logistik, fashion syari, makanan halal, wisata halal adalah model usaha yang bisa terus dikembangkan. “Jangan sampai kita yang negara berpenduduk muslim terbesar terus menjadi penonton. Dan kalah bersaing dengan negara luar yang saat ini banyak melahirkan bisnis berbasis syariah,”ingatnya.

Pembukaan kegiatan FESyar berlangsung selama dua hari tanggal 27 dan 28 Juli ini, yang diakhiri Wagub Kepri Isdianto bersama Kepala BI Batam Gusti Raisa Eka Putra dan mendatangi sejumlah stand usaha berbasis syariah binaan dari sejumlah perbankan syariah. Acara tersebut, juga diakhiri dengan pemberian bantuan sosial oleh Bank Indonesia. (*/r/helmi ridar)

editor : helmi ridar

sumber : humas pemprov


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close