JAWA TENGAH

Pengrajin Genteng Sleman Mendukung Kebijakan Ekonomi Pemerintah

KARIMUNTODAY.COM, SLEMAN  – Industri kecil mempunyai peranan yang penting dalam penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kabupaten Sleman mempunyai berbagai macam jenis industri kecil, salah satu diantaranya adalah industri kecil kerajinan genteng. Industri kecil kerajinan genteng di Sleman mempunyai pengaruh dalam penyerapan tenaga kerja, dan meningkatkan ekonomi masyarakat.
Menurut Suroto,salah seorang pengusaha genteng mengatakan pengolahan industri genteng di wilayah Godean Kabupaten Sleman Yogyakarta memang telah ada sejak era penjajahan Belanda silam sekitar tahun 1930 an dan banyak menyerap tenaga kerja diwilayah Sleman.
“Sudah lama pengrajin genteng ada di Sleman.  Hal ini bisa dilihat dari jumlah pengrajin yang bernaung di sepuluh asosisasi paguyuban pengrajin genteng Sembada Manunggal,”ucap Suroto kepada wartawan media ini (23/3)
” Soal untuk produksi genteng tanah Slemen di pasarkan ke wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur maupun Jakarta,” kata Suroto.
 Suroto, yang merupakan  wakil ketua asosiasi Perajin Genteng Godean  Sembada Manunggal, menyampaikan kondisi saat ini pengrajin genteng sangat memerlukan kebijakan pemerintah dalam kendala yang dihadapi pengrajin genteng masih seputar masalah klasik diantaranya akses permodalan, pemasaran serta pendampingan dan perlindungan usaha ditengah persaingan kehadiran produk genteng modern yang juga menggerus genting berbahan tanah meskipun tidak terlalu signifikan.
“Persoalan kita,ya terkait modal dan pemasaran. Apalagi sekarang banyak genteng modern. Jadi genteng klasik kalah saing. Yang jelas kami butuh pendampingan” keluhnya
Sebagai pengrajin,ia senantiasa mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam mengurangi angka pengangguran dengan merekrut tenaga kerja warga sekitar yang tidak terikat kerja di sektor formal.
“Kami dukung program kebijakan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat,terutama kesejahteraan para pengrajin genteng klasik yang sekarang ini semakin tertinggal karena adanya produk genteng modern.(*)
Laporan   : Nurulyadi
Editor       : Indra H Piliang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close