JAWA TENGAHNUSANTARAPERISTIWA

Peternak Lokal Dukung Pemerintah Kendalikan Harga dan Pasokan Daging  

KARIMUNTODAY.COM, LAMPUNG TENGAH  – Menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 H pasokan daging sapi menjadi amat penting. Biasanya pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri harga daging merangkak naiktanpa terkendali.
Hal ini terjadi karena besarnya permintaan masyarakat akan kebutuhan daging sapi serta kurangnya pasokan. Permasalahan ini menjadi pembahasan dalam diskusi publik dengan tema Menjaga kualitas dan pasokan daging menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1440 H yang diselenggarakan oleh paguyuban ternak Lembu Suro Sakti di Balai Warga Bandar Sakti Kec. Terusan Nunyai Lampung Tengah (10/4/2018).
Paguyuban Lembu Suro Sakti merupakan salah satu binaan dari perusahaan Feedlotter GGLC yang ada di Lampung Tengah.
Dalam diskusi Shodik Muslimin pembina peternak Lembu Suro Sakti mengatakan, diwilayah Lampung Tengah dengan alamnya yang asri dan banyak rerumputan menjadikan lahan yang ideal untuk usaha peternakan sapi, sehingga tidak mengherakan kalau Provinsi Lampung surplus akan kebutuhan daging dan bahkan sebagai pemasok daging lokal nasional yang signifikan.
“Kami sebagai peternak sapi lokal akan membantu pemerintah dalam menjaga kualitas dan pasokan daging nasional terutama dihari-hari besar” ucap Shodik.
Menurut Shodik,saat ini kendala yang dihadapi para peternak lokal dalam binaanya adalah menjamurnya daging impor dipasaran terutama impor jeroan sapi dan hal ini menyebabkan harga sapi lokal turun. Oleh karena itu dari peternak lokal harus pintar-pintar mensiasati dengan menjual hewan ternak khususnya menjelang Idul Adha karena disitu banyak permintaan kebutuhan sapi hidup.
“Kita harus pandai untuk menyiasati agar stok daging sapi tetap aman saat ramadhan maupun hari raya,” pintanya.
Sementara itu pakar peternakan dari Universitas Lampung, Drh. Madi Hartono, MP mengatakan lampung merupakan lumbung ternak nasional dan perlu mendapat perhatian khusus pemerintah. Data tahun 2018 menunjukkan hasil daging peternakan lampung 9,84 ribu ton, kebutuhan daging Provinsi Lampung 5,31 ribu ton, sehingga kita surplus daging 4,58 ribu ton.
“Yang diharapkan pemerintah bisa memaksimalkan potensi ternak di Lampung Tengah dengan memberikan insentif, akses permodalan serta pendampingan sehingga peternak-peternak lokal dapat meningkatkan budidaya dan hasil ternak untuk menunjang stabilitas harga dan pasikan daging nasional,” pinta Drh. Madi (*0
Laporan  : Nurulyadi
Editor      : Indra H Piliang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close