BATAM

Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan Belasan Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia, Lima Ditetapkan Tersangka

 

KARIMUNTODAY, BATAM— Direktorat Polairud Polda Kepri berhasil menggagalan keberangkatan belasan pekerja migran ilegal asal Indonesia yang akan diselundup kan ke Malaysia di Pulau Seribu, Pulau Seribu, Kelurahan Ngenang, kecamatah Nongsa, Batam. Sebanyak 12 orang pekerja migran ilegal terdiri dari 11 laki-laki dan seorang perempuan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu diselamatkan aparat kepolisian. Akibat aksi tersebut, kepolisian menetapkan lima orang tersangka mulai dari nakhoda, pekerja, karyawan, keamanan hingga pemilik rumah tempat para pekerja migran ilegal ditampung sebelum di berangkatkan ke negeri jiran.

Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto melalui Kabid Humad Polda Kepri Kombes S. Erlangga menerangkan, kronologis kejadian pada hari Kamis tanggal 18 Oktober 2018, Pukul 19.00 WIB, Patroli rutin Kapal PoIisi Baladewa 8002 Ditpolair Baharkam Polri telah berhasil mengagalkan pengiriman Pekerja Migran Indonesia ilegal disebuah rumah penampungan di Pulau Seribu Kelurahan Ngenang, Kecamatan Nongsa, Perairan Nongsa Batam.

“Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan 12 (dua belas) orang Pekerja Migran Indonesia ilegal yang akan diberangkatkan ke Negara Malaysia tanpa dokumen yang sah beserta 2 (satu) unit Speed Boat,” kata Erlangga kepada awak media di Pendopo Polda Kepri, Senin (22/10) siang.

Erlangga ketika memberikan penjelasan didampingi Direktur Polairud Polda Kepri mengatakan pekerja migran Indonesia ilegal yang diamankan tujuan egara Malaysia, 11 orang laki-aki dan 1 orang perempuan. Dijelaskan Erlangga, adapun yang ditetapkan sebagai tersangka masing berinisial U Bin H (67 th) selaku nakhoda 1 Speed Boat. A (56 th) selaku penjaga Pekerja Migran Indonesia ilegal di rumah penampungan.

“Berikutnya yaitu tersangka M Als B (70 th) Pemilik rumah penampungan sementara dan Pemilik Speed Boat. A B Bin A J (42 th) selaku yang pengurus Pekerja Migran Indonesia ilegal untuk diberangkatkan ke Negara Malaysia,”ujarnya.

Sedangkan tersangka lainnya, sambung Erlangga yaitu PS Als A (41 th) selaku yang meminta uang keamanan dari Pekerja Migran Indonesia ilegal sebesar Rp 100.000 per orang. “Barang bukti (BB) yang diamankan 1 unit Speedboat kayu tanpa nama warna kuning bermesin tempel merk Yamaha 40 PK dan 1 unit Speed Boat berwarna Biru bermesin tempel merk Yamaha 3 X 200 PK,”ungkapnya.

Para tersangka melanggar Pasal 81 jo pasal 69 jo pasal 86 huruf c jo pasal 72 huruf c Undang Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia. Kegiatan ekpose pengungkapan kasus ini, selain dihadiri Kabid Humas Polda Kepri dan Direktur Polairud Polda Kepri. Juga dihadiri Kasubditgakkum Ditpolairud Polda Kepri dan Wakil Komandan KP Baladewa 8002. (*/r)

Laporan/Editor : Indra Helmi

sumber : humas polda


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close