BATAM

Proses Lelang Besi Scrab PT Timah TBK Disenyalir Tidak Fair, Panitia Lelang Akan Laporkan ke Polda Kepri

 

KARIMUNTODAY.COM,KARIMUN – Sejumlah Perusahaan yang mengikuti proses Lelang Scrab (besi tua), milik PT Timah TBK dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang,(KPKNL), Kota Batam, pada Rabu,(12/9/2018),kemarin merasa kecewa, pasalnya ada indikasi kongkalingkong antara oknum panitia lelang dengan perusahaan pemenang, oleh sebab itu dalam waktu dekat akan dilaporkan ke polda kepri.

Hal tersebut dikatakan, Edy Anwar SE kepada karimuntoday.com, Jum’at (14/9/2018), Via Hp selularnya, juga salah seorang jajaran dari salah satu perusahaan yang mengikuti proses lelang tersebut,” Ya, tadi sebanyak 13 perusahaan dari 25 perusahaan peserta lelang yang kecewa terhadap proses lelang besi scrab PT Timah menggelar rapat, dan hasil dari rapat tersebut tidak menutup kemungkinan permasalahan proses lelang tersebut akan dilaporkan ke Polda Kepri, pasalnya, kita melihat ada dugaan oknum panitia lelang bersubahat dengan perusahaan pemenang.

“ Ada indikasi permainan dilakukan oleh oknum panitia lelang, pasalnya dimenit-menit terakhir ketika perusahaanya memasukan angka penawaran, panitia lelang disenyalir sudah menutup servernya, sedangkan waktu itu waktu untuk melakukan penawaran belum habis, sehingga penawaran di ajukan perusahaanya ditolak,” Tukasnya

Ditambahkanya lagi, Setelah mengetahui bahwasanya penawaran dilakukan oleh perusahaanya ditolak sebelum waktu telah ditentukan mulai dari Pukul, 12.00 wib s/d pukul 14.00 wib, maka beberapa peserta lelang sangat kecewa dan protes dengan mendatangi Kantor KPKNL Kota Batam, untuk meminta penjelasan,” Imbuhnya

Secara terpisah, Azwin salah seorang peserta lelang kepada karimuntoday.com Jum’at (14/8/2018), via hp selularnya mengatakan, Dia sangat kecewa ketika mengikuti proses lelang scrab milik PT Timah TBK sebanyak, 4.200 Ton dengan nilai limit lelang sebesar Rp.9.513 Miliar, pasalnya, ketika hendak memasukan penawaran server panitia lelang sudah tidak bisa diakses lagi, akibatnya penawaranya gagal, padahal waktu itu jam belum menunjukan pukul,14.00 wib, batas akhir memasukan dokumen penawaran, padahal waktu itu, dia mengajukan penawaran sebesar Rp. 14 Miliar rupiah sedangkan perusahaan sebagai pemenang hanya melakukan penawaran sebesar Rp. 12 Miliar saja, untuk itu dia meminta agar proses lelang tersebut agar diulang kembali,” Pintanya

Secara terpisah, Panitia Lelang KPKNL Kota Batam, sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya, terakit beberapa perusahaan yang merasa kecewa terkait proses lelang besi scrab PT Timah terindikasi ada permainan akan dilaporkan ke polda kepri, dan juga adanya permintaan agar proses lelang di ulang kembali, belum dapat dimintai konfirmasinya.(*)

Laporan  : Lukman Hakim

Editor      : Indra H Piliang

 

 

 


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close