BINTANTANJUNG PINANG

Sandaran Asa Untuk Sebuah Mimpi

KARIMUNTODAY.COM, BINTAN – Pasca penandatanganan MoU hibah lahan di Desa Pengudang Kabupaten Bintan yang dilakukan oleh PT BMW (Buana Megawisatama) dengan Pemerintah Kabupaten Bintan pada September 2018 yang lalu, memberikan angin segar khususnya bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Kawasan yang merupakan salah satu objek wisata yang ada di Kabupaten Bintan ini, memiliki potensi alam yang belum secara maksimal dikelola dengan baik. Begitu juga halnya dengan pembangunan, masih belum tersentuh secara maksimal dikarenakan berbagai permasalahan yang salah satunya terkait permasalahan lahan. Namun kini perlahan tapi pasti, lampu hijau untuk membangun desa pengudang telah pun mulai menyalah.

Pucuk dicinta ulampun tiba, kehadiran Kodim 0315/Bintan di Desa Pengudang melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 103 ini memberikan secercah harapan akan desa masa depan yang lebih baik lagi.

Para satgas TMMD dan masyarakat Pengudang saat istirahat sejenak. Foto; Akok

Diantara rimbunan pohon-pohon dan semak belukar yang terbentang, para satgas TMMD memulai menorehkan baktinya. Lahan lebih dari 4000 meter, secara bertahap mulai dibersihkan. Membangun akses dan infrastruktur jalan, menjadi prioritas utama dari keberadaan program TMMD di Desa Pengudang.

Desa yang memiliki jarak tempuh lebih kurang satu jam dari Ibukota Kabupaten Bintan ini, dapat dikategorikan sebagai salah satu desa tertinggal yang ada di Kabupaten Bintan. Untuk merangsang pembangunan desa, membuka akses jalan dan infrastruktur menjadi program yang dianggap sangat tepat karena akan ikut mendorong percepatan pembangunan desa.

Saat pengerjaan jalan di Desa Pengudang. Foto: Akok

Sabaruddin (31tahun), merupakan salah satu warga masyarakat Desa Pengudang ikut bersama-sama satgas TMMD melakukan pengerjaan pembangunan jalan, jembatan dan batu miring di lokasi lahan yang rencananya akan dibuka sebagai kawasan pemukiman baru di Desa Pengudang.

Tidak banyak harapan yang terlihat darinya, kecuali berharap program ini akan mampu mengubah jalan hidup dirinya bersama keluarga kecilnya. Dengan tubuh yang sedikit basah oleh keringat, sekali- kali dirinya duduk bersandar hanya untuk melepaskan lelah dengan seteguk air pelepas dahaga.

“Istirahat sebentar ya bang,” kata Sabarudin saat ingin memulai diwawancarai Karimuntoday.com.

Ayah dari 1 orang anak ini, hanyalah seorang nelayan yang mencari penghidupan dilaut dikala malam. Kondisi yang pas pasan terkadang hanya cukup untuk makan, belum mampu mewujudkan sebuah rumah bagi anak dan istrinya. Kondisi tersebutlah yang mau tidak mau, dia tetap bertahan serumah bersama mertuanya.

Sabaruddin, (kaos biru dibelakang) dengan sejumlah warga Desa Pengudang beristirahat sejenak. Ist

Layaknya setiap ayah, dirinya juga memiliki mimpi dapat mewujudkan sebuah rumah mungil yang dapat ditempati dirinya bersama keluarga kecilnya tersebut. Meskipun mimpi itu belum terwujud, paling tidak melalui program TMMD ini dia dapat menyandarkan asa nya dalam mewujudkan mimpi tersebut.

“Saya dan istri saya, masih tinggal dirumah mertua saya. Melalui program ini, besar harapan saya dapat membangun rumah di daerah yang akan dibuka kawasan penghibahan lahan ini, saya pun bisa pisah KK dengan mertua nantinya,” ceritanya kala itu.

Dengan terbukanya akses jalan, maka kawasan tersebut akan lebih mudah dikembangkan sebagai kawasan pemukiman yang representatif bagi masyarakat. Tentu tidak terkecuali bagi Sabaruddin, yang memang memimpikan suatu saat nanti akan menghadiahkan sebentuk rumah bagi anaknya yang kini masih berusia 2 tahun.

Alhasil dalam hitungan beberapa hari, karya bakti satgas TMMD yang dipimpin langsung oleh Dan SSK TMMD Lettu Inf M. Yusuf bersama masyarakat ini pun mulai terlihat secara nyata. Pengerjaan pembangunan jalan yang dilandasi semangat, mimpi dan harapan tersebutpun mulai rampung sekitar 85% di hari ke- 7.

“Untuk kedepannya, Satgas TMMD akan berkoordinasi kepada Pemda Bintan untuk mempercantik wilayah yang telah dikerjakan TMMD. Seperti yang masyarakat inginkan yaitu pemukiman yang lengkap dengan sarana dan prasarana,” imbuh Lettu Inf M. Yusuf.

Selain kegiatan pembangunan fisik, program TMMD di Desa Pengudang juga akan disertai beberapa kegiatan lainnya berupa penyuluhan. Mulai dari penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, penyuluhan agama, penyuluhan hukum, penyuluhan kamtibmas dan bahaya narkoba serta penyuluhan penyuluhan lainnya yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Disamping itu, keberadaan TMMD di Desa Pengudang juga diarahkan bagi ikut serta menularkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat dalam bidang koperasi, pertanian, perkebunan dan perikanan. Dengan harapan masyarakat dapat memanfaatkan potensi yang ada secara benar dan tepat, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Dengan terbukanya lahan dengan akses jalan dan infrastruktur yang memadai, selain peruntukan kawasan pemukiman juga dapat difungsikan sebagai kawasan perkebunan masyarakat. Maka sinergitas program yang direncanakan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya dalam merangsang pembangunan dan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Masyarakat dan TNI saat bekerja. Foto : Akok

Slogan TNI bersama rakyat, ternyata bukan hanya slogan semata. Hal ini sudah dibuktikan dalam perjalanan bangsa hingga saat ini. Semangat gotong royong antara TNI/Polri bersama rakyat, bersatu padu mencurahkan keringat tanpa mengenal waktu terlihat jelas melalui program TMMD ini. Banyak harapan dan mimpi masyarakat Desa Pengudang yang disandarkan melalui program tersebut.

Mengutip apa yang disampaikan oleh Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah bahwa prajurit diciptakan untuk tugas mulia, mengandung sisi kemanusiaan dibalik tugas utamanya dalam mengamankan kedaulatan negara. Hal inilah yang tercermin melalui program TMMD 103 yang dilaksanakan oleh Kodim 0315/Bintan.

Laporan : Akok
Editor : Indra H Piliang

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close