BATAM

Setelah Lima Kali Beraksi Seludupkan Sabu dari Malaysia, Dua Oknum ABK Kapal Ferry Internasional Akhirnya Dibekuk Polda Kepri

 

KARIMUNTODAY.COM, BATAM – Setelah melakukan penyelundupan narkoba jenis sabu asal Malaysia, selama lima kali, aksi dua Oknum ABK Kapal Ferry Internasional rute Situlang Laut (Johor) – Batam Center (Batam), terendus dan berhasil ditangkap aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Riau (Kepri).

Mereka yang ditangkap terpisah pada dua lokasi berbeda di kota Batam. Pertama RB ditangkap oleh Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri diparkiran Pujasera Simpang Kara depan Ruko Golden Land, Batam Center, Kota Batam, Sabtu (1/9) sekitar pukul 16.15 WiB. Dengan barang bukti (BB) yang ditemukan 1 bungkus plastik warna kuning emas merk Chines Tea yang yang dibalut lakban berisi sabu seberat 1.100 gram yang disembunyikan di belakang kursi mobil.

Begitu ditangkap RB ‘bernyanyi’ mengaku tidak kerja sendiri, bekerja sama dengan rekan kerjanya di kapal, berinisial RM. Polisi pun bergerak cepat sore itu, mencari RM dengan mendatangi pelabuhan ferry Internasional Batam Center, Kota Batam.

Akhirnya petugas kepolisian berhasil mengamankan RM, ketika sedang berada di parkiran Pelabuham ferry Internasional Batam Center. Kemudian kedua pelaku ini diboyong ke Mapolda Kepri untuk menjalani pemeriksaaan penyidik di Ditresnarkoba Polda Kepri.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap RB, tersangka mengakui mendapatkan sabu tersebut dari seseorang diwilayah Pelabuhan Situlang Laut, Malaysia. Dan, dari keterangan kedua tersangka RB dan RM, mereka mengaku telah lima kali membawa Sabu dari Malaysia ke Kota Batam dengan modus yang sama,”kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes S. Erlangga dalam keterangan tertulis kepada Karimun Today. COm, tentang pemusnahan barang bukti Narkotika jenis sabu, di Karimun Today.Com, Selasa (25/9).

Dijelaskan Erlangga, pemusnahan Barang Bukti (BB), dilaksanakan Selasa sekira pukul 10.00 WIB di ruang Opsnal Ditresnarkoba Polda Kepri yang dihadiri Kabag Wasidik Polda Kepri AKBP I Nyoman Dewa Negara, didampingi oleh Perwakilan dari kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau, Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau dan pengacara tersangka. “Barang Bukti (BB) satu Bungkus Plastik yang berisikan Sabu seberat 1.100 gram yang telah disisihkan seberat 33,2 gram untuk pemeriksaan Labfor.

Sebanyak dua gram disisihkan untuk pembuktian perkara dipersidangan dan sisanya seberat 1064,8 gram dimusnahkan,”ujarnya. Ia memaparkan, kronologis kejadian perkara tindak pidana narkoba ini, bermula pada hari Sabtu tanggal 1 September 2018 sekira pukul 16.15 wib diparkiran Pujasera Simpang Kara, depan Ruko Golden Land, Batam Center, Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri melakukan penangkapan terhadap seorang Laki-laki Inisial RB (pelaku bekerja sebagai ABK Kapal). “Dan , pada saat dilakukan penangkapan ditemukan satu Bungkus plastik warna kuning emas merk Chines Tea yang dibalut Lakban warna Hitam yang berisikan Kristal bening yang diduga Sabu dengan berat 1.100 Gram, yang berada dibelakang kursi Mobil tersangka.

Dari keterangan RB, lanjut dia, bungkusan warna kuning emas merk Chines Tea yang dibalut Lakban warna Hitam yang diduga Sabu tersebut dibawa saudara RB ke Batam dengan menggunakan Kapal Ferry (Situlang Laut-Batam Centre), pada hari sebelumnya. Setelah dilakukan Pemeriksaan terhadap RB. Tersangka menerangkan, bahwa ia mendapatkan Sabu tersebut dari seorang di wilayah Pelabuhan Situlang Laut, Malaysia.

“Dalam melakukan kegiatannya (aksi) saudara RB bersama teman kerjanya yaitu Inisial RM, kemudian dilakukan Penangkapan terhadap saudara RM (bekerja sebagai ABK Kapal) di parkiran Pelabuhan Batam Centre Kota Batam, dan dari keterangan kedua tersangka bahwa mereka telah lima kali membawa Sabu dari Situlang Laut, Malaysia ke Kota Batam dengan Modus yang sama,”jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, kedua tersangka, RB dan RM dikenakan pasal, Pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 (2), juncto pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman Pidana Mati, Pidana penjara seumur hidup atau pidana paling singkat enam tahun atau Paling lama 20 Tahun,”pungkasnya. (*/r)

laporan : indra helmi

editor : indra h piliang


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close