SIAK

Soal Ganti Rugi Lahan Tol Pekanbaru-Dumai Masyarakat Kecamatan Minas Merasa Di Rugikan

KARIMUNTODAY.COM, SIAK (MINAS) – Asnan Daud Dongoran salah seorang Warga Kelurahan Minas Jaya, Merasa dirugikan terkait ganti rugi lahan miliknya yang akan dijadikan akses Tol Pekanbaru-Dumai, Pasalnya pihak pengadilan Negri Siak menjatuhkan harga lahan miliknya dengan harga yang menurut dia tidak wajar dan merupakan bukan harga pasaran yang berlaku, khususnya di Kecamatan Minas.

Hal ini disampaikannya kepada wartawan Karimuntoday.com, perihal telah diterima olehnya Pada hari Kamis 27 Desember 2018 yang lalu, sebuah  Surat ‘RISALAH PANGGILAN SIDANG’ Bernomor: 13/Pdt.P-Kons/2018/PN Sak.

Dalam surat panggilan itu ditegaskan bahwa Pihak pengadilan Negri Siak telah memanggil Asnan Daud Dongoran (48) warga RT 003 RW 001 kelurahan Minas Jaya,  Kecamatan Minas, Kabupaten Siak. untuk menghadap di persidangan PN Siak Tepatnya di Komplek perkantoran Tanjung Agung Siak Sri Indrapura  pada hari Selasa 29 Januari 2019 Mendatang, dan Dalam surat itu juga ditegaskan bahwa yang bersangkutan akan dikenakan biayaya Relas panggilan sebesar Rp 500.000.00,- (Lima Ratus Ribu Rupiah).

“Kenapa ada biaya panggilan itu sebesar 500rb sementara kami dalam hal ini minta tambahan harga karna tidak sesuai, kok malah mau di potong pulak sama pengadilan 500rb,” Keluh Asnan Saat ditemui oleh awak media di kediamannya pada Senin (14/01/2019).

Dia pun mengatakan bahwa ia-nya juga menerima Surat ‘BERITA ACARA’, bahkan Asnan mengungkapkan dirinya beserta rekan-rekannya yang seluruhnya berjumlah sekitar 18 orang mereka semua menerima Surat yang sama yakni berupa ‘BERITA ACARA’ Dengan Nomor: 13/Pdt.P-Kons/2018/PN Sak.

Adapun isi dari surat Berita acara yang diterima oleh Asnan, menerangkan bahwa ganti rugi lahan untuk pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai pihak pengadilan akan membayar sejumlah Rp 27.455.750,- (dua puluh Tujuh juta empat ratus lima puluh lima ribu tujuh ratus lima puluh rupiah)  dikatakan didalam surat itu bahwa pembayaran uang ganti rugi tersebut disaksikan  oleh 2 orang saksi yaitu Adin Syafrizal.S.SH.MH, dan Renza Putra Permana.SH. dijelaskan juga dalam surat itu bahwa kedua saksi itu beralamatkan di PN Siak Sri Indrapura, dan sudah dewasa dikenali oleh Asnan.

“Saya tak kenal sama orang dua yang katanya mau jadi saksi itu, apa-apaan surat ini, kayak mau menjebak saya saja, harga yang di tawarkan pun tidak sesuai masak lahan saya 775 Meter mau di bayar segitu, Udah gak cocok lah harganya itu,” Pungkas-nya.

Dalam surat itu juga di tegaskan bahwa biaya berita acara penawaran di pengadilan nantinya akan ditanggung sepenuhnya oleh Termohon/Penggugat (Asanan-red) Dengan Rincian sebagai berikut:

Biaya Jurusita    Rp.550.000,- 2. Biaya Saksi 1     Rp.550.000,- 3. Biaya Saksi 2  Rp.550.000,- 4. Biaya Matrai      Rp.6.000,- 5. PNBP  Rp.5.000,- 6. ATK  Rp.50.000,- 7. Redaksi  Rp.5.000,- 8. Pencatatan        Rp.25.000,-

Dengan Jumlah Total Rp.1.741.000,- (Satu Juta Tujuh Ratus Empat Puluh Satu Ribu Rupiah).

“Kenapa biaya pengadilan ini di dibebankan kepada kami, sementara yang mengajukan hal ini ke pengadilan adalah pihak pembebasan lahan, ini sama saja mereka itu seperti memeras Rakyat kecil, sudah lah jatuh tertimpa tangga pula lagi, Udah lah harganya rendah malah di potong pula, padahal kami minta tambah, Undan-undang apa itu macam gitu,” Keluhnya Lagi.

Masih kata Asnan, “Mengapa pembebasan lahan kami ini bisa sampai ke pengadilan untuk pembayaran-nya, kami masyarakat disini bukannya tidak setuju dengan keputusan yang telah kami terima dari pengadilan itu, karna harga ganti rugi lahan kami itu kami rasa tidak sesuai dengan harga pasaran, sementara di pasaran harga lahan yang kami ketahui Rp 3.00,000,- untuk per Meternya.

Sementara harga yang di tawarkan kepada kami hanya Rp 25,806,45,- Untuk permeternya, harga ini sesuai dengan surat Berita Acara yang kami terima dari pengadilan Negri Siak, yang menyatakan untuk ganti rugi lahan saya itu di bayar kurang lebih hanya dua puluh Tujuh juta (Rp.27 juta) beserta tanamannya, Dan Kami rasa ini sangat tidak manusiawi, dimana ada harga tanah cuma segitu permeternya di tepi jalan Raya, Seolah-olah pembebasan lahan untuk tol ini hanya untuk menyengsarakan Rakyat saja,” Tambahnya pula.

Dalam hal ini Asnan juga berharap agar lahan miliknya  itu dibayar sesuai dengan pasaran yang berlaku khususnya di  Kecamatan minas, “kami minta lah pembayarannya itu di sesuaikan dengan harga di minas ini, jangan suka suka mereka buat harganya, dan kenapa juga masalah ini harus di bawa ke pengadilan, sementara pemda siak belum pernah mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat di minas ini,” Tutur Sasana Daud Dongoran kepada Karimuntoday.com,  Di Minas.(*)

 Laporan    : Idris Harahap

Editor       : Indra H Piliang

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close