SIAK

Syamsuar Optimis, Tangsi Belanda Akan Menjadi Magnet Baru Untuk Pariwisata Di Siak

KARIMUNTODAY.COM, SIAK – Rabu, (02/01/2019). Bupati Siak Drs H Syamsuar Msi, optimis bahwa nantinya kawasan Tangsi Militer atau Barak peninggalan Belanda setelah di buka akan ramai dari kunjungan wisatawan. Ini merupakan destinasi baru yang ada di kota Siak Sri Indrapura, dan menambah khazanah objek wisata yang ada di kabupaten Siak.

“Tangsi belanda ini juga termasuk ke dalam kawasan cagar budaya kesultanan Siak setelah Istana Siak, ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dan SK Kementrian PU dalam penetapan Siak sebagai Kota Pusaka”. Ucap Syamsuar saat meninjau Tangsi Militer Belanda yang masih direnovasi, yang terletak di Benteng Hulu Kecamatan Mempura Siak Sri Indrapura, Senin sore (31/12/2018) beberapa Hari yang lalu.

Tidak hanya Syamsuar yang hadir pada petang itu, juga hadir Asisten Admintrasi Umum Setda Kabupaten Siak Jamaluddin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pemukiman (PU Tarukim) Irving Kahar Arifin.

Diakui Syamsuar, belum seluruh bangunan yang ada di kompleks tangsi Belanda ini di pugar, baru gedung depan yang di Revitalisasi tanpa merusak arsitektur asli yang dibiayai oleh APBN dari Kementerian PUPR.

Terkait Hal ini Drs H Syamsuar Msi, Juga menuliskan di Fans page Facebook Resmi Miliknya sembari mengunggah poto-poto yang menunjukan bahwa dia sedang berada di tangsi belanda itu, Syamsuar menuliskan.

“Menikmati suasana di lokasi bersejarah bangunan Tangsi Militer Belanda, di Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak.

Bangunan dua lantai bergaya kolonial ini menyimpan banyak jejak sejarah. Cagar budaya berusia lebih dari 100 tahun ini menjadi salah satu destinasi wisata baru di Siak. Revitalisasi tanpa merusak arsitektur asli dibiayai APBN dari Kementerian PUPR.

Bangunan Tangsi Militer Belanda ini memiliki arsitektur yang unik, seperti struktur bangunan pintu masuk utama yang diperkuat baja pelengkung. Selain itu seluruh bangunan tidak menggunakan baja tulangan. Sirkulasi udara dengan jendela-jendela kayu type Krepyak, menjadi perlintasan angin sepoi-sepoi dari arah sungai, Teduh, Sejuk dan Indah.

Ke depan destinasi ini akan dimanfaatkan menjadi Museum Perjuangan Masyarakat Siak sejak zaman Kerajaan dulu. Selain bangunan utama, telah dibangun juga bangunan tempat tinggal Opas.

Awalnya bangunan dengan struktur kayu ini hanya menyisakan pondasi batu dan tangga masuk.

Namun Tim Ahli Cagar Budaya Nasional berhasil membangunnya kembali berdasarkan data dan foto-foto lama.

Nantinya bangunan konstruksi kayu ini akan dimanfaatkan sebagai ruang galeri foto-foto heritage dan juga Cafe & Resto yang sifatnya sebagai pemanfaatan bangunan cagar budaya yang mempunyai nilai tambah.

Mari berkunjung ke Siak, kenali sejarah Negeri.” Tutur Gubernur Riau terpilih itu Dilaman facebooknya.(*)

 

Laporan : Idris Harahap
Editor     : Indra H Piliang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close