KARIMUN

Tidak Miliki IMB’ DPM-PTSP dan Satpol PP Stop Pembangunan Ruko Didepan Kantor Camat Karimun

 

KARIMUNTODAY.COM, KARIMUN – Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu beserta Satpol PP melakukan penertiban terhadap Ruko yang tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan di Kawasan Kecamatan Tebing dan Kecamatan Karimun, dari hasil penertiban tersebut salah satu bangunan yang di stop adalah ruko yang tepat berada di depan kantor camat karimun.

Hal tersebut dikatakan, Ahmad Kabid IMB DPM-PTSP melalui Efryan Santana Kasie IMB Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu kepada karimuntoday.com Jum’at (5/10/2018), Ya, tadi kita sudah melakukan penertiban terhadap beberapa ruko yang terindikasi tidak memiliki IMB, bersama Kasie Trantib Satpol PP, dari penertiban tersebut ketika sudah mengambil tindakan tegas untuk sementara waktu menghentikan pekerjaan salah satu ruko di depan kantor camat karimun, karena melakukan proses pembangunan belum mengantongi SK IMB yang dikeluarkan oleh DPM-PTSP dan apabila pihak pelaku usaha tersebut sudah membayar retribusi dan IMBnya sudah diterbitkan baru proses pekerjaan pembangunan ruko tersebut dilanjutkan.

“ DPM-PTSP tidak menghambat para pelaku usaha untuk membangun ruko, tetapi alangkah baiknya aturan diikuti,artinya,sebelum memenuhi kewajiban salah satunya mengantongi IMB jangan dulu melakukan proses pembangunan,karena kami akan terus melakukan penertiban,” Imbuhnya

Ditambahkanya lagi, Dia mensinyalir ada oknum yang memback’up para pelaku usaha sehingga memiliki keberanian untuk memulai pekerjaanya membangun ruko sebelum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan dan apabila benar adanya hal tersebut, andaikata diketahui oknumnya,pihak DPM-PTSP tidak segan-segan untuk melaporkan kepihak yang berwajib,” Tutupnya

Secara terpisah, Sutrisno sebagai Kuasa Pengurus Pembangunan ruko ketika dikonfirmasi dilapangan mengatakan, Bahwa dirinya sudah mengurus recomendasi mulai dari kecamatan sampai ke PUPR, saat ini hanya tinggal selangkah saja, keterlambatan mendapatkan IMB, karena proses sekarang melalui online tidak seperti dahulu secara manual dan dia berjanji secepatnya akan memenuhi kewajibanya untuk membayar retribusi,dan dia merasa keberatan dengan dilakukan penyetopan, pasalnya para pekerja dan tukang andaikata diliburkan gaji tetap dibayarkan,” Imbuhnya (*)

Laporan   : Lukman Hakim

Editor       : Indra H Piliang

 


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close