JAWA TENGAH

Upaya Atasi Paceklik Akibat Kemarau Panjang,Pemkab Grobogan Percepat Masa Tanam Padi

 

KARIMUNTODAY.COM,GROBOGAN,- Dalam upaya mengatasi musim paceklik pada bulan Desember mendatang,Pemerintah Kabupaten Grobogan,Jawa Tengah, mendorong para petani di Grobogan untuk menanam lebih awal tanaman padi mereka dengan beralih ke pupuk organik. Selain hasil panennya lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan pupuk kimia,harga pupuk organik pun relatif lebih murah jika dibandingkan menggunakan pupuk kimia sehingga bisa menekan pengeluaran petani.

Pemerintah Kabupaten Grobogan,melalui Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan melakukan percepatan masa tanam padi. Masa tanam pertama yang biasanya dimulai bulan Oktober, pada bulan September ini sudah dimulai masa tanam padi. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi masa paceklik atau kekurangan bahan pangan terutama padi pada bulan Desember mendatang.

Menurut Bupati Grobogan Sri Sumarni,saat melakukan kunjungannya di Desa Mangunsari,Tegowanu,Grobogan (19/9) didepan ratusan petani di Grobogan, Bupati mengatakan, untuk mengatasi hal tersebut petani diharapkan mulai bisa beralih dari menggunakan pupuk kimia untuk beralih ke pupuk organik. Disamping hasil panennya yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan pupuk kimia,harga pupuk organik pun jauh lebih murah dibanginkan dengan pupuk kimia. “Jika menggunakan pupuk kimia,hasil panen rata-rata 6 ton per hektar,namun dengan menggunakan pupuk organik mampu mencapai 7 sampai dengan 8 ton,” ucap Bupati

Sementara itu, Edhie Sudaryanto,Kadinas Pertanian Grobogan mengatakan, ujian kandungan organik tanah di Grobogan semakin tahun semakin menurun. Hasil uji terakhir kandungan organik cuma dua persen, padahal agar tanaman  bagus idealnya kandungan organik  5 persen. “Hasil uji terakhir tanah di Grobogan cuma 2 persen kandungan organiknya, padahal normalnya agar tanaman tumbuh baik itu 5 persen, karenanya mari kita beralih menggunakan pupuk organik agar hasilnya baik dan produktifitas meningkat,” pinta Edhie

Percepatan masa tanam ini,lanjut Edhie, selain untuk mengatasi musim paceklik juga harga jual padi pun wajar karena paska panen mudah sebab belum memasuki musim penghujan. “Stok air memang kurang karena musim kemarau yang panjang,namun dibantu dengan pompanisasi,bisa mengatasi kekurangan air pada lahan pertanian,” imbuhnya(*)

Laporan    : Nurulyadi

Editor       : Indra H Piliang


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close