INDRAGIRI HILIRKATEMANRIAUTEMBILAHAN

Danramil 06 Kateman Irup Pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Lapangan SMK Taruna Bakti

KARIMUNTODAY.COM, KATEMAN – Komando Rayon Militer 06 Kecamatan Kateman melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2019, di Lapangan SMK Taruna Bakti di Kelurahan Tagaraja, Kabupaten Inhil ,Provinsi Riau,.Senin (11/11/ 2019). Adapun  Bertindak selaku Inspektur Upacara  Danramil 06 Kateman Kapten Inf Iwan Andoko. Upacara diikuti oleh personil Koramil 06 Kateman dan Kepsek SMK Taruna Bakti, Ucak Sumantra serta seluruh Majelis Guru dan para Siswa-siswi SMK Taruna Bakti.

Danramil 06 Kateman Kapten Inf Iwan dalam kata sambutanya megatakan, Setiap Hari Pahlawan, Bangsa Indonesia diingatkan kembali kepada peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam merebut kemerdekaan Indonesia saat menyampaikan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia (RI).

Pada pertempuran itu rakyat bersatu padu, berjuang, pantang menyerah melawan penjajah yang ingin menancapkan kembali kekuasaannya di Indonesia. “Peristiwa perang mengingatkan kita bahwa kemerdekaan yang kita rasakan saat ini tidaklah datang begitu saja, namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pendahulu Negeri.

“ Semangat yang ditunjukkan para pahlawan dan pejuang tersebut hendaknya perlu terus ditumbuhkembangkan di dalam hati sanubari segenap insan Warga Negara Indonesia,” urainya.

Dengan Peringatan Hari Pahlawan, imbuhnya, rakyat Indonesia diharapkan akan lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan, sebagaimana ungkapan salah seorang The Founding Fathers RI, Bung Karno yang menyatakan bahwa ‘Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Menghargai Jasa Pahlawannya.

Menjadi pahlawan masa kini dapat diakukan oleh siapapun warga negara Indonesia, dalam bentuk aksi-aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI, seperti tolong menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat menggangu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain dan sebagainnya,” papar Danramil.

 Jika dahulu semangat kepahlawanan ditunjukkan melalui pengorbanan tenaga, harta bahakan nyawa. Sekarang, untuk menjadi pahlawan, bukan hanya berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah, tetapi juga dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, serta membawa harum nama bangsa di mata Internasional.

“ Jangan biarkan keutuhan NKRI yang telah dibangun para pendahulu Negeri dengan tetesan darah dan air mata menjadi sia-sia. Jangan biarkan tangan-tangan jahil atau pihak yang tidak bertanggungjawab merusak persatuan dan kesatuan bangsa. jangan biarkan negeri kita terkoyak, tercerai berai, terprovokasi untuk saling menghasut dan berkonflik satu sama lain,” ucapnya (*)

Laporan  :  Ridho magribi
Editor      :  Indra H piliang
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: