INDRAGIRI HILIRKATEMANRIAUTEMBILAHAN

Antisipasi Abrasi Warga Kuala Selat Kecamatan Kateman, Tanam Sejuta Pohon Mangrove di Pesisir Pantai

KARIMUNTODAY.COM, KATEMAN –  Penanaman sejuta pohon mangrove oleh masyarakat tani kelapa dipantai desa kuala selat yang di koordinir oleh Imam Taufik,Spd selaku Kepala Desa Kuala Selat sebagai usaha untuk pencegahan abrasi/longsor pantai.

 Hal tersebut dikatakan Kades Kuala Selat Imam Taufik,Spd,kepada karimuntoday.com Sabtu 18 Januari 2020, sejuta pohon mangrove ditanam di pesisir Pantai Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Inhil-Riau.

Penanaman yang dilaksanakan oleh masyarakat tani Kuala Selat yang dikoordinir oleh Kades Kuala Selat itu bertujuan untuk mencegah abrasi/longsor pantai dan menjaga keindahan pantai tersebut,”ucap Kades Kuala Selat.

Dijelaskan Kades,penanaman sejuta pohon mangrove dipantai desa kuala selat tersebut bermaksud untuk menggerakkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan penghijaun dengan menanam sejuta pohon dan mencegah penebangan hutan secara ilegal.

“Tujuan penanaman pohon ini untuk mencegah abrasi/longsor pantai yang kerap terjadi di pantai, selain itu juga untuk menjaga keindahan pantai, apalagi Pantai desa kuala selat merupakan salah satu destinasi di desa kuala selat. Pohon tersebut juga merupakan bagian dari kepedulian pemerintah desa dan masyarakat setempat terhadap lingkungan agar Asri,indah,adem,” kata Kades

 Kades Kuala Selat Imam Taufik,Spd,Menambahkan,setelah pohon-pohon tersebut ditanam, kemudian akan dijaga dan dirawat oleh Masyarakat tani kelapa dipantai desa kuala selat dan pemerintah desa kuala selat.sehingga pohon itu bisa tumbuh dengan baik dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat didesa.

“Kita berharap kepada seluruh elemen masyarakat agar menjaga dan merawat pohon tersebut, selain itu jaga juga kebersihan pantai dari sampah, serta jangan mencemari laut tersebut,” ungkap Imam Taufik,Spd.

Terakhir dikatakan Kades Kuala Selat Imam Taufik,Spd,Abrasi pantai desa kuala selat sangat tinggi pertahun rata-rata 25-35 meter dan sekarang jarak antara pantai dengan tanggul kebun masyarakat tinggal 28 meter,abrasi ini butuh perhatian khusus,baik masyarakat maupun dari pemerintah daerah dan pusat karena bila tidak ditangani/tidak carikan solusi maka perkebunan masyarakat terancam akan menjadi lautan.

“ Salah satu solusinya adalah dengan memberi batu/Dam sebagai penahan lonsor pasalnya Abrasi.selama 2 tahun terakhir membuat hutan magrove menjadi lautan,” ucap Kades

 Laporan : Ridho magribi
Editor      : Lukman Hakim
Loading...
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: