MINASRIAUSIAK

Berlanjut! Karyawan PT DR Blokir Akses Jalan Operasional PT CPI Minas, Kompol Birma Ajak Massa Mediasi

KARIMUNTODAY.COM, SIAK – Buntut akibat upah kerja tak kunjung dibayarkan oleh PT Dungo Reksa (PT DR), salah satu subkontraktor dari PT Chevron Pasific Indonesia (PT CPI) Minas, puluhan orang karyawan dari perusahaan itupun melakukan spontanitas konsentrasi massa dengan menutup akses jalan utama menuju perkantoran PT CPI Minas, tepatnya di Jalan By pass Gate 5 Chevron Minas, Jumat (27/03/2020) pagi.

Informasi yang berhasil dihimpun, aksi demonstrasi itu dilakukan oleh para karyawan PT DR dimulai sejak pukul 06:00 WIB, kemudian Kapolsek Minas Kompol Birma Naipospos sekira pukul 08.05 WIB mendapatkan informasi dari Sefri Pihak PT CPI, mendapati informasi itu Kapolsek Minas bersama personil dan BKO Brimob Polda Riau mereka langsung mendatangi dan menjumpai kerumunan massa itu.

“Tadi kita tanyakan mereka apa permasalah terhadap PT Dungo Reksa tersebut, kemudian karyawan PT Dungo tersebut menjelaskan bahwa gaji mereka belum di bayarkan selama 3 bulan,” ungkap Kapolsek.

Setelah itu lanjut Kapolsek, dalam kesempatan itu diapun mencoba menjelaskan kondisi yang terjadi saat ini, kemudian menjelaskan Maklumat Kapolri tentang dilarang adanya kerumunan, dan atas dasar tersebut Kapolsek Minas meminta kepada karyawan PT Dungo Reksa untuk mengutus perwakilan dari PT. DR sebanyak 6 orang agar dilakukan Mediasi dan perundingan di Kantor PGPA PT CPI Minas.

“Kemudian sekitar pukul 09:00 WIB tadi, kita melakukan mediasi bersama Pihak PT CPI Minas, yang di wakili oleh Bapak Sepri serta 6 orang perwakilan PT Dungo Reksa, untuk mencari solusi dan mendapatkan hasil agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan,” terang Kompol Birma.

Lanjut dia, dalam hal ini pihaknya pun meminta kepada karyawan PT DR untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang bersifat anarkis, khususnya di wilayah hukum Polsek Minas, sebab keamanan Kamtibmas diwilayahnya merupakan tanggung jawab Kapolsek Minas.

“Kami akan membantu bila laporan terkait pembayaran gaji terhadap PT Dungo, benar tidak gaji tersebut di bayar hanya untuk pihak personal management PT DR. Polsek Minas tentu membutuhkan bukti-bukti pendukung dan meminta kepada pihak karyawan agar bersabar dalam hal ini.

Kompol Birma.,mediasi bersama Pihak PT CPI Minas, yang di wakili oleh Bapak Sepri serta 6 orang perwakilan PT Dungo Reksa, untuk mencari solusi dan mendapatkan hasil agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan

Sebab pada saat ini sedang terjadi ops aman nusa II, kami melakukan sesuai arahan dari pemerintah, mari kerjasama dengan kami pihak Kepolisian agar tidak adanya suatu kerumunan dan melakukan Social Distancing.” Ajak Kompol Birma.

Adapun penyampaian dari Sefri selaku pihak PT CPI dalam mediasi itu, menyatakan bahwa PT CPI sudah melakukan pemanggilan terhadap direktur PT DR Ibu Rotua, Langkah-langkah PT CPI yang telah dilakukan adalah dilaporkan kepada Diskrimsus Polda Riau.

“Kami membutuhkan surat statement dari Direktur ibu Rotua PT DR bahwa yang bersangkutan bersedia membayar gaji karyawan PT Dungo Reksa, surat statement tersebut menerangkan bahwa agar gaji karyawan tersebut dibayarkan terlebih dahulu oleh pihak PT CPI dan dilakukan pemotongan, pihak PT CPI akan melakukan proses investigasi terhadap PM dari PT Dungo Reksa, kami butuh surat pemanggilan dari pihak Kepolisian terhadap Direktur ibu Rotua.

Kami sedang selidiki siapa tender awal dari PT Dungo Reksa ini, dan yang terkait, tunjukkan data, kronologi permasalahan siapa yang terlibat menurut karyawan kami akan proses secepatnya terkait permasalahan ini. saya akan update kepada perwakilan PT Dungo Reksa terkait informasi yang ada di PT Dungo Reksa ini.” Katanya.

Sementara itu, perwakilan PT Dungo Reksa mereka menyampaikan permasalahan BPJS Ketenagakerjaan, yang kawan-kawannya dari maintenent baru dibayar 2 bulan, yaitu bulan Mei dan Juni, akan tetapi gaji mereka tetap dipotong, sementara kawan-kawan mereka yang lainnya dari well cheker belum terdaftar sama sekali, tapi tetap dipotong dari gaji untuk pembayaran iuran BPJS tersebut.

“Pada tanggal 1 April 2020 nanti, Kontrak PT DR ini sudah habis, oknum yang terlibat kami berharap jangan bekerja lagi di Minas ini, kami karyawan PT DR akan melaporkan kepada pihak Kepolisian terkait oknum tersebut, keputusan kami, kami tetap membuat laporan Polisi kepada pihak kepolisian,” kata mereka.

Lanjut karyawan PT DR, “apabila BPJS Kami tidak terdaftar maka invoice kami tidak akan cair sebelum adanya keputusan dari Direktur Ibu Rotua. Apabila kontrakowner tersebut terlibat dalam hal ini kami berharap agar ditindak lanjuti, dan ketika kami melakukan aksi mogok di internal PT Dungo, pihak management PT Dungo tidak datang sama sekali. Asumsi kami Management PT Dungo tersebut ikut andil dalam permasalahan ini, dikarenakan saat kami melakukan mogok kerja, dari pihak management tidak pernah ikut dalam aksi tersebut.” Ungkap mereka.

Adapun Hasil dari mediasi tersebut sebagai berikut : 1. Bahwa pihak Karyawan PT Dungo Reksa akan membuat laporan resmi kepada pihak Kepolisian. 2. Pihak karyawan PT Dungo Reksa akan melengkapi data-data dan kronologis selama permasalahan yang terjadi di PT Dungo Reksa dan akan memberikan data tersebut kepada pihak PT.CPI dan Kepolisian. 3. Pihak PT. CPI akan berusaha memanggil direktur PT DR ibu Rotua dan akan mengusahakan membayarkan gaji karyawan PT Dungo Reksa.

Apabila Direktur PT DR Ibu Rotua mengeluarkan surat statement untuk di bayarkan gaji terlebih dahulu melalui pihak CPI dan membayar kepada karyawan PT DR kemudian pihak CPI akan melakukan pemotongan melalui Invoice PT Dungo Reksa. 4. Pihak karyawan PT Dungo Reksa akan mengikuti prosedur dari pihak kepolisian dan pihak PT CPI terkait permasalahan ini.(*)

Laporan  : Idris Harahap
Editor      : Lukman Hakim

Loading...
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: