KUANSINGRIAU

Bupati Kuansing Secara Resmi Membuka Seminar Pendidikan Islam Tingkat Provinsi

KARIMUNTODAY.COM, KUANSING – Audiensi Bupati Kuantan Singingi H Mursini bersama Dewan pimpinan MUI Provinsi Riau dan Dewan Pimpinan MUI kabupaten Kuantan Singingi sekaligus seminar pendidikan Islam pondok pesantren dan Madrasah di tengah Pandemi covid 19 di Pendopo Rumah Dinas Sabtu (8/8/2020) Teluk Kuanta.

Di era pandemi prinsip kebijakan pendidikan masa pandemi covid 19 yaitu kesehatan dan keselamatan peserta didik sangat lah menjadi prioritas saat ini dan oleh sebab itu untuk mengantisipasi konsekwensi negatif dan isu dari pembelajaran jarak jauh.Pemerintah mengimplementasikan dua kebijakan baru yaitu perluasan pembelajaran tatap muka untuk zona kuning dan kurikulum darurat dalam kondisi khusus pada zona merah.

Ketika di konfirmasikan melalui sekretaris umum MUI Provinsi Riau H Zulhusni Domo S.Ag mengatakan, kegiatan ini adalah seminar Pendidikan Islam dengan Tema “Eksistensi Madrasah dan pondok Posantren di masa pandemi yang dilaksanakan oleh Komisi Pendidikan MUI Riau yang bekerjasama dengan MUI Kabupaten Kuantan Singingi yang di ikuti oleh 50 Peserta terdiri dari dua perwakilan masing-masing Kabupaten Kota se Wilayah Riau Daratan, yaitu pekanbaru, Kuansing ,Inhu,Inhil, Pelalawan, dan Kampar serta kepala Madrasyah pondok posantren Teluk Kuantan.

Tujuan dari kegiatan ini antara lain untuk menambah ilmu pengetahuan ke para peserta seminar agar bisa menerapkan ke madrasah dan pondok pesanten masing-masing peserta serta membina iman dan taqwa para peserta didiknya dan bermanfaat di dunia pendidikan. Selanjutnya kita juga berharap kepada Pemerintah agar arif membuat keputusan kebijakan dan meninjau ulang kebijakan untuk memperluas sistem belajar melalui Daring yang membutuhkan alat pendukung kemunikasi dalam penbelajaran tersebut artinya harus memiiliki sarana seperti HP android dan kota internet.

Hal ini tentunya ada plus minusnya dan orang tua pun sehingga di harapkan aktif dalam mengunakan dan ikut dalam kegiatan belajar mengajar dalam daring tutup Zulhusni.

Pada arahan bupati kabupaten Kuantan Singingi menyampaikan di hadapan peserta seminar antara lain. Pandemi Covid 19 yang melanda Dunia termasuk Indonesia telah memporak porandakan tatanan kehidupan sosial, ekonomi,politik,agama,termasuk pendidikan penerapan Distancing dan New Normal menyebabkan berubahnya tatanan kehidupan dalam sektor pendidikan siswa-siswa kita harus belajar dari rumah, guru-guru mengalami kesulitan melaksanakan pembelajaran bahkan orang tua murid banyak mengeluh karena harus membimbing anak dan mengeluarkan biaya tambahan untuk pulsa internet.

Kita berharap pendidikan islam bisa berjalan dengan efektif dan lancar tanpa ada yang tertular dan menjadi korban virus covid 19. Bagi santri yang tinggal di asrama tentunya rentan terjadinya penularan. Bila kita tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan covid 19.

Oleh karena itu melalui seminar ini diharapkan lahirkan Ide-ide berlian dan cemerlang untuk mencegah persoalan penyelenggaraan pendidikan Islam di tengah ancaman pandemi covid 19 untuk itu marilah kita sama-sama berdoa kehadirat Allah SWT agar wabah ini lenyap dari muka bumi sehingga kita dapat kembali hidup secara normal,” tutup Mursini (*)

Laporan  : Lidia Ningsih ST
Editor      : Lukman Hakim
Loading...
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: