KARIMUNKEPRIKUNDUR

Setelah Berjibaku Melawan Covid-19, Melayu Raya Pulau Kundur Kembali Bersinergi Dengan SPN Polda Kepri Perangi DBD

KARIMUNTODAY.COM, KUNDUR – Setelah berjibaku melawan Covid-19, dipulau Kundur selama beberapa bulan ini Melayu Raya Pulau Kundur kembali bersinergi dengan SPN Polda Kepri dan Puskesmas Tg batu Kundur, untuk perangi Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Kamis 3 September 2020 dengan melakukan fogging.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk sinergitas, Melayu Raya dan Polri melalui Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kepri beserta jajaran Puskesmas Tanjung Batu Kundur, dalam rangka mencegah merebaknya penyakit demam berdarah (DBD) di Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun Propinsi Kepri.

Hal tersebut juga dilakukan mengingat masyarakat di semua daerah tengah dilanda pandemi Covid-19, sehingga penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak menjadi hal yang harus di abaikan.

Azman Kepala Puskesmas (Kapus) yang di hubungi via selulernya Kamis 3 September 2020 untuk minta tanggapannya menjelaskan.

Menurut Azman, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang terjadi di seluruh tanah air dengan jumlah penderita yang terus meningkat serta penyebarannya yang terus meluas sejalan dengan peningkatan penduduk.

Sementara penyebab menularnya Demam Berdarah Dengue (DBD) ialah virus Dengue yang dapat ditularkan melalui vektor nyamuk aedes aegypti sehingga menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue yang kerap kita sebut DBD.

Sementara itu, penyakit Demam Berdarah saat ini semakin menjadi perhatian dari dinas kesehatan di tiap-tiap daerah setelah pertama kali dilaporkan oleh kementrian kesehatan RI pada tahun 1968, sebagai penyakit yang kerap mengakibatkan kematian.

Dengan demikian DBD merupakan salah satu penyakit yang tidak bisa kita dianggap sebagai hal yang biasa-biasa ditengah masyarakat.

Oleh sebab itu kami dari jajaran Puskesmas Tanjung Batu Kundur, mengucapkan ribuan terima kasih kepada semua jajaran SPN Polda Kepri dan Melayu Raya Pulau Kundur yang telah berjibaku selama ini melawan Pandemi Covid-19 dan telah berjihad melawan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Kundur tanpa mengenal lelah, tutur Azman.

Mochrizal Ketua Melayu Raya Pulau Kundur saat dijumpai dicela-cela kegiata fogging mengatakan.

Dikatakan Mochrizal, kegiatan fogging tersebut kita lakukan untuk mengantisipasi merebaknya virus dengue yang dapat menular melalui vektor nyamuk Aedes aegypti sehingga akan menyebabkan DBD, tuturnya.

Dengan demikian, Ketua Melayu Raya Pulau Kundur (Mochrizal, red) mengajak dan menghimbau masyarakat Kecamatan Kundur untuk lebih waspada terhadap nyamuk penular penyakit DBD (Aedes aegypti) yang kerap menyebabkan kasus kematian.

Apa lagi mengingat cuaca saat ini sebentar hujan sebentar panas, hal tersebut menjadi penyebab genangan air yang akan menjadi sarang nyamuk, kata Mochrizal, saat dijumpai Kamis 3 September 2020. (*)

Penulis  : Majid
Editor     : Lukman Hakim

Loading...
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
%d blogger menyukai ini: