BATAMKEPRI

Kemenhub Adakan Bimtek Manajemen Keselamatan kapal Yang Baik Bagi Petugas Darat

KARIMUNTODAY.COM, BATAM — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menyelanggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk menjadi Petugas Darat yang Ditunjuk (Designated Person Ashore) selama 4 hari mulai Rabu Tanggal 14/10/2020 sampai Sabtu Tanggal 17/10/2020. Bertempat di Aston Batam Hotel and Residence.

Bimtek ini diikuti oleh sebanyak 45 orang peserta yang merupakan perwakilan dari perusahaan pelayaran di Batam dan sekitarnya. Dan jugs dilaksanakan di 4 lokasi yang berbeda, diantaranya kota Balikpapan, Batam, Surabaya dan Manado

“Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 45 tahun 2012 tentang Manajemen Keselamatan Kapal, Personil Darat yang Ditunjuk (Designated Persons Ashore/DPA) adalah seorang atau beberapa orang di darat yang memiliki hubungan langsung dengan pejabat tertinggi di perusahaan,” ungkap Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Hermanta pada saat membuka acara.

Menurut Hermanta, syarat untuk menjadi DPA pada suatu perusahaan pelayaran sebagaimana telah ditetapkan oleh IMO melalui Circular Letter Nomor MSC-MEPC.7/Circ.6 tanggal 19 Oktober 2007, antara lain DPA harus merupakan lulusan dari institusi yang diakui pemerintah di bidang manajemen atau teknik, DPA harus memiliki kualifikasi dan pengalaman berlayar minimal di tingkat manajemen/officer, dan DPA dapat berasal dari latar belakang pendidikian yang lain, namun telah memiliki pengalaman minimal 3 tahun dalam manajemen operasional kapal.

” untuk dapat menjadi seorang DPA, pemahaman terhadap pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan yang sesuai dengan persyaratan ISM Code sangatlah penting, karena seorang DPA harus memahami dan menjadi penanggung jawab dari Sistem Manajemen Keselamatan yang dilaksanakan oleh Perusahaan dan Kapal yang dioperasikannya.” Jelas Hermanta

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Hermanta,kasubdit Pencegahan Pencemaran Keselamatan Kapal dan Perlindungan Lingkungan di Perairan yang sekaligus Ketua Panitia Bimtek DPA di Batam, Rudi Taryono, serta para Undangan dan Peserta Bimtek.

Lanjut Hermanta, seorang DPA diharapkan dapat menjadi jembatan antara staf perusahaan dan awak kapal dengan pimpinan tertinggi perusahaan dalam pelaksanaan operasional kapal. Untuk itu, dalam menunjuk seseorang untuk menjadi DPA, perusahaan harus melakukannya secara cermat.

“Selain itu, Pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia juga banyak mempengaruhi operasional kapal sehingga ada beberapa operasional kapal yang harus disesuaikan, tentunya tanpa mengurangi persyaratan keselamatan kapal. Bahkan pada beberapa kasus, diperlukan pula prosedur-prosedur tambahan di kapal untuk memastikan terwujudnya keselamatan di kapal, termasuk untuk keselamatan awak kapal,” Tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Hermanta mengungkapkan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor SE 14 Tahun 2020 tentang Pengembangan Prosedur Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kapal Guna Penanganan Persebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), yang mewajibkan agar semua perusahaan menambahkan prosedur keadaan darurat pada Sistem Manajemen Keselamatan untuk penanganan virus Corona di kapal.

Hal tersebut, lanjutnya, juga telah diatur secara internasional melalui Surat Edaran/Circular Letter yang dikeluarkan oleh International Maritime Organization (IMO) Nomor No. 4204/Add.3 tanggal 2 Maret 2020 mengenai Operational considerations for managing COVID-19 cases/outbreak on board ships.

“Selain isu Pandemi Covid-19, kita juga menghadapi isu baru terkait dengan kerentanan terhadap penggunaan peralatan lunak atau sistem aplikasi di kapal, di mana saat ini semakin banyak teknologi dan sistem aplikasi yang digunakan untuk mendukung operasional kapal. Oleh karena itu, Awak Kapal harus memastikan bahwa teknologi dan sistem aplikasi yang apabila digunakan di kapal harus dalam kondisi baik.” Tegas Hermanta

Menjawab isu itu, Hermanta menjelaskan bahwa Direktur Jenderal Perhubungan Laut telah mengeluarkan ketentuan melalui surat edaran Nomor SE 35 Tahun 2020 tentang pengembangan prosedur penerapan sistem manajemen keselamatan kapal untuk penanganan resiko pada sistem jaringan maya (Cyber Risk management).

Sementara itu kasubdit Pencegahan Pencemaran Keselamatan Kapal dan Perlindungan Lingkungan di Perairan yang sekaligus Ketua Panitia Bimtek DPA di Batam, Rudi Taryono, menambahkan bahwa tugas dan peran seorang DPA sangat penting dalam menjamin manajemen keselamatan kapal. Oleh karena itu, Rudi berharap seluruh peserta Bimtek untuk secara aktif dalam mengikuti Bimbingan Teknis DPA, yang dilaksanakan di tengah Pandemi Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan di KSOP Khusus Batam dan pengurus DPC INSA di Batam sekitar atas dukungannya dalam penyelenggaraan Bimbingan Teknis DPA Periode II tahun 2020.” tutupnya (*)

Penulis  : Dayat
Editor    : Lukman Hakim

Loading...
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close