JAWA TENGAH

Kades Kejawan Bangun Jalan Desa Hingga Akses Pertanian, Dari Dana Pribadi Hasil Ternak Ayam Pedaging

KARIMUNTODAY.COM, GROBOGAN – Seorang kepala desa di Kabupaten Grobogan,Jawa Tengah,berhasil membangun sejumlah fasilitas umum di desanya. Mulai dari pembangunan jalan desa utama desa,jalan baru untuk akses pertanian,hingga saluran air untuk kebutuhan pertanian dan sejumlah tempat ibadah.

Pembangunan fasilitas umum tersebut,selain dari anggaran pusat,provinsi,maupun dari daerah dan dana pendapatan dari desa,sebagian juga berasal dari dana pribadinya hasil usaha ternak ayam pedaging yang ditekuninya.

Hal tersebut dilakukan oleh Sugeng Hariyanto,Kepala Desa Kejawan,Kecamatan Tegowanu,Kabupaten Grobogan,Jawa Tengah. Sejak terpilih menjadi kepala desa pada 2019 lalu,Sugeng sebelumnya merupakan peternak ayam pedaging yang telah ditekuninya selama 14 tahun lamanya. Ia mempunyai sebuah kandang yang dibuat ditanah pribadinya berkapasitas 16.000 ekor ayam.

Pasang surut usaha ternak ayam pedaging sudah dialaminya selama 14 tahun. Untung rugi sudah biasa ia alami. Bermodalkan pengalaman sebagai sopir pakan ternak,ia tetap konsisten menekuni usaha ternak ayam pedaging tersebut.

” Awalnya saya jadi sopir pakan ternak mas,kemudian saya ada gagasan untuk membuat kandang untuk ternak ayam pedaging,saya buat sederhana dari kayu dan bambu kapasitas 16.000 ekor,” ujar Sugeng Hariyanto,Jumat (29/08/2025).

Dari ternak ayam pedaging bekerja sama dengan pihak ketiga,keuntungan rata rata 80 hingga 100 juta ia peroleh setiap panen ayam pedaging kapasitas 16.000 ekor selama 35 hari. Namun,tak jarang ia juga mengalami kerugian jika kondisi harga ayam jatuh dan terkena penyakit.

” Kalau harga bagus keuntungan 80 juta hingga 100 jutaan. Rugi juga pernah,bahkan didenda pihak ketiga juga pernah, karena ayam banyak yang mati,” ungkap Sugeng.

Bahkan,ia juga sempat dikabarkan menggunakan gas elpiji subsidi 3 kilogram untuk pemanas ayam pedaging miliknya. Namun,Sugeng membantah bahwa kabar itu tidaklah benar,karena yang digunakan gas elpiji non subsidi untuk pemanas ayam.

” Kabar itu tidak benar,bisa dicek dilihat tadi,yang saya gunakan gas non subsidi yang warna pink,bukan gas melon,jadi kabar itu tidak benar,” terang Sugeng.

Sugeng menjelaskan,sebelum terpilih menjadi kepala desa,keuntungan yang diperoleh dari ternak ayam pedaging tersebut,ia pergunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan modal ternak. Namun,sejak menjadi kepala desa sebagian keuntungan dari ternak ayam pedaging yang ditekuninya digunakan untuk membangun desa dan modal usaha.

” Ya dari keuntungan ternak ayam ini,dananya saya gunakan untuk membangun desa. Untuk membangun gorong-gorong tiga tempat tahun 2025 di RT. 01 RW. 01,bangun gorong-gorong di tiga tempat juga pada tahun 2024 di RT.02 Rw.02,agar air lancar dipemukiman warga,” ungkap Sugeng.

Selain membangun gorong-gorong,keuntungan dari ternak ayam pedaging miliknya,juga digunakan untuk membangun jalan untuk akses pertanian,akses jalan ke makam,dan membuat jalan baru untuk memperlancar perekonomian warga desa.

” Membuat jalan baru tahun 2021 sepanjang 2 km,jalan utara desa sepanjang 1,5 km untuk akses pertanian,jalan ke makam juga untuk akses pertanian sepanjang 1 km di RT.01 RW.02,membuat jalan baru untuk akses pertanian panjang 2 km di RT.04 RW.02. Semua saya bangun dari hasil ternak ayam pedaging,” jelas Sugeng

Tak hanya berhenti disitu saja,untuk memperlancar kebutuhan air para petani,Sugeng juga membangun 8 pintu saluran air untuk mengatur kebutuhan air petani disaat musim hujan maupun musim kemarau pada tahun 2023,serta saluran air sepanjang 65 meter di pemukiman warga RT. 04 RW. 02 dengan menggunakan dana pribadi.

” Tujuan untuk membantu warga agar akses warga ke sawah lebih mudah,lahan sawah tidak tergenag banjir,sekaligus untuk pemekaran pemukiman di desa,” ujar Sugeng.

Selain dari keuntungan ternak ayam pedaging,Sugeng juga merelakan penghasilan tetap nya selama 2 tahun senilai 90 juta untuk membangun jalan utama desa sepanjang 90 dengan lebar 5 meter,tebal 15 sentimeter serta untuk pengadaan ambulance desa.

” Saya nadzar mas,kalau dapat tambahan perpanjangan jabatan selama 2 tahun,akan saya gunakan untuk cor jalan desa. Karena dapat tambahan,penghasilan tetap 2 tahun saya gunakan untuk cor jalan utama desa sepanjang 90 meter,serta pengadaan mobil untuk ambulance desa tahun 2024 akhir,” paparnya.

Hingga saat ini,meski telah menjadi kepala desa,ia tetap menjalankan usahanya beternak ayam pedaging. Semua yang di jalankan tersebut,ia laksanakan semata mata sebagai bentuk amanah dan tanggungjawab yang diembannya sebagai kepala desa di Desa Kejawan.

” Semua saya lakukan tidak ada pamrih, demi kemajuan desa baik di bidang pertanian maupun sosial kemasyarakatan,” pungkas Sugeng.(nur)

Loading...
 

Tags
Close
Close