JAWA TENGAH

Akses Jalan Padang-Brabo Rusak Parah, Jadi Skala Prioritas Musrenbang Tanggungharjo 2027

KARIMUNTODAY.COM, GROBOGAN – Harapan warga Kecamatan Tanggungharjo untuk memiliki akses jalan yang layak segera menemui titik terang.

Jalan utama yang menghubungkan Desa Padang menuju Desa Brabo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, resmi ditetapkan sebagai skala prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Tanggungharjo untuk tahun anggaran 2027.

​Kondisi jalan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan sepanjang 2 kilometer tersebut saat ini dalam kondisi rusak parah.

Lubang-lubang besar dan permukaan jalan yang tidak rata tidak hanya menghambat mobilitas ekonomi, tetapi juga mengancam keselamatan para pengendara.

Dampak Kerusakan dan Resiko Kecelakaan

​Maskuri, salah seorang warga setempat, mengeluhkan kondisi jalan yang kian memprihatinkan.

Menurutnya, tumpukan material tanah yang menutupi sisa-sisa aspal seringkali membuat pengendara terpeleset.

​”Kondisinya sudah sangat rusak. Banyak warga yang jatuh dan terpeleset karena jalannya licin tertutup tanah, apalagi kalau hujan. Kami sangat berharap perbaikan segera dilakukan,” ujar Maskuri, Rabu (11/02/2026) siang.

​Camat Tanggungharjo, Slamet Sanyoto, menegaskan bahwa pihaknya telah mengunci perbaikan jalan Padang-Brabo sebagai agenda utama di tahun 2027 mendatang.

​”Mengingat kondisi jalan yang sudah rusak parah, akses Padang menuju Brabo kami jadikan skala prioritas dalam Musrenbang tahun 2027,” tegas Slamet.

​Selain rencana tahun 2027, Slamet juga memaparkan progres pembangunan infrastruktur lainnya di wilayah tersebut.

Ia menyebutkan bahwa akses jalan Ringinpitu-Karanggetas sudah masuk dalam skema pendanaan tahun 2026 dengan alokasi anggaran sebesar Rp4,5 miliar.

Normalisasi Sungai untuk Cegah Banjir

​Tak hanya infrastruktur jalan, Musrenbangcam kali ini juga menyoroti masalah lingkungan. Usulan normalisasi dua sungai besar, yakni Sungai Renggong dan Sungai Kliteh, turut menjadi agenda penting.

Pendangkalan di kedua sungai tersebut dituding menjadi penyebab utama banjir yang kerap merendam wilayah Kecamatan Tanggungharjo hingga Kecamatan Tegowanu saat musim penghujan tiba.

Normalisasi diharapkan dapat mengembalikan fungsi sungai dalam menampung debit air sehingga luapan ke pemukiman warga bisa diminimalisir.

Geliat Ekonomi Lokal di Sela Musrenbang

​Menariknya, agenda Musrenbang ini juga dibarengi dengan upaya pemberdayaan ekonomi lokal. Sebuah pameran UMKM yang diikuti oleh perwakilan sembilan desa serta instansi pendidikan se-Kecamatan Tanggungharjo digelar di lokasi acara. Berbagai produk unggulan dipamerkan, mulai dari:

Aneka makanan ringan hasil olahan rumahan.

​Hasil bumi pertanian lokal.

​Makanan tradisional khas Tanggungharjo yang menjadi identitas kuliner daerah.

​Pameran ini diharapkan dapat menjadi ajang promosi bagi pelaku usaha mikro di tengah fokus pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur penunjang ekonomi di masa depan.(nur)

Loading...
 

Tags
Close
Close