JAWA TENGAH

Wamentan Dorong Modernisasi Pertanian di Grobogan, Panen Padi Naik Drastis Berkat Mesin Transplanter

KARIMUNTODAY.COM, GROBOGAN – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mendorong transformasi sektor pertanian dari pola tradisional menuju modernisasi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mengatasi kendala sulitnya mencari tenaga kerja tanam manual.

​Didampingi Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo, Wamentan meninjau langsung kinerja Brigade Pangan di Desa Godong pada Rabu (4/3). Dalam kunjungannya, Sudaryono bahkan terjun langsung ke sawah untuk mencoba alat mesin tanam padi otomatis atau rice transplanter.

​Efisiensi Brigade Pangan dan Teknologi Presisi

​Brigade Pangan merupakan kelompok kerja yang terdiri dari 15 orang dengan tanggung jawab mengelola 200 hingga 300 hektare sawah secara mekanisasi. Sudaryono menegaskan bahwa penggunaan mesin bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan kebutuhan teknis untuk hasil yang optimal.

​”Keuntungan tanam menggunakan alat itu presisinya lebih tepat, jaraknya pas, sehingga pertumbuhan padi menjadi optimal. Selain itu, proses tanam dan panen jadi jauh lebih cepat sehingga hemat waktu,” ujar Sudaryono.

Ia juga memberikan pesan menohok terkait pengelolaan keuangan petani. Ia mengimbau agar para petani lebih bijak dalam berinvestasi daripada terjebak pada hal-hal yang merugikan.

​”Daripada investasi yang tidak jelas atau untuk judi online, lebih baik buat kredit alat mesin tanam (alsintan) karena jauh lebih bermanfaat dan produktif,” tambahnya tegas.

​Lonjakan Hasil Panen di Grobogan

​Dampak dari modernisasi ini dirasakan langsung oleh petani setempat. Sarsono, salah satu petani di Desa Godong, mengungkapkan adanya peningkatan hasil panen yang sangat signifikan sejak beralih menggunakan mesin transplanter.

​Berdasarkan pengakuannya, produktivitas lahan mengalami kenaikan tajam:

​Pola Manual: Rata-rata menghasilkan 50 sak gabah per bahu lahan. ​Pola Modern (Mesin): Mampu mencapai 70 hingga 80 sak gabah per bahu lahan.

​Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo, menyambut baik optimasi ini. Menurutnya, percepatan masa tanam dan panen memungkinkan petani meningkatkan intensitas pertanaman (IP) menjadi lebih dari dua kali dalam setahun.

​Dukungan Kredit Alat Pertanian (Alsintan) Bunga Rendah

​Untuk mendukung migrasi besar-besaran ke teknologi modern, Pemerintah telah menyiapkan skema Kredit Alsintan. Program ini menawarkan bunga rendah, yakni hanya sebesar 3%, guna meringankan beban petani dalam memiliki mesin pertanian sendiri.

​Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus menjadikan profesi petani lebih efisien dan menguntungkan secara ekonomi di masa depan.(*)

Editor : Nur Achmad

Loading...
 

Tags
Close
Close