KARIMUNKEPRIKUNDUR

Gubernur Kepri Diminta Tinjau Ulang Izin Tambang Pasir Darat PT Energi Cahaya Makmur

KARIMUNTODAY.COM,  KUNDUR – Aktifitas PT Energi Cahaya Makmur  di sebut-sebut anak perusahaan dari PT Panbil  Group Ancam Lingkungan Dan Sengsarakan Petani Maupun Nelayan Kerusakan lingkungan yang disebabkan adanya aktifitas penambangan pasir darat yang dilakukan tanpa terkendali oleh PT Energi Cahaya Makmur  anak perusahaan dari PT Panbil Group menyebabkan perubahan pada struktur tanah dan dikhawatirkan menimbulkan terjadinya erosi atau longsor terhadap lahan pertanian milik masyarakat di Desa Kundur Kecamatan Kundur Barat Kabupaten Karimun Propinsi Kepri dan diminta bapak Gubernur Kepri untuk meninjau ulang izin PT Energi Cahaya Makmur tersebut.

Selain kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh aktifitas PT Energi Cahaya Makmur  anak perusahaan dari PT Panbil Group saat ini, masyarakat juga belajar dari kegiatan galian golongan C di masa lalu yang banyak meninggalkan kubangan-kubangan yang kerap menjadi lubang maut bagi warga pulau Kundur.

Sementara itu, Kundur Barat merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Karimun yang masyarakatnya sudah banyak mengalami laka maut di kolam bekas galian golongan C. Kendati demikian pemerintah Kabupaten dan juga Propinsi diminta meninjau dan mengkaji ulang aktifitas penambangan pasir darat oleh PT Energi Cahaya Makmur  anak perusahaan dari PT Panbil Group di Desa Kundur Kecamatan Kundur Barat, yang dianggap telah merusak lingkungan dan tidak memperhatikan nasib para petani dan nelayan.

Hal yang sama juga diminta oleh banyak pihak kepada DPRD maupun DPR Propinsi Kepri, yang membidangi pertambangan untuk turun kelapangan melakukan kajian dan peninjauan, jangan hanya memantau dan mendengar keluh kesah masyarakat melalui cerita orang dengan cara duduk manis di meja kantor.

Ahmad Ketua Kelompok Nelayan Ketapang Desa Kundur Kecamatan Kundur Barat yang dihubungi melalui ponselnya untuk dimintai keterangan pada Jum’at (30/04/2021) mengatakan. aktifitas penambangan pasir darat oleh PT Energi Cahaya Makmur  anak perusahaan dari PT Panbil GrOup sudah berjalan lebih kurang selama dua tahun, namun selama itu masyarakat Nelayan maupun Petani terkesan disuruh melihat dan dijadikan penonton.Dan yang paling menyedihkan pengerukan atau penambangan dilakukan dengan cara tanpa memperhatikan lingkungan setempat, dan tidak memperhatikan tata cara penambangan yang baik.

Sehingga dikhawatirkan kalau tidak segera ditinjau dan dilakukan kajian oleh pihak berwenang PT Energi Cahaya Makmur  anak perusahaan dari PT Panbil Group yang beraktifitas di Desa Kundur dikhawatirkan nantinya akan meninggalkan bekas tambang dan kolam yang akan menyengsarakan masyarakat dikemudian hari.

Ditambahkan Ahmad (Ketua Kelompok Nelayan red) dari awal masuknya pihak perusahaan PT Energi Cahaya Makmur  anak perusahaan dari PT Panbil GrOup melakukan sosialisasi dirinya selaku ketua nelayan tidak pernah dilibatkan baik dalam sidang Ka. AMDAL dan juga sidang AMDAL.Pernah sekali dirinya diajak untuk musyawarah disalah satu Cafe, namun Ahmad menolak karena dirinya takut para nelayan berprasangka lain,tutur Ahmad pada karimuntoday.com Jum’at (30/04/2021).

Menaggapi hal tersebut Dani Ketua Karang Taruna Kelurahan Sawang Kecamatan Kundur Barat angkat bicara.Menurutnya aktifitas penambangan oleh PT Energi Cahaya Makmur  anak perusahaan dari PT Panbil Group telah menyengsarakan nelayan dari pencemaran lingkungan yang di akibatkan oleh adanya penimbunan Jeti atau pelabuhan yang dulunya adalah lahan mangrove.

“ Saya memang orang yang bukan mengerti soal aturan tapi penimbunan tempat Jeti ataun stok file harus dilakukan reklamasi karena yang ditimbun adalah lahan mangrove dan pinggir pantai.Selain itu setiap Perusahaan tambang yang melakukan aktifitas atau yang telah mengeruk sumber daya alam (SDA) haruslah memberikan kontribusi bagi masyarakat terdampak bukan masalah menyuruh masyarakat melihat lalu dijadikan penonton,pungkas Dani, yang diminta pendapatnya, Sabtu (01/04/2021).

Ditempat terpisah, HM Asyura mantan ketua DPRD Kabupaten Karimun yang dijumpai Sabtu (01/04/2021) untuk diminta tanggapannya mengenai kerusakan lingkungan oleh adanya aktifitas penambangan pasir darat milik PT Energi Cahaya Makmur  anak perusahaan dari PT Panbil Group dan juga terkait pungsi Dewan Perwakilan rakyat (DPR) yang membidangi pertambangan.Menurut HM Asyura seharusnya DPRD Kabupaten Karimun maupun Propinsi Kepri, menindak lanjuti keluh kesah masyarakat terkait kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh aktifitas PT Energi Cahaya Makmur  anak perusahaan dari PT Panbil Group di Desa Kundur Kecamatan Kundur Barat.

Kegiatan penambangan tersebut semakin menjadi keluhan yang sangat mendalam bagi para Nelayan.Hal tersebut harus segera ditindak lanjuti dan dibuat kajian agar masyarakat tidak beranggapan kehadiran perusahan seperi PT Energi Cahaya Makmur yang disebut-sebut selama ini sebagai  anak perusahaan dari Panbil Group telah menjadi pelumas politik semata sehingga keluh kesah masyarakat dikesampingkan,” tutur HM Asyura, Sabtu (01/02/21).

Secara terpisah, Direktur PT Panbil Group maupun PT Energi Cahaya Makmur sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya. (majid)

 

Loading...
 

Tags
Close
Close