MERANTIRIAU

Kadis Perkim Kuansing Angkat Bicara Terkait Penolakan Warga Lokasi ODP

KARIMUNTODAY.COM, TELUK KUANTAN – Dalam penanggulangan dan pencegahan corona virus disease (covid 19) Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau, membentuk tim gugus tugas yang telah di SK kan Bupati dengan juru bicara yang terkoordinir oleh tiga orang yaitu asisten I, III, dan kepala Dinas Kominfo.

Terkait dengan pemberitaaan pada media beberapa hari yang lalu dengan penolakan Warga Desa Beringin Taluk yang memasang spanduk di depan pagar bangunan Rusunawa dengan bentuk penolakan mereka hal itu di sampaikan oleh Bupati Kuantan Singingi melalui Ridwan Amir kepala dinas Perumahan, kawasan permukiman dan Pertanahan kabupaten Kuantan Singingi Kamis (9/4/2020) dikantornya mengatakan, Dinas perkim tidak termasuk dari Tim bicara tetapi hanya terkait atas izin pinjam pakai sementara gedung rusunawa untuk cadangan bagi yang ODP bukan PDP artinya rusunawa diperuntukan bagi masyarakat yang baru datang ke kuansing dalam arti orang sehat dan kita pantau dikarantina dalam 14 hari kedepan maka rusunawa tersebut kita gunakan sebagai tempat untuk sementara itupun bila di perlukan.

Dan dalam jejeki posisi rusunawa yang belum menjadi aset Daerah dan belum serah terima ke kabupaten kuantan singingi harus izin dari kementrian PUPR melalui saker penyediaan perumahan provinsi Riau yang seperti surat dari Bupati melalui Dinas Perkim yang mengajukan izin sudah mendapat jawaban atas surat tersebut dan memberikan izin atas penggunaan pinjam pakai bangunan rusunawa tersebut.

Selanjutnya Ridwan juga menambahkan surat bupati yang melalui Disperkim kemarin sudah ada jawaban dari kementrian PUPR dan mendapat izin pinjam pakai sementara dengan syarat tidak merubah dan mengurangi fungsi dari rusunawa sendiri,yaitu tidak diizinkan untuk menambah bangunan yang sifatnya permanen dan juga harus dilengkapi dengan protokol kesehatan covid 19 dengan SOP tersendiri tentunya, papar Ridwan Amir.

Kepada masyarakat yang berada di sekitaran rusunawa tidak perlu khawatir sebab rusunawa digunakan hanya untuk orang sehat yang kemungkinan baru pulang dari luar kota. Kita akan karantina di sana, jika terjadinya penolakan kita harus letakkan kemana,dan kalau itu tidak ditangani akan lebih bahaya lagi, covid 19 ini juga persoalan bangsa, masyarakat dan kita semua, jadi selagi kita jaga jarak insyaallah tidak tertular, penularan terhadap covid 19 ini langsung berhubungan dengan penderita jadi selagi masyarakat tidak mendatangi pasien secara langsung dan jaga jarak minimal 15 meter saya rasa aman- aman saja,”  tutup kadis.  (*)

Laporan  : Lidia Ningsih ST
Editor      : Lukman Hakim
Loading...
 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close
Close