JAWA TENGAH
Kemarau Panjang Petani Tembakau Meraup Untung 50 Persen
KARIMUNTODAY.COM, GROBOGAN – Musim kemarau panjang membawa berkah bagi petani tembakau di Grobogan,Jawa Tengah,Minggu (05/11/23)siang.
Pasalnya,harga tembakau di tingkat petani mencapai Rp.65.000 per kilogram atau naik 50 persen jika dibandingkan dengan harga tembakau tahun lalu.
Kemarau panjang yang terjadi di Grobogan,Jawa Tengah,sejak enam bulan lalu membawa berkah bagi para petani tembakau di Desa Sugihmanik,Kecamatan Tanggungharjo,Grobogan,Jawa Tengah.
Seperti dialami Dajjal,petani tembakau asal desa sugihmanik,Tanggungharjo,Grobogan. Sejak musim kemarau tanah setengah hektar yang ditanami tembakau, harga tembakau mencapai Rp65.000 per kilogram di tingkat petani.
“ Harga Rp.65.000 per kilogram,harga bagus itu, cuaca baik kemarau panjang. Tembakau kan asal cuaca bagus, Hasilnya meningkat tahun ini sekitar 50 persen,”ujar Dajjal (05/11/23)
Pada tahun 2022 lalu harga tembakau hanya mencapai Rp 35.000 per kilogram. Pada tahun ini harga tertinggi mencapai RP.65.000 per kilogram.
Dari lahan setengah hektar yang ia sewa sebesar 6 juta per tahun kemudian ditanami tembakau. Untuk sekali tanam tembakau dengan lahan seluas tersebut memperoleh hasil 11 juta rupiah.
“ Lahan setengah hektar dapat uang 11 juta,sewa lahan 6 juta per tahun. Hasil segitu masih untung lumayan,”ucap Dajjal.
Berkah kemarau panjang juga dirasakan Endang Sri Rosyati,salah satu pengepul tembakau asal Sugihmanik.
Pada musim kemarau ini,harga tembakau cukup tinggi. Ditingkat petani ia membeli seharga Rp 44.000 hingga Rp 45.000 per kilogram. Harga tergantung kualitas tembakau petani.
“Sekali kirim ke perusahaan rokok sebanyak 40 sampai 50 bal dengan berat 1 bal 50 kilogram. Saya jual ke perusahaan rokok sebesar Rp.46.000 hingga Rp.62.000 per kilogram,” kata Endang
Dari hasil penjualan tersebut, Endang yang sudah 50 tahun menjadi pengepul tembakau itu memperoleh untung Rp.1.000 hingga Rp.2.000 per kilogram.
“Ya untung bersih sekitar Rp.1.000 sampai Rp.2.000 per kilogram, sudah dipotong biaya tenaga dan transportasi,”jelas Endang
Kenaikan harga tembakau tertinggi,mencapai Rp. 63.000 per kilogram pada bulan September hingga Oktober 2023 lalu.
Namun pada bulan November ini harga sudah mulai turun hingga Rp.49.000 per kilogram. Meski harga turun,harga masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu. Disamping petani masa panen sudah habis,juga cuaca sudah mulai mendekati musim penghujan.
“Kalau bulan ini sudah mulai turun karena sudah habis tembakau petani,cuaca juga sudah mulai mendung,tapi harga ya masih lumayan tinggi Rp.49.000 per kilogram,”pungkas Endang.(nur)