PELALAWANRIAU

Pekerjaan PLN Di Bukit Kusuma Tak Kunjung Selesai, Ini Jawaban Dari PLN!

KARIMUNTODAY.COM, PELALAWAN – Manajemen PT PLN (Persero) Wilayah Riau, merasa keberatan dan membantah atas pemberitaan yang terbit pada hari Rabu 07 Maret 2021. dengan judul “Di Bukit Kusuma,Pekerjaan PT PLN Tak Kunjung Selesai, AMPJ Riau Akan Gruduk Istana Presiden”

Setelah berita terbit dan di bagikan ke salah seorang Manajemen PLN, pihak dari PLN pun langsung menanggapi dan membantah berita tersebut, Kamis (8/4/2021).

Manager PT PLN (Persero) Wilayah Riau,melalui Unit Pelaksanaan Proyek Kelistrikan (UP2K).Zaki, dalam balasan WhatsApp, Rabu (07/4) Pukul 20.54 wib malam dengan singkat dan akurat berdasarkan data menyampaikan (balasan) kepada awak media ini.

“Kami (PLN)  bukannya tidak mau segerakan listrik didesa kesuma menyala,

“Kami (PLN) ingin nya listrik itu terus menerus nyala, tapi kalau ada pohon yang mendekati jaringan itu beresiko bagi Jaringan ataupun manusia,

“Gak cuma PLN pembangunan desa kesuma belum bisa berlistrik sampai sekarang.

“Perizinan disana juga yang harus diselesaikan, karena ada akasia yang harus ditebang dan itu dibawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang membawahi Kesatuan Pengolahan Hutan  (KPH)Sorek, PT. NPM PT. RAPP.

“Jaringan kami sudah lama selesai, khususnya penarikan kabel, karena gak nyala – nyala  waktu itu,kabel PLN hilang dan tiang dipotong.

“Siapa yang tanggung jawab?. PLN yang lambat?.

“Harusnya dicari juga infomasi sejelas jelasnya, dan harus tau seluk beluk dari awal sebelum bertindak.

“Info terakhir, dari KPH untuk Memorandum of Understanding (MOU) sudah siap.

“Tinggal mengatur jadwal pertemuan untuk tanda tangan  antara KPH Sorek dan PLN.

“Setelah itu baru diizinkan untuk penebangan pohon akasia.

“Intinya PLN juga menjaga aset yang sudah terpasang di desa kesuma agar tidak terjadi lagi hal-hal yang diinginkan.

“Kemarin sebelum adanya trafo yang nyala,karena proses perizinan.Jaringan PLN jadi hilang, dipotong tiang yang belum tertanam, kabel yang sudah ditarik dipotong,” Kesal nya.

Ini terjadi padam kemarin malam yang diakibatkan dari tumbangnya pohon akasia yang saat ini menunggu di izinkan penebangan nya

PLN tidak bisa terus menerus lostrik di kesuma, hidup mati hidup mati yang diakibatkan dari akasia yang sudah mendekati jaringan PLN

PLN juga ingin listrik yg dialiri ke pelanggan bisa terus menyala tanpa adanya kendala yang mengakibatkan jaringan PLN Padam

“Iya mungkin, dari sisi bapak (wartawan) juga bisa paham, gimana PLN mau bisa layani masyarakt khususnya desa kesuma tapi kendala seperti ini.

“Makanya, kalau berita yang terbit, namun narasumbernya hanya mempermasalahkan PLN itu tidak pas,”Imbuh,

Dari hasil konfirmasi dan hak jawab dan koreksi oleh PT PLN, dapat di simpulkan dan di uraikan. PT PLN (Persero) Wilayah Riau,tidak pernah menghambat dan mempersulit masyarakat yang ada di desa Kusuma untuk menikmati terang nya arus listrik pln

Terkait material instalasi jaringan tegangan menengah (JTM)  berikut ada nya trafo yang belum terpasang, Jelas, ini di sebabkan karena izin dan pekerjaan  penumbangan pohon kayu akasia yang berakibat fatal pada jaringan PLN belum selesai di kerjakan (steril).

Namun demikian, awak media ini, tetap terus memantau dan mencari tau atas kebenaran yang telah di sampikan oleh PLN.

Apakah bener yang di sampaikan PLN, ataukah memang di UPT KPH Sorek yang ada terkendala.

Beberapa waktu yang lalu, awak media telah konfirmasi pihak panitia, dan audah berulang kali bersirahturami.

Salah satu Panitia desa yang di temui awak m okedia, Yasir,menuturkan.

Kami sudah bekerja semaksimal mungkin membantu proyek pemasangan instalasi jaringan PLN.

Sudah banyak pohon tanaman masyarakat yang kami ganti rugi lalu kami tumbangi.

Bukan sedikit jumlah biyaya (uang) ganti rugi tanaman masyarakat yang kita bayarkan, sudah ratusan juta rupiah habis.

Tapi, demi kemajuan pembangunan desa Kusuma kedepan nya agar lebih baik lagi, dengan cara apapun perjuangan dan yang kami hadapi, tetap kami tempuh,” ucap Torus beberapa waktu yang lalu.(DN)

 

 

Loading...
 

Tags
Close
Close