KARIMUNTODAY.COM, SIAK – Mantan Anggota DPR RI, Sayed Abubakar Assegaf (Ibeck Mantap), menyampaikan pandangan tegas terkait arah kepemimpinan di Kabupaten Siak saat ini. Ia menilai masyarakat berhak menagih realisasi janji politik yang telah disampaikan pada masa kampanye.
Menurut Ibeck, banyak capaian yang hari ini masih dirasakan masyarakat sejatinya merupakan hasil kerja pemimpin terdahulu, seperti Arwin AS, Syamsuar, dan Alfedri. Infrastruktur, tata kelola pemerintahan, serta fondasi ekonomi daerah disebutnya dibangun melalui proses panjang dan konsistensi kebijakan.
“Kita harus jujur, apa yang dinikmati hari ini adalah buah dari kerja masa lalu. Pertanyaannya, apa yang sedang disiapkan untuk masa depan?” ujar Ibeck.
Ia juga menyinggung bahwa kepemimpinan tidak boleh dibangun di atas narasi keluhan. Menurutnya, menjadi pemimpin berarti siap menghadapi situasi apa pun tanpa menyebarkan pesimisme kepada masyarakat.
Ibeck mengingatkan pengalaman berat saat daerah menghadapi pandemi COVID-19. Kala itu, ribuan masyarakat terdampak, rumah sakit penuh, tenaga medis berguguran, proyek pembangunan terhenti, ekonomi anjlok, harga sawit turun akibat penutupan ekspor CPO, dan pelaku UMKM banyak yang terpaksa menutup usaha.
“Itu masa yang jauh lebih berat. Tapi bisa dilalui tanpa banyak berkicau. Pemimpin harus kuat, bukan memperlihatkan kelemahan di depan rakyat,” tegasnya.
Ia menambahkan, masyarakat kini membutuhkan kerja konkret, bukan sekadar pencitraan atau aktivitas popularitas di media sosial seperti TikTok.
“Seperti kata tokoh Siak, usah banyak berkicau, kerja aja lah untuk rakyat. Kepemimpinan bukan soal tampil, tapi soal hasil,” katanya.
Ibeck menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bagian dari tanggung jawab moral demi kemajuan Siak. Ia berharap pemerintah daerah fokus pada realisasi program dan menjaga kepercayaan publik.
“Sejarah tidak mencatat siapa yang paling sering berbicara. Sejarah mencatat siapa yang bekerja dan menepati janji,” tutupnya (*)