PADANGPEKANBARURIAUSUMBAR

Pemulihan Pasca Bencana Galodo Sumbar, Program Hidroponik Mahasiswa UMRI jadi Solusi bagi Masyarakat Jorong Labuah, Sumbar

KARIMUNTODAY.COM, SUNGAIBATANG, – Kehadiran mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dalam kelompok UKM Paduan Suara “Svara Gita” di Jorong Labuah, Kelurahan Nagari Sungai Batang pasca bencana Galodo Sumbar berdampak positif bagi kehidupan petani. Salah satunya dengan memperkenalkan program secara spesifik Hidroponik maupun Hortikultura secara luas.

Program ini begitu penting karena penerapan sistem pertanian di atas tanah saat ini belum bisa maksimal dilakukan akibat dominan tumpukan batu pasca galodo. Mengatasi keterbatasan lahan inilah sistem hidroponik melalui air sebagai nutrisi menjadi harapan masyarakat saat ini.

“Saat ini masyarakat di Jorong Labuh belum bisa mengolah lahan pertanian akibat tumpukan batu. Kalaupun lahannya aman, tapi sumber airnya yang tidak aman. Kami berharap program Hidroponik bisa dikembangkan di Sungai Batang,” ungkap masyarakat petani setempat.

Dosen Ketua Pengusul, Desti Mualfah, S.Kom. M.Kom mengatakan, pertanian sistem Hidroponik cocok dan sesuai harapan. Kegiatan yang mendapatkan pendanaan dari Kemdiktisaintek melalui Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026 ini memang mampu memberikan dukungan pemulihan pangan pasca banjir galodo di Kelurahan Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam. “Program ini mampu membantu memulihkan ketahanan pangan setempat dalam waktu yang sangat cepat,” pungkas Desti lagi.

Secara rinci dijelaskan pelaksanaan program tersebut, sejak tanggal 8 sampai 13 Februari 2026, mahasiswa/i UKM Paduan Suara “Svara Gita” Universitas Muhammadiyah Riau melaksanakan serangkaian kegiatan sosialisasi serta penyerahan hortikultura dan hidroponik kepada Kelompok Dasawisma dan Karang Taruna di Jorong Labuah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi Budidaya Hortikultura yang mencakup teknik penanaman, serta perawatan tanaman. Lalu dilanjutkan dengan penyerahan bibit dan praktik langsung berupa pembersihan lahan, persiapan media tanam berupa polibag, hingga penanaman bersama masyarakat.

Pada program hidroponik, mahasiswa/i UKM Paduan Suara “Svara Gita” memberikan pengenalan metode Wick dan Nutrient Film Technique (NFT), penjelasan alat dan bahan, serta instalasi hidroponik NFT yang kemudian diserahkan kepada Kelompok Karang Taruna. Lalu kegiatan dilanjutkan dengan penyemaian bibit hidroponik sebagai tahap awal budidaya. “Cara ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan pemuda setempat dalam memperkuat ketahanan pangan warga Jorong Labuah pasca banjir galodo,” terangnya.

Ternyata bibit hortikultura dan hidroponik yang telah disemai menunjukkan perkembangan dan pertumbuhan awal yang sangat baik. Hortikultura tumbuh baik di polibag, sementara hasil penyemaian bibit hidroponik tumbuh baik di media tanam berupa rockwool hanya dalam waktu tujuh hari.

Hasil dari penyemaian bibit hidroponik akan dipindahkan ke netpot pada tahap berikutnya sebagai bagian dari proses perawatan tanaman hingga siap panen. Bukan hanya masa penyemaian yang cepat, masa panen hidroponik pun cukup cepat antara 30 sampai dengan 40 hari, sehingga dapat membantu ketahanan pangan masyarakat pasca banjir galodo.

Diketahui sebelumnya, UMRI melalui
pengabdian mahasiswa UKM Paduan Suara Svara Gita melakukan kegiatan selama satu bulan, mulai tanggal 1 hingga 28 Februari 2026. Sebanyak 51 mahasiswa diturunkan ke lokasi pasca bencana Galodo Sumbar, tepatnya di Kelurahan Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, Sumbar.

Sejumlah program studi mengikuti, terdiri dari Program Studi IPA, Teknik Informatika, Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika, Hubungan Masyarakat, Ilmu Komunikasi, Pendidikan Bahasa Inggris, Akuntansi, Farmasi, Kimia, Manajemen, Biologi, serta Program Studi Sistem Informasi. (*)

Loading...
 

Tags
Close
Close