JAWA TENGAH

Ratusan Hektar Lahan Sawah Di Dua Kecamatan Di Grobogan Terendam Banjir

KARIMUNTODAY.COM, GROBOGAN – Sawah milik petani di Kecamatan Godong dan Kecamatan Penawangan terendam banjir akibat hujan deras. Tinggi genangan banjir di sawah itu bervariasi mulai dari 55 sentimeter hingga 1,5 meter.

Menurut Warso,petani asal Desa Guyangan mengatakan banjir terjadi akibat hujan deras yang terjadi pada Kamis malam hingga mengakibatkan saluranair meluap dan menggenangi lahan sawah.

“Banjir terjadi pada Kamis malam,karena hujan deras. Air di saluran tidak mampu menampung air akihirnya menggenangi sawah. Ada 100 hektar lebih sawah di tiga desa,”ucap Warso,Kamis (7/12/23)

Warso menambahkan, saluran air yang tidak pernah dinormalisasi membuat kondisi saluran dangkal sehingga air masuk ke sawah dan sulit untuk keluar.

”Saluran dangkal dari Sumberagung menuju Karanganyar pelum pernah dinormalisasi,”jelas Warso.

Lokasi areal persawahan petani di Desa Guyangan Kecamatan Godong,Kabupaten Grobogan,Jawa Tengah,yang terendam banjir,Kamis (07/12/23)

Sementara itu, terpisah Kepala Dinas Pertanian Grobogan Sunanto mengatakan ada dua kecamatan yang areal sawah petani terkena dampak bajir. Yaitu di Kecamatan Godong dan Kecamatan Penawangan.

Di Kecamatan Godong sawah yang terdampak berada di Desa Guyangan, Desa werdoyo dan Desa Gundih. Sedangkan di Kecamatan Penawangan banjir menimpa Desa wolo, Desa Kramat, Desa Jipang, Desa Watupawon, Desa Bologarang, dan Desa Leyangan.

“Total sawah yang terendam seluas 105 hektar. Sementara di Kecamatan Godong seluas 86,5 hektar,” terang Kepala Dinas Pertanian Grobogan Sunanto, Kamis (7/12).

Di MT 1, ini luasan sawah yang ditanami sekitar 5 ribu hektar. Namun sebagian wilayah terjadi genangan karena afur (saluran pembuangan) tidak bisa memuat debit air yang terlalu banyak. Sehingga sawah yang rata-rata ditanami benih padi varietas Inpari 32 dan Ciherang itu tergenang banjir.

Di Kecamatan Godong, lanjut Sunanto, seperti wilayah Guyangan dan sekitarnya memang terletak di wilayah cekungan. Di tempat tersebut perlu dilakukan normalisasi afur. “Sebenarnya kalau pembuangannya lancar banjir bisa ditanggulangi,” imbuhnya.

Sunanto menjelaskan pihak Dinas Pertanian telah memetakan wilayah yang rawan tergenang banjir. Sawah yang terdampak genangan banjir didaftarkan asuransi Asuransi Usaha Tanam Padi (AUTP).

Berdasarkan data di AUPT, semua sawah yang tergenang banjir sudah terdaftar sebagai peserta asuransi. Sehingga apabila terjadi puso atau 75 persen sawah mengalami puso dapat mengajukan klaim asuransi. “Besarannya adalah Rp 6 juta per hektar,” pungkasnya.(nur)

Loading...
 

Tags
Close
Close