JAWA TENGAH

Target H-7 Lebaran Rampung, Perbaikan Jalan Semarang-Grobogan di Desa Tinanding Capai 70 Persen

KARIMUNTODAY.COM, GROBOGAN – Proses perbaikan jalur utama Semarang-Grobogan, tepatnya di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, terus dikebut. Hingga Senin (2/3/2026) pagi, progres pengerjaan jalan yang sempat putus akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang tersebut telah mencapai 70 persen.

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, didampingi Bupati Grobogan Setyo Hadi saat meninjau langsung lokasi proyek memastikan bahwa jalur ini akan menjadi prioritas utama guna mendukung kelancaran arus mudik lebaran mendatang.

​”Untuk jalur persiapan mudik, saat ini progresnya sudah mencapai 70 persen. Kami menargetkan H-7 sebelum lebaran jalan ini sudah bisa dilalui secara normal untuk arus mudik,” ujar Ahmad Lutfi di lokasi peninjauan.

​Warga Terpaksa Menerobos Proyek

​Meski proses pengerasan jalan menggunakan Lapis Pondasi Atas (LPA) masih berlangsung, sejumlah warga sekitar nekat menerobos area pekerjaan. Hal ini dilakukan lantaran jalur tersebut merupakan akses vital bagi perekonomian dan aktivitas pendidikan warga.
​Jika harus menggunakan jalur alternatif, warga harus memutar setidaknya sejauh tiga kilometer. Kendala jarak inilah yang membuat banyak warga memilih tetap melintasi jalur yang sedang diperbaiki, meski harus berhati-hati di antara alat berat dan material jalan.

Atik, salah satu warga yang hendak mengantar anaknya ke Sekolah Dasar di Mintreng, mengaku terpaksa melintasi jalur proyek tersebut setiap hari.

​”Ini tadi mengantar anak sekolah di Mintreng. Terpaksa lewat sini (menerobos) karena kalau harus memutar lewat jalur alternatif jauh sekali, lebih dari tiga kilometer,” ungkap Atik.

Sebagaimana diketahui, akses jalan utama ini mengalami kerusakan parah hingga putus setelah tanggul Sungai Tuntang jebol pada pekan lalu. Selain memutus akses transportasi Semarang Menuju Grobogan, bencana tersebut juga melumpuhkan aktivitas pasar dan distribusi logistik warga sekitar.

​Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini fokus pada percepatan pengerasan jalan agar konstruksi cukup kuat menahan beban kendaraan saat puncak arus mudik nanti.

Selain pengerasan, penguatan bahu jalan juga menjadi perhatian guna mengantisipasi luapan air sungai di masa mendatang.(*)

Editor ; Nur Achmad

Loading...
 

Tags
Close
Close