JAWA TENGAH

Ternak Bebek Pedaging Jadi Prioritas,Program Ketahanan Pangan Di Desa Kejawan

KARIMUNTODAY.COM, GROBOGAN –  Program Ketahanan Pangan yang dialokasikan dari Anggaran Dana Desa Tahun 2025 sebesar 20 persen di Desa Kejawan,Kecamatan Tegowanu,Kabupaten Grobogan,Jawa Tengah,sudah terealisasi. Badan usaha milik desa (Bumdes) Sejahtera Desa Kejawan yang menerima anggaran ketahanan pangan tersebut, digunakan untuk kegiatan ternak bebek pedaging.

Menurut Kepala Desa Kejawan Sugeng Hariyanto mengatakan,anggaran dana desa ang digelontorkan pemerintah pusat ke Desa Kejawan tahun 2025 sekitar 800 jutaan. Minimal 20 persen anggaran itu,dialokasikan untuk program ketahanan pangan pemerintah. Untuk pengelolaannya diserahkan Bumdes Sejahtera milik desa.

“Total anggaran sebesar 170 juta. Kebetulan di Desa Kejawan hasil dari musyawarah desa khusus (Musdes Sus) bersama Bumdes digunakan untuk kegiatan usaha ternak bebek pedaging,”ujar Sugeng Hariyanto,Kades Kejawan, di lokasi, Kamis (28/08/2025).

Dari total anggaran tersebut, lanjut Sugeng, sebagian digunakan untuk sewa lahan dan pembuatan kandang serta pembelian bibit dan pakan bebek.

“Untuk lokasi kandang ada di dua tempat,satu tempat sudah berjalan dan sudah panen sekali, sementara yang satu tempat baru jadi,dan sebentar lagi akan diisi,”jelas Sugeng.

Sugeng menambahkan,ternak bebek pedaging dipilih untuk program ketahanan pangan di Desa Kejawan mengingat,banyak warga yang sudah terbiasa beternak bebek serta perawatan mudah dan masa panennya yang singkat.

“Kalau dibandingkan dengan ternak yang lain,bebek pedaging ini cepat panen,resiko gagalnya juga sedikit.Usia 35 hari sudah bisa dipanen,”jelas Sugeng

Sementara itu, Ketua Bumdes Sejahtera Desa Kejawan Gesang Tatak Cobi Prabowo mengaku, anggaran ketahanan pangan sebesar 170 juta dari desa sudah dilaksanakan untuk ternak bebek pedaging dan sudah panen sekali.

“Anggaran itu kita gunakan untuk sewa lahan dan kandang di dua lokasi masing-masing 30 juta selama 1 tahun,dan selebihnya 110 juta untuk pembelian bibit bebek pedaging dan pakan ternak,”ujar Gesang.

Gesang menambahkan, pada uji coba perdana, Bumdes membelikan bibit bebek sejumlah 1.400 ekor. Mulai awal hingga panen tingkat kematian ternak pun kecil,dan umur 35 hari sudah dipanen.

“Untuk tingkat kematian kecil, hanya 70 ekor. Umur 35 hari sudah panen dan dijual dengan harga 18 ribu rupiah perkilonya karena harga dipasaran turun. Pada panen perdana ini, kita masih dapat untung 6,5 juta,” ujar Gesang.

Perawatan ekstra pun dilakukan warga bersama pengurus Bumdes Sejahtera agar panen bebek pedaging bisa optimal. Mulai dari pemilihan bibit, pakan ternak dan perawatan kandang.

“Untuk pengisian kedua, ada sebanyak 2.400 ekor bebek pedaging. Dan sebagian sebentar lagi akan dipanen.Semoga hasilnya bisa maksimal dan bisa meningkatkan pendapatan Bumdes,” pungkas Gesang.

Kepala Desa Kejawan berharap, ternak bebek pedaging yang menjadi pogram ketahanan pangan di Desa Kejawan bisa berjalan dengan lancar dan baik,sehingga meningkatkan pendapatan desa melalui Bumdes.

“Semoga bisa berkembang dengan baik dan bisa meningkatkan pendapatan desa dan ekonomi warga desa,”pinta Sugeng. (nur)

Loading...
 

Tags
Close
Close