JAWA TENGAH
Tingkatkan Hasil Panen Secara Mandiri, Puluhan Petani Desa Pranten Diedukasi Membuat Pupuk Organik

KARIMUNTODAY.COM, GROBOGAN – Puluhan petani di Grobogan, Jawa Tengah, diedukasi membuat pupuk organik dari bahan yang mudah didapat di lingkungan sekitar. Mulai dari pohon pisang, urin kambing hingga dedaunan. Kegiatan ini yang diinisiasi TIS Energy ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian para petani di Desa Pranten.
Puluhan petani di Desa Pranten, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, diedukasi cara membuat pupuk organik serta pestisida organic. Kegiatan ini diselenggarakan pihak TIS Energy dengan Program Nandur Alam Tata Tani Lestari atau NATATANI bekerja sama dengan narasumber dari Joglo Tani Yogyakarta.
Proses pembuatan pupuk organik tersebut berbahan dasar pohon pisang, urin kambing, abu sekam dan berbagai jenis dedaunan yang mudah didapat di lingkungan sekitar. Selain dedaunan, juga disediakan air fermentasi dari pisang, nanas, bawang merah, tempe hingga air leri atau air beras yang dimasukan di bekas botol air mineral.
Setelah terkumpul, berbagai jenis daun dan pohon pisang tersebut kemudian dipotong kecil kecil. Setelah dipersiapkan, bahan-bahan tersebut mulai dari urin kambing, abu sekam, berbagai jenis air fermentasi itu, kemudian satu persatu dimasukan ke dalam drum dan diaduk agar merata ditambah gula pasir yang telah dicampur dengan air bersih.
Setelah diaduk rata bahan-bahan tersebut kemudian ditutup rapat dan ditunggu hingga 6 sampai 10 hari sehingga siap digunakan untuk memupuk tanaman.
Salah satu petani Desa Pranten, Sudarno mengaku baru pertama kali diajari cara membuat pupuk organik. Usai diajari membuat pupuk organik, ia mengaku senang karena bisa membuat pupuk organik sendiri sehingga bisa menghemat pengeluaran.
“Tadi diajari cara membuat pupuk organik dari daun-daunan, sayuran. sebelumnya belum pernah belajar. Saya senang sehingga nantinya bisa membuat pupuk organik sendiri,” ucap Sudarno, Jum’at (02/01/2026) siang.
Sementara itu, Timbul Sunarno, nara rumber dari Yayasan Joglo Tani mengatakan, kegiatan ini dilakukan agar para petani di Desa Pranten bisa secara mandiri membat pupuk organik dan membuat nutrisi oranik untuk tanaman padi mereka.
“Dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang mudah didapat di lingkungan sekitar. Seperti pohon pisang, urin kambing, leri dan dedaunan yang ada di sekitar agar mereka bisa mandiri membuat pupuk maupun pestisida organik,” ucap Timbul Sunarno, Jum’at (02/01/2026) siang.
Timbul menjelaskan, proses pembuatan tak memerlukan waktu lama sekitar 15 menit selesai, sementara untuk menjadi pupuk organik membutuhkan waktu 6 hingga 10 hari menjadi pupuk organik.
“Setelah 6 hingga 10 hari, pupuk organik tersebut bisa langsung digunakan untuk memupuk tanaman. Produk yang dihasilkan pun aman untuk tanaman, lingkungan dan aman dikonsumsi untuk manusia,” jelas Timbul.
Timbul menegaskan, pupuk organik buatan tersebut berfungsi untuk menyehatkan akar tanaman padi, memperbanyak pertumbuhan anakan dan pengisian bulir padi.
“Dengan pembuatan pupuk organik cair tersebut diharapkan petani bisa mandiri membuat pupuk organik sehingga mampu meningkatkan hasil pertanian para petani di Desa Pranten,” pungkas Timbul. (nur)